Laki-Laki Pendiam

Sebenarnya, salah satu alasan saya menulis ini adalah karena saya mendadak jadi kangen sama papa dan adik saya, dua laki-laki yang (dari saya lahir sampai sekarang) menurut saya paling hebat dan paling bisa saya percayai. Laki-laki pendiam itu adalah mereka. Yang sering kali tidak terlalu banyak komentar atau berbagi kisah, tetapi sekali bicara bisa bikin manggut-manggut, atau malah tertawa. Namun ternyata, ada kalanya laki-laki pendiam berlaku juga untuk semua laki-laki di dunia ini. Iya kah?

Sebagai perempuan yang sejak kuliah sampai kerja sekarang ini selalu didominasi oleh lingkungan bermayoritas kaum hawa, ada kalanya sempat merasa penasaran (atau malah takjub) dengan makhluk bernama laki-laki. Pernah suatu ketika ada salah satu teman yang curhat sesuatu, lalu dia merasa kagum dengan tanggapan saya tentang pria. Katanya, “Kok kamu bisa tahu? Kan, temen kamu cewek semua?” Ups, benar juga. Kok bisa tahu, ya? Lalu belakangan jadi kepikiran.

Jawabannya ternyata datang dari papa dan adik saya. Dua orang ini cukup mewakili dan memberi saya pelajaran penting, bagaimana sifat dan cara pandang laki-laki pada umumnya. Selain itu, pencerahan juga datang dari kejadian-kejadian di masa lalu, yaitu ketika saya masih ‘bebas’ bergaul dengan laki-laki akibat ketidaktahuan dan kejahiliyahan di masa itu. Tak lupa, terima kasih pula untuk berbagai kisah menarik yang sering saya dengar lewat curahan hati teman-teman engineer cewek yang cenderung ‘dikelilingi’ banyak pria, atau teman-teman lain yang kuliah dan bekerja di lingkungan bermayoritas pria.

Laki-laki pendiam. Yap, pendiam yang dimaksud di sini lebih kepada bagaimana reaksi mereka ketika mendapat suatu masalah. Dan jujur, ini adalah salah satu sifat yang membuat saya takjub dengan makhluk satu itu.

Baca entri selengkapnya »

Bukan Demi Pundi-Pundi

Sekarang ini, bisnis online sedang cukup populer. Saya masih ingat ketika pertama kali memutuskan untuk turut serta terjun di dalamnya hampir satu tahun yang lalu. Tidak berani “jalan sendiri”, akhirnya sempat mengajak teman sana-sini untuk bekerja sama. Namun, kesulitan membagi ruang dan waktu sering menjadi alasan klise hingga akhirnya rencana hanya tinggal rencana. Sampai akhirnya bertemulah dengan partner yang paling memungkinkan diajak kerja sama.

Waktu itu usai jam pulang kantor. Kami berdua mampir ke mall dekat kantor sekalian makan malam bersama. Saya masih ingat menu apa yang kami pesan. Mie hot plate. Di situ kami mulai berbincang. Kami memilih untuk menjual produk-produk muslimah, seperti khimar, gamis, atau apapun yang bersifat syar’i. Fokus pertama adalah pada khimar segiempat setelah kami tentukan supliernya. Tak lupa kami pun memilih nama untuk olshop kami. Pada akhirnya, nama “Purika” pun terpilih, singkatan alay dari Putri dan Etika.

Baca entri selengkapnya »

Karena Aku Sibuk

Waktu ibarat pedang. Jika engkau tidak menebasnya, ialah yang akan menebasmu. Dan jiwa yang tidak kau sibukkan dalam kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan. (Imam Syafi’i)

Hiks, makjleb banget, ya? Kalau kata Aa Gym yang juga agak-agak mirip dengan ucapan Imam Syafi’i di atas, “Orang yang tidak sibuk dengan kebaikan akan mudah sibuk dengan kesia-siaan bahkan keburukan”. Na’udzubillah.

