Rangkuman: Rediscovering The Fatihah by Nouman Ali Khan

Beberapa hari lalu salah satu teman mengirimkan sesuatu di grup WhatsApp. Tertarik, saya pun mencari videonya di Youtube. Judul videonya adalah “Nouman Ali Khan Rediscovering The Fatihah” yang terdiri dari part 1 sampai 3, dengan masing-masing video berdurasi sekitar 1 jam. Rupanya, materi yang disampaikan tersebut sudah terbilang cukup lama, yaitu disampaikan oleh Ustad Nouman Ali Khan pada salah satu acara bertajuk “Rediscovering The Fatihah”, yang diselenggarakan pada Sabtu, 7 September 2013 di Suntec Singapore.

Setelah menontonnya, insya Allah saya berani mengatakan bahwa isinya sangat bagus. Saya jadi merasa sayang jika hanya sekadar menonton, merenungi, membenarkan, tetapi kemudian malah melupakannya begitu saja. Lewat tulisan ini, saya berharap bisa lebih memahami lagi materi yang disampaikan, dan mungkin juga bisa bermanfaat kelak untuk pembaca, terkhusus bagi saya pribadi yang masih sesekali iseng membaca tulisan lama milik sendiri. Semoga apa yang tertulis ini sesuai dengan isi video sebenarnya, Insya Allah, (mengingat pembicara menyampaikannya dalam bahasa Inggris yang tidak tersedia subtitle terjemahannya dan kemampuan english saya yang bisa jadi masih serba kurang). Segala kesalahan mutlak berasal dari saya pribadi, dan mohon koreksi jika memang demikian. Video lengkap bisa klik di daftar tautan link yang ada pada bagian akhir tulisan ini.

Read the rest of this entry »

Agar Tak Sekadar Sampai ke Tujuan

Kendaraan merupakan salah satu nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Kendaraan memudahkan kita saat bepergian untuk mencapai tempat tujuan yang terbilang jauh atau sulit dicapai. Zaman dulu kala, manusia harus bepergian dengan berjalan kaki atau menunggang hewan. Selanjutnya, terciptalah kendaraan tradisional seperti gerobak, sampan, atau sepeda. Seiring kemajuan teknologi, kendaraan semakin berkembang lagi dan sudah menggunakan mesin, seperti sepeda motor, mobil, kapal laut, hingga pesawat terbang. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bahkan terus mendukung perkembangan kendaraan menjadi jauh lebih modern, yaitu kendaraan dengan fasilitas yang nyaman untuk para penumpang, serta kendaraan super cepat dengan waktu tempuh yang relatif singkat.

Di zaman sekarang ini, kendaraan dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Kendaraan pribadi merupakan kendaraan yang menjadi milik pribadi (perorangan) dan hanya digunakan oleh dan untuk kepentingan si pemilik. Contohnya seperti sepeda, motor, atau mobil yang kita miliki sendiri. Sementara itu, kendaraan umum ialah kendaraan yang dapat disewa atau dimanfaatkan oleh orang banyak. Sebut saja angkutan umum, bus, kereta api, atau pesawat terbang.

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan Kami ciptakan untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai itu.” (QS. Yaasin: 41-42).

Read the rest of this entry »

Kajian Tauhiid Bulan Oktober: Tingkatan Surga dan Bagaimana Menjadi Sabar

Kajian Tauhiid di Masjid Istiqlal Jakarta rutin diselenggarakan tiap hari Minggu kedua di setiap bulan. Bulan Oktober ini, Kajian Tauhiid dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2016. Pematerinya adalah KH Tengku Zulkarnain dan KH Abdullah Gymnastiar. Berikut rangkuman materi yang dapat saya tuliskan kembali.

