Makanan Halal: Was-was di Negara Sendiri

Dari segi ilmu gizi, makanan yang baik adalah makanan yang mengandung zat gizi yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh; sehat (tidak berisiko menimbulkan atau memperparah penyakit); dan aman (bebas dari sumber kontaminan fisik [benda asing seperti batu, rambut, debu, dsb.], kimia [racun atau toksik], maupun biologis [mikroba patogen]). Namun, dari sisi akidah agama Islam, makanan yang baik adalah makanan yang halal. Halal di sini mencakup halal kandungan zatnya maupun halal dalam mendapatkannya. Adapun tulisan ini akan lebih berfokus tentang halal kandungan zatnya.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah [5]: 3)

Dari segi akidah, kita sebagai hamba sudah sepatutnya mengikuti dan menaati perintah Allah tersebut, tanpa perlu mencari tahu lebih lanjut alasan mengapa perintah dan larangan itu diturunkan. Namun, tabiat manusia modern saat ini cenderung selalu membutuhkan penjelasan logis. Oleh sebab itu, sisi kesehatan pun pada akhirnya mampu menyumbang sedikit jawaban, yaitu karena mereka itu buruk, tidak sehat, dan membahayakan bagi kita. Meskipun pada hakikatnya jawaban ini pun sudah ada di dalam Al-Qur’an, “…dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik serta mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al-A’raf [7]: 157).

Jadi, segala yang haram sudah jelas PASTI buruk, sebab itulah diharamkan. Masihkah meragu?

Baca entri selengkapnya »

Memories In Dieng (2)

Puncak Sikunir

Tepat pukul 04.00 kami sudah keluar penginapan dan bertemu mas-mas melankolis (pasang emoticon lope-lope lagi). Masnya baik banget, deh. Sempet-sempetnya pula nawarin teh manis hangat segala. Sambil bantu keluarin motor, eh ujung-ujungnya si doi malah terkesan khawatir sama kami gitu. Pasalnya, hari ini pengunjung memang sedang terbilang sepi. Jadi, saat itu kami bener-bener pergi berdua doang, nggak ada rombongan lain. Si doi juga sempet care gitu nanyain “Berani, Mbak?”, “Nggak papa, Mbak?”, sampai “Nanti kalau ada apa-apa langsung telepon aja ya, Mbak,” aw-aw-aw… Hihihi.

Puncak Sikunir

Puncak Sikunir. Pose andalan kami saat bersama❤

Dengan motor bebek ini, saya dan si dia berboncengan; of course dia yang nyetir karena badannya yang jauh lebih gede (baca: tinggi) plus lebih ahli. Kami pikir, jam 4 pagi itu sudah ada tanda-tanda kehidupan, loh. Tapi, ternyata kami salah besar!

Baca entri selengkapnya »

Memories In Dieng (1)

Hari libur 17-an begini, mendadak jadi kangen sama seseorang. (Yang sekarang ini hapenya malah lagi rusak dan bikin WA jadi sepi dengan galauan dan gombalan, kkk). Lalu teringatlah perjalanan super berkesan (dan ekstrem) yang pernah kami lalui berdua pada awal April 2016 lalu. Perjalanan ini tadinya akan kami lalui bersama dua orang yang lain. Namun, menjelang hari H hanya kami berdua yang masih tersisa (meskipun sempat maju-mundur jadi pergi atau tidak). Hingga pada akhirnya, untuk perjalanan yang terbilang berat ini, persiapan pun boleh dikata tidak terlalu matang. Bahkan saya baru mulai packing pada H minus beberapa jam!

IMG_20160401_113359

Dua gadis yang tampak kuat di luar, tapi rapuh di dalam :p (Lokasi: hutan di Telaga Warna).