Namun, sebenarnya ungkapan sibuk itu terasa kurang pas jika ditujukan untuk diri kita sendiri. Karena sejatinya, kita ini hanyalah sok sibuk. Allah-lah yang Maha Sibuk. Dikutip dari buku Tuhan, Maaf, Saya Sedang Sibuk karya Ahmad Rifa’i Rif’an, kita ini bukan hanya “sok sibuk”, tetapi malah merasa sok sibuk (lebih nggak tahu diri lagi). Kita sering terlambat menghadap Allah, padahal Allah tidak pernah sepersekon pun terlambat memberi kita rizki. Kita sering melalaikan kewajiban, padahal Allah tidak pernah lupa menerbitkan mentari. Setiap saat keburukan kita naik ke langit, tetapi setiap saat itu pula kebaikan Allah selalu tercurah kepada kita. Ya, Allah Maha Sibuk. Karena Allah senantiasa dalam keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rizki, dan lain-lain (yang semua itu mudah saja bagi Allah).

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman [55]: 29)

Baca entri selengkapnya »

Kajian Islam Tentang Qurban

Menjelang Hari Raya Idul Qurban, tidak ada salahnya kita sama-sama belajar lagi tentang Fiqih Qurban. Berikut adalah rangkuman dari dua kajian di waktu dan tempat yang berbeda, dengan tema yang sama-sama tentang qurban, yaitu (1) Kajian Tauhiid di Masjid Istiqlal Jakarta oleh Ustad Ahmad Sarwat, Lc. MA, dan (2) Kajian Muslimah di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta oleh Ustadzah Sinta Santi, Lc. Saya coba rangkum dan paparkan kembali, semoga bermanfaat🙂

Ketentuan Umum Ibadah Qurban

Arti Qurban atau Al-Udhiyah menurut bahasa adalah kambing yang disembelih pada saat dhuha. Sedangkan arti Qurban atau Al-Udhiyah secara luas adalah sebutan bagi hewan ternak yang disembelih pada hari Idul Adha dan hari Tasyrik dalam rangka mendekatkan diri (taqorruban) kepada Allah SWT. Asal mula ibadah qurban adalah pada zaman Nabi Ibrahim AS seperti yang sudah kita semua ketahui kisahnya. Keutamaan berqurban terangkum dalam salah satu hadist Rasulullah SAW, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban).” (HR. Tirmidzi).

Adapun hukum berqurban ini menurut jumhur ulama adalah Sunnah Muakkad alias sunnah yang paling dianjurkan (hingga mendekati hukum wajib), sedangkan menurut Abu Hanifah adalah wajib bagi yang lapang (mampu). Hadistnya adalah: “Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah, Al Hakim, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani). Namun, ada pula pendapat menurut Imam Syafi’i  yaitu bahwa ibadah qurban hukumnya Sunnah Kifayah, atau dalam arti jika dalam satu keluarga sudah ada yang menyembelih, anggota keluarga yang lain sudah tidak wajib menyembelih lagi (bukan dihitung per orang melainkan per keluarga).

Baca entri selengkapnya »

Makanan Halal: Was-was di Negara Sendiri

Dari segi ilmu gizi, makanan yang baik adalah makanan yang mengandung zat gizi yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh; sehat (tidak berisiko menimbulkan atau memperparah penyakit); dan aman (bebas dari sumber kontaminan fisik [benda asing seperti batu, rambut, debu, dsb.], kimia [racun atau toksik], maupun biologis [mikroba patogen]). Namun, dari sisi akidah agama Islam, makanan yang baik adalah makanan yang halal. Halal di sini mencakup halal kandungan zatnya maupun halal dalam mendapatkannya. Adapun tulisan ini akan lebih berfokus tentang halal kandungan zatnya.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah [5]: 3)

Dari segi akidah, kita sebagai hamba sudah sepatutnya mengikuti dan menaati perintah Allah tersebut, tanpa perlu mencari tahu lebih lanjut alasan mengapa perintah dan larangan itu diturunkan. Namun, tabiat manusia modern saat ini cenderung selalu membutuhkan penjelasan logis. Oleh sebab itu, sisi kesehatan pun pada akhirnya mampu menyumbang sedikit jawaban, yaitu karena mereka itu buruk, tidak sehat, dan membahayakan bagi kita. Meskipun pada hakikatnya jawaban ini pun sudah ada di dalam Al-Qur’an, “…dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik serta mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al-A’raf [7]: 157).