Pada materi sesi pertama oleh KH Tengku Zulkarnain, dibahas tentang tingkatan-tingkatan surga. Sebagai hamba Allah yang beriman, kabar baiknya adalah kita sama-sama (insya Allah) berkesempatan menginjakkan kaki di surga-Nya kelak. Namun, bukanlah amal-amal kita semata yang bisa membawa kita ke surga, melainkan karena rahmat dan ridho Allah SWT. Jadi, pada dasarnya tiada guna kita membanggakan amalan-amalan kita apalagi membandingkannya dengan orang lain. Meskipun percayalah, kabar baiknya lagi adalah rahmat dan ridho Allah kepada kita itulah yang pada hakikatnya mengantarkan kita kepada amalan-amalan yang kita lakukan. Kesempatan kita untuk beramal, beribadah, dan melakukan hal-hal baik lainnya, adalah salah satu rahmat dari Allah yang juga harus kita syukuri. Bukankah kita bisa beribadah karena kesehatan dan keimanan yang Allah anugerahkan kepada kita? Bukankah kita bisa bersedekah karena kesehatan dan limpahan rizki yang Allah berikan kepada kita?

Karena tidak terlalu utuh dan fokus menyimak isi ceramah di sesi pertama ini, saya coba mencari sendiri referensi lain terkait tingkatan-tingkatan surga ini. (Sumber diambil dari web RZ dan annida-online.com).

Read the rest of this entry »

Di Balik Layar Lost in Vietnam, Singapore I’m in Love!

Alhamdulillah. Akhirnya ada juga niat dan kesempatan untuk melanjutkan tulisan yang sempat tertunda ini. Postingan ini adalah tulisan terakhir edisi Lost in Vietnam. Hari terakhir perjalanan ini, nyatanya lebih banyak didominasi oleh pengalaman pribadi yang unik dan kocak.

Bandara Than Son Naht

Sekitar pukul 23.30 kami sampai di Bandara Than Son Naht. Agenda selanjutnya adalah menuju ke Singapura sebelum kembali berpulang ke tanah air. Jadwal penerbangan menuju Singapura adalah pukul 07.10 esok hari. Sesuai kesepakatan yang memang telah dibuat sebelumnya, kami berencana bermalam di bandara ini. Namun, bandara ini berbeda dengan KLIA yang punya mushola di dalamnya. Saya yang sudah super ngantuk dan lelah, berasanya udah nggak niat lagi untuk jalan-jalan atau sekadar berkeliling mencari informasi.

Nggak lama kemudian, teman-teman yang berkeliling datang memberi tahu kalau ada spot bagus di salah satu sudut bandara. Dan tempat itu memang oke! Ada beberapa deret kursi kosong yang bisa dipakai untuk berbaring. Bahkan ada dua deret kursi yang menghadap membelakangi jalan orang-orang lewat. Tempat yang cenderung lebih aman untuk cewek seperti saya dan Miss A. Ah, kawan-kawan ini pengertian sekali…

Catatan: Ini adalah tulisan tentang detail perjalanan dan pengalaman penulis yang diulas secara lengkap dan panjang lebar. Untuk referensi perjalanan secara lebih singkat, silakan kunjungi “Rangkuman Perjalanan Lost in Vietnam”😉

Read the rest of this entry »

Laki-Laki Pendiam

Sebenarnya, salah satu alasan saya menulis ini adalah karena saya mendadak jadi kangen sama papa dan adik saya, dua laki-laki yang (dari saya lahir sampai sekarang) menurut saya paling hebat dan paling bisa saya percayai. Laki-laki pendiam itu adalah mereka. Yang sering kali tidak terlalu banyak komentar atau berbagi kisah, tetapi sekali bicara bisa bikin manggut-manggut, atau malah tertawa. Namun ternyata, ada kalanya laki-laki pendiam berlaku juga untuk semua laki-laki di dunia ini. Iya kah?

Sebagai perempuan yang sejak kuliah sampai kerja sekarang ini selalu didominasi oleh lingkungan bermayoritas kaum hawa, ada kalanya sempat merasa penasaran (atau malah takjub) dengan makhluk bernama laki-laki. Pernah suatu ketika ada salah satu teman yang curhat sesuatu, lalu dia merasa kagum dengan tanggapan saya tentang pria. Katanya, “Kok kamu bisa tahu? Kan, temen kamu cewek semua?” Ups, benar juga. Kok bisa tahu, ya? Lalu belakangan jadi kepikiran.