Inilah kami, dua gadis galau yang pada akhirnya melakukan perjalanan berdua saja, demi menghibur diri dan mengalihkan segala beban pikiran di hati. Ibaratnya, saat itu dia sedang galau karena habis ditembak orang dan harus segera kasih jawaban, sementara saya sedang galau karena habis ditolak orang dan harus mengikhlaskan diri. Hahaha, mungkin kabur ke daerah yang tinggi bisa sedikit menguatkan kami yang tengah “terjatuh” ini😀

Baca entri selengkapnya »

Rahasia: Tak Sekadar Jangan Bilang Siapa-Siapa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rahasia adalah (1) sesuatu yang sengaja disembuyikan supaya tidak diketahui orang lain; (2) sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang; (3) sesuatu yang tersembunyi; (4) sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya; dan masih ada beberapa arti yang lain. Ada salah satu quote faforit saya yang pernah diucapkan oleh Vermouth, salah satu tokoh di serial Detective Conan. Katanya, “Secret makes a woman woman” yang maksudnya adalah rahasia akan membuat wanita menjadi wanita. Dan terkadang, kutipan ini ada benarnya juga. Wanita yang penuh rahasia, kadang kala akan terlihat lebih menarik dibandingkan yang tidak.

Namun, di zaman yang semakin modern ini, “password” bisa jadi merupakan salah satu rahasia besar yang kita punya. Begitu kata kunci ini terbuka atas kehendak kita, maka dengan begitu mudah rahasia kita pun bisa tersebar ke mana-mana. Sekali login Facebook, apa yang kita pikirkan dapat langsung diketahui oleh semua orang—berkat kalimat tanya sederhana, “What’s on your mind?” Masuk ke Instagram, kecantikan wajah kita langsung tersebar ke mana-mana lewat keahlian selfie dan aplikasi filter atau beauty yang oke punya. Masuk ke Path, segala macam kegiatan bisa ter-expose. Login Twitter, segala kegalauan hati mulai menumpuk di timeline. Masuk WhatsApp, malah jadi keasyikan curhat dan curcol sana-sini. Buka WordPress, malah kelupaan nulis buku harian. Belum lagi Foursquare atau aplikasi penanda lokasi yang juga terhubung ke media sosial lain; yang turut serta membeberkan lokasi-lokasi yang tengah atau pernah kita singgahi.

Jadi, jika semua hal telah tertuang di dalam sana, rahasia seperti apa yang tersisa di dalam sini? (menatap cermin dan bicara pada diri sendiri).

Baca entri selengkapnya »

Relawan Sahabat Gizi Indonesia 2016

Sekitar akhir Februari 2016 lalu, mendadak saya merasa begitu “kosong” dan bosan sehingga ingin mencari kegiatan dan pengalaman baru. Saat itulah, saya menemukan poster pencarian volunteer alias relawan untuk suatu acara bertajuk Sahabat Gizi Indonesia. Ini merupakan suatu kegiatan yang digagas oleh beberapa kelompok pemuda yang berada di bawah naungan Sahabat Guru Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang kesehatan dan gizi kepada para siswa dan siswi di beberapa Sekolah Dasar di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatannya berupa senam sehat, sarapan bergizi, penyuluhan atau edukasi gizi, serta permainan atau games.

Senam pagi. Curi-curi kesempatan ambil foto sambil ikutan senam. Model: partner in crime kesayangan yang lagi mau diajakin normal :p

Senam pagi. Curi-curi kesempatan ambil foto sambil ikutan senam.
Model: partner in crime kesayangan yang lagi mau diajakin normal :p

Penyuluhan yang dilakukan tentu saja tidak jauh-jauh tentang gizi dan kesehatan. Secara umum, materinya adalah tentang pentingnya sarapan, perlunya aktivitas fisik, pentingnya cuci tangan, pengenalan jenis-jenis makanan, dan lain-lain. Adapun games yang dilakukan juga masih berkisar tentang isi penyuluhan tadi, seperti games jaring-jaring, lomba senam sehat, lomba menggiring bola, dan berbagai permainan yang lain. Tujuan games ini selain untuk menyenangkan anak-anak dan memicu mereka untuk melakukan aktivitas fisik, juga untuk memperdalam pemahaman mereka tentang materi penyuluhan yang telah diberikan karena beberapa games juga menyisipkan tanya-jawab atau kuis yang berhubungan dengan materi penyuluhan tadi.

Baca entri selengkapnya »

Apa Kau Melihat Bintang?

Apa kau melihat bintang?

Sesuatu yang berkelip di atas sana

Putih, kuning, oranye

Tak peduli apa warnanya

.

Apa kau melihat bintang?

Sesuatu yang berkedip di selatan sana

Dua cahaya bersisian

Tak peduli seberapa jauh jarak nyatanya

.

Apa kau melihat bintang?

Sesuatu yang mengedip di atas sana

Segitiga jingga bersinar terang

Tak peduli ketiadaan garis penghubungnya

.