Jadi, segala yang haram sudah jelas PASTI buruk, sebab itulah diharamkan. Masihkah meragu?

Baca entri selengkapnya »

Memories In Dieng (2)

Puncak Sikunir

Tepat pukul 04.00 kami sudah keluar penginapan dan bertemu mas-mas melankolis (pasang emoticon lope-lope lagi). Masnya baik banget, deh. Sempet-sempetnya pula nawarin teh manis hangat segala. Sambil bantu keluarin motor, eh ujung-ujungnya si doi malah terkesan khawatir sama kami gitu. Pasalnya, hari ini pengunjung memang sedang terbilang sepi. Jadi, saat itu kami bener-bener pergi berdua doang, nggak ada rombongan lain. Si doi juga sempet care gitu nanyain “Berani, Mbak?”, “Nggak papa, Mbak?”, sampai “Nanti kalau ada apa-apa langsung telepon aja ya, Mbak,” aw-aw-aw… Hihihi.

Puncak Sikunir

Puncak Sikunir. Pose andalan kami saat bersama❤

Dengan motor bebek ini, saya dan si dia berboncengan; of course dia yang nyetir karena badannya yang jauh lebih gede (baca: tinggi) plus lebih ahli. Kami pikir, jam 4 pagi itu sudah ada tanda-tanda kehidupan, loh. Tapi, ternyata kami salah besar!

Baca entri selengkapnya »

Memories In Dieng (1)

Hari libur 17-an begini, mendadak jadi kangen sama seseorang. (Yang sekarang ini hapenya malah lagi rusak dan bikin WA jadi sepi dengan galauan dan gombalan, kkk). Lalu teringatlah perjalanan super berkesan (dan ekstrem) yang pernah kami lalui berdua pada awal April 2016 lalu. Perjalanan ini tadinya akan kami lalui bersama dua orang yang lain. Namun, menjelang hari H hanya kami berdua yang masih tersisa (meskipun sempat maju-mundur jadi pergi atau tidak). Hingga pada akhirnya, untuk perjalanan yang terbilang berat ini, persiapan pun boleh dikata tidak terlalu matang. Bahkan saya baru mulai packing pada H minus beberapa jam!

IMG_20160401_113359

Dua gadis yang tampak kuat di luar, tapi rapuh di dalam :p (Lokasi: hutan di Telaga Warna).

Inilah kami, dua gadis galau yang pada akhirnya melakukan perjalanan berdua saja, demi menghibur diri dan mengalihkan segala beban pikiran di hati. Ibaratnya, saat itu dia sedang galau karena habis ditembak orang dan harus segera kasih jawaban, sementara saya sedang galau karena habis ditolak orang dan harus mengikhlaskan diri. Hahaha, mungkin kabur ke daerah yang tinggi bisa sedikit menguatkan kami yang tengah “terjatuh” ini😀

Baca entri selengkapnya »

Rahasia: Tak Sekadar Jangan Bilang Siapa-Siapa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rahasia adalah (1) sesuatu yang sengaja disembuyikan supaya tidak diketahui orang lain; (2) sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang; (3) sesuatu yang tersembunyi; (4) sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya; dan masih ada beberapa arti yang lain. Ada salah satu quote faforit saya yang pernah diucapkan oleh Vermouth, salah satu tokoh di serial Detective Conan. Katanya, “Secret makes a woman woman” yang maksudnya adalah rahasia akan membuat wanita menjadi wanita. Dan terkadang, kutipan ini ada benarnya juga. Wanita yang penuh rahasia, kadang kala akan terlihat lebih menarik dibandingkan yang tidak.