Jawabannya ternyata datang dari papa dan adik saya. Dua orang ini cukup mewakili dan memberi saya pelajaran penting, bagaimana sifat dan cara pandang laki-laki pada umumnya. Selain itu, pencerahan juga datang dari kejadian-kejadian di masa lalu, yaitu ketika saya masih ‘bebas’ bergaul dengan laki-laki akibat ketidaktahuan dan kejahiliyahan di masa itu. Tak lupa, terima kasih pula untuk berbagai kisah menarik yang sering saya dengar lewat curahan hati teman-teman engineer cewek yang cenderung ‘dikelilingi’ banyak pria, atau teman-teman lain yang kuliah dan bekerja di lingkungan bermayoritas pria.

Laki-laki pendiam. Yap, pendiam yang dimaksud di sini lebih kepada bagaimana reaksi mereka ketika mendapat suatu masalah. Dan jujur, ini adalah salah satu sifat yang membuat saya takjub dengan makhluk satu itu.

Read the rest of this entry »

Bukan Demi Pundi-Pundi

Sekarang ini, bisnis online sedang cukup populer. Saya masih ingat ketika pertama kali memutuskan untuk turut serta terjun di dalamnya hampir satu tahun yang lalu. Tidak berani “jalan sendiri”, akhirnya sempat mengajak teman sana-sini untuk bekerja sama. Namun, kesulitan membagi ruang dan waktu sering menjadi alasan klise hingga akhirnya rencana hanya tinggal rencana. Sampai akhirnya bertemulah dengan partner yang paling memungkinkan diajak kerja sama.

Waktu itu usai jam pulang kantor. Kami berdua mampir ke mall dekat kantor sekalian makan malam bersama. Saya masih ingat menu apa yang kami pesan. Mie hot plate. Di situ kami mulai berbincang. Kami memilih untuk menjual produk-produk muslimah, seperti khimar, gamis, atau apapun yang bersifat syar’i. Fokus pertama adalah pada khimar segiempat setelah kami tentukan supliernya. Tak lupa kami pun memilih nama untuk olshop kami. Pada akhirnya, nama “Purika” pun terpilih, singkatan alay dari Putri dan Etika.

Read the rest of this entry »

Karena Aku Sibuk

Waktu ibarat pedang. Jika engkau tidak menebasnya, ialah yang akan menebasmu. Dan jiwa yang tidak kau sibukkan dalam kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan. (Imam Syafi’i)

Hiks, makjleb banget, ya? Kalau kata Aa Gym yang juga agak-agak mirip dengan ucapan Imam Syafi’i di atas, “Orang yang tidak sibuk dengan kebaikan akan mudah sibuk dengan kesia-siaan bahkan keburukan”. Na’udzubillah.

Namun, sebenarnya ungkapan sibuk itu terasa kurang pas jika ditujukan untuk diri kita sendiri. Karena sejatinya, kita ini hanyalah sok sibuk. Allah-lah yang Maha Sibuk. Dikutip dari buku Tuhan, Maaf, Saya Sedang Sibuk karya Ahmad Rifa’i Rif’an, kita ini bukan hanya “sok sibuk”, tetapi malah merasa sok sibuk (lebih nggak tahu diri lagi). Kita sering terlambat menghadap Allah, padahal Allah tidak pernah sepersekon pun terlambat memberi kita rizki. Kita sering melalaikan kewajiban, padahal Allah tidak pernah lupa menerbitkan mentari. Setiap saat keburukan kita naik ke langit, tetapi setiap saat itu pula kebaikan Allah selalu tercurah kepada kita. Ya, Allah Maha Sibuk. Karena Allah senantiasa dalam keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rizki, dan lain-lain (yang semua itu mudah saja bagi Allah).

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman [55]: 29)

Read the rest of this entry »

Kajian Islam Tentang Qurban

Menjelang Hari Raya Idul Qurban, tidak ada salahnya kita sama-sama belajar lagi tentang Fiqih Qurban. Berikut adalah rangkuman dari dua kajian di waktu dan tempat yang berbeda, dengan tema yang sama-sama tentang qurban, yaitu (1) Kajian Tauhiid di Masjid Istiqlal Jakarta oleh Ustad Ahmad Sarwat, Lc. MA, dan (2) Kajian Muslimah di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta oleh Ustadzah Sinta Santi, Lc. Saya coba rangkum dan paparkan kembali, semoga bermanfaat🙂