Apa kau melihat bintang?

Sesuatu yang mengerlip di barat sana

Titik putih yang nyaris hilang

Tak peduli seberapa besar intensitas cahayanya

.

Tapi,

Bagaimana mungkin kau melihat bintang?

Sedang bintangnya ada di situ

Melekat erat dalam dirimu

.

 

Sabtu, 6 Agustus 2016

Langit Jakarta terindah yang pernah kulihat

estEtika

Kenangan Manis Soto Ngawi, Margonda-Depok

Selamat datang di rubrik baru! Hihihi, di rubrik Jelajah Rasa ini, saya akan coba berbagi info tentang hidangan dan kuliner yang pernah saya icip. Tidak hanya sekadar icip, tetapi kuliner di rubrik ini adalah beberapa kuliner yang berkesan bagi saya, yaitu selain karena cerita dan kenangan yang melatarbelakanginya (hahaha), tetapi juga rasanya yang sangat enak dan membekas di lidah hingga sampai ke hati :p

Jalan Margonda, Depok, memang salah satu surganya kuliner. Tidak hanya jenisnya yang beragam dan rasanya yang enak, rata-rata harganya juga disesuaikan dengan kantong mahasiswa (meskipun dulu saat masih mahasiswa jarang banget wisata kuliner karena lebih memilih warteg atau masak sendiri, hahaha). Sekarang ini, tempat makan atau nongkrong menjadi semakin beragam lagi. Mulai dari warung makan yang menjual hidangan utama, warung kopi, hidangan penutup atau kudapan, sampai camilan padat kalori seperti es krim, cake, susu, dan lain-lain.

Salah satu tempat makan yang pernah saya kunjungi adalah warung Soto Ngawi. Tempatnya berada di seberang Universitas Gunadarma, atau sebelah selatan Gang Kapuk. Kabarnya sih, tempat makan ini sudah ada sejak 10 tahun lalu, dan masih ada juga sampai sekarang. Menu yang ditawarkan adalah Soto Ngawi dan Soto Betawi dengan aneka pilihan isi (ayam, ayam kampung, daging sapi, kikil), Tongseng, Sop dengan aneka pilihan isi pula (ayam, ayam kampung, sapi, iga, kambing, kikil), Ayam Bakar atau Goreng, Ayam Penyet, dan lain-lain. Namun, sebagai penggemar masakan berkuah, saya telanjur jatuh cinta dengan hidangan Soto Ngawi-nya. Yummy! :9

Soto Ngawi Ayam Kampung. (Pic by @bhetsyangelina)

Soto Ngawi Ayam Kampung.
(Pic by @bhetsyangelina)

Baca entri selengkapnya »

Alasan Dia Pergi

The reason why God allowed him to walk away is because you prayed for a good man, and he wasn’t.”

IMG-20160504-WA0006

Kutipan tersebut pernah dikirimkan salah satu teman ketika saya patah hati. (Ceilee, Alhamdulillah pernah patah hati jugaaa, hahaha). Awalnya sih berasa terhibur banget. Jadi lebih menerima takdir yang emang nggak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Jadi berasa lebih ikhlas dan plong juga melepaskan seseorang yang bisa jadi memang tidak pernah tertulis untuk kita.

Namun, belakangan ini kutipan itu jadi cukup mengganggu saya. Terasa ada yang janggal. Pernah nggak, terpikir untuk membalik kata-kata itu untuk menampar diri kita sendiri?

The reason why God allowed him to walk away is because he prayed for a good woman, and you weren’t.

Jleb!!

Baca entri selengkapnya »

Di Balik Layar Lost in Vietnam, Ho Chi Minh I’m (Still) in Love!

Masih di Mui Ne

Saya baru saja tidur selama satu jam, ketika tiba-tiba pintu kamar kami diketuk. Jadwal keberangkatan bus adalah pukul 02.30, tapi entah kenapa seruan dari luar sana mengatakan bahwa bus sudah datang. Padahal saat itu jam masih menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Saat itu saya sempat tidak percaya dan kembali menarik selimut alias lanjutkan mimpi indah. But, ketukan semakin keras dan mulai tak sabar. Sadar akan situasi yang mendesak, akhirnya saya dan Miss A buru-buru berkemas. Beruntung barang-barang sudah rapi masuk ke dalam ransel