Namun, di zaman yang semakin modern ini, “password” bisa jadi merupakan salah satu rahasia besar yang kita punya. Begitu kata kunci ini terbuka atas kehendak kita, maka dengan begitu mudah rahasia kita pun bisa tersebar ke mana-mana. Sekali login Facebook, apa yang kita pikirkan dapat langsung diketahui oleh semua orang—berkat kalimat tanya sederhana, “What’s on your mind?” Masuk ke Instagram, kecantikan wajah kita langsung tersebar ke mana-mana lewat keahlian selfie dan aplikasi filter atau beauty yang oke punya. Masuk ke Path, segala macam kegiatan bisa ter-expose. Login Twitter, segala kegalauan hati mulai menumpuk di timeline. Masuk WhatsApp, malah jadi keasyikan curhat dan curcol sana-sini. Buka WordPress, malah kelupaan nulis buku harian. Belum lagi Foursquare atau aplikasi penanda lokasi yang juga terhubung ke media sosial lain; yang turut serta membeberkan lokasi-lokasi yang tengah atau pernah kita singgahi.

Jadi, jika semua hal telah tertuang di dalam sana, rahasia seperti apa yang tersisa di dalam sini? (menatap cermin dan bicara pada diri sendiri).

Baca entri selengkapnya »

Relawan Sahabat Gizi Indonesia 2016

Sekitar akhir Februari 2016 lalu, mendadak saya merasa begitu “kosong” dan bosan sehingga ingin mencari kegiatan dan pengalaman baru. Saat itulah, saya menemukan poster pencarian volunteer alias relawan untuk suatu acara bertajuk Sahabat Gizi Indonesia. Ini merupakan suatu kegiatan yang digagas oleh beberapa kelompok pemuda yang berada di bawah naungan Sahabat Guru Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang kesehatan dan gizi kepada para siswa dan siswi di beberapa Sekolah Dasar di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatannya berupa senam sehat, sarapan bergizi, penyuluhan atau edukasi gizi, serta permainan atau games.

Senam pagi. Curi-curi kesempatan ambil foto sambil ikutan senam. Model: partner in crime kesayangan yang lagi mau diajakin normal :p

Senam pagi. Curi-curi kesempatan ambil foto sambil ikutan senam.
Model: partner in crime kesayangan yang lagi mau diajakin normal :p

Penyuluhan yang dilakukan tentu saja tidak jauh-jauh tentang gizi dan kesehatan. Secara umum, materinya adalah tentang pentingnya sarapan, perlunya aktivitas fisik, pentingnya cuci tangan, pengenalan jenis-jenis makanan, dan lain-lain. Adapun games yang dilakukan juga masih berkisar tentang isi penyuluhan tadi, seperti games jaring-jaring, lomba senam sehat, lomba menggiring bola, dan berbagai permainan yang lain. Tujuan games ini selain untuk menyenangkan anak-anak dan memicu mereka untuk melakukan aktivitas fisik, juga untuk memperdalam pemahaman mereka tentang materi penyuluhan yang telah diberikan karena beberapa games juga menyisipkan tanya-jawab atau kuis yang berhubungan dengan materi penyuluhan tadi.

Baca entri selengkapnya »

Apa Kau Melihat Bintang?

Apa kau melihat bintang?

Sesuatu yang berkelip di atas sana

Putih, kuning, oranye

Tak peduli apa warnanya

.

Apa kau melihat bintang?

Sesuatu yang berkedip di selatan sana

Dua cahaya bersisian

Tak peduli seberapa jauh jarak nyatanya

.

Apa kau melihat bintang?

Sesuatu yang mengedip di atas sana

Segitiga jingga bersinar terang

Tak peduli ketiadaan garis penghubungnya

.

Apa kau melihat bintang?

Sesuatu yang mengerlip di barat sana

Titik putih yang nyaris hilang

Tak peduli seberapa besar intensitas cahayanya

.

Tapi,

Bagaimana mungkin kau melihat bintang?

Sedang bintangnya ada di situ

Melekat erat dalam dirimu

.

 

Sabtu, 6 Agustus 2016

Langit Jakarta terindah yang pernah kulihat

estEtika

« Older entries