Ketentuan Umum Ibadah Qurban

Arti Qurban atau Al-Udhiyah menurut bahasa adalah kambing yang disembelih pada saat dhuha. Sedangkan arti Qurban atau Al-Udhiyah secara luas adalah sebutan bagi hewan ternak yang disembelih pada hari Idul Adha dan hari Tasyrik dalam rangka mendekatkan diri (taqorruban) kepada Allah SWT. Asal mula ibadah qurban adalah pada zaman Nabi Ibrahim AS seperti yang sudah kita semua ketahui kisahnya. Keutamaan berqurban terangkum dalam salah satu hadist Rasulullah SAW, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban).” (HR. Tirmidzi).

Adapun hukum berqurban ini menurut jumhur ulama adalah Sunnah Muakkad alias sunnah yang paling dianjurkan (hingga mendekati hukum wajib), sedangkan menurut Abu Hanifah adalah wajib bagi yang lapang (mampu). Hadistnya adalah: “Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah, Al Hakim, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani). Namun, ada pula pendapat menurut Imam Syafi’i  yaitu bahwa ibadah qurban hukumnya Sunnah Kifayah, atau dalam arti jika dalam satu keluarga sudah ada yang menyembelih, anggota keluarga yang lain sudah tidak wajib menyembelih lagi (bukan dihitung per orang melainkan per keluarga).

Read the rest of this entry »

Makanan Halal: Was-was di Negara Sendiri

Dari segi ilmu gizi, makanan yang baik adalah makanan yang mengandung zat gizi yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh; sehat (tidak berisiko menimbulkan atau memperparah penyakit); dan aman (bebas dari sumber kontaminan fisik [benda asing seperti batu, rambut, debu, dsb.], kimia [racun atau toksik], maupun biologis [mikroba patogen]). Namun, dari sisi akidah agama Islam, makanan yang baik adalah makanan yang halal. Halal di sini mencakup halal kandungan zatnya maupun halal dalam mendapatkannya. Adapun tulisan ini akan lebih berfokus tentang halal kandungan zatnya.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah [5]: 3)

Dari segi akidah, kita sebagai hamba sudah sepatutnya mengikuti dan menaati perintah Allah tersebut, tanpa perlu mencari tahu lebih lanjut alasan mengapa perintah dan larangan itu diturunkan. Namun, tabiat manusia modern saat ini cenderung selalu membutuhkan penjelasan logis. Oleh sebab itu, sisi kesehatan pun pada akhirnya mampu menyumbang sedikit jawaban, yaitu karena mereka itu buruk, tidak sehat, dan membahayakan bagi kita. Meskipun pada hakikatnya jawaban ini pun sudah ada di dalam Al-Qur’an, “…dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik serta mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al-A’raf [7]: 157).

Jadi, segala yang haram sudah jelas PASTI buruk, sebab itulah diharamkan. Masihkah meragu?

Read the rest of this entry »

Memories In Dieng (2)

Puncak Sikunir

Tepat pukul 04.00 kami sudah keluar penginapan dan bertemu mas-mas melankolis (pasang emoticon lope-lope lagi). Masnya baik banget, deh. Sempet-sempetnya pula nawarin teh manis hangat segala. Sambil bantu keluarin motor, eh ujung-ujungnya si doi malah terkesan khawatir sama kami gitu. Pasalnya, hari ini pengunjung memang sedang terbilang sepi. Jadi, saat itu kami bener-bener pergi berdua doang, nggak ada rombongan lain. Si doi juga sempet care gitu nanyain “Berani, Mbak?”, “Nggak papa, Mbak?”, sampai “Nanti kalau ada apa-apa langsung telepon aja ya, Mbak,” aw-aw-aw… Hihihi.

Puncak Sikunir

Puncak Sikunir. Pose andalan kami saat bersama❤

Dengan motor bebek ini, saya dan si dia berboncengan; of course dia yang nyetir karena badannya yang jauh lebih gede (baca: tinggi) plus lebih ahli. Kami pikir, jam 4 pagi itu sudah ada tanda-tanda kehidupan, loh. Tapi, ternyata kami salah besar!

Read the rest of this entry »

« Older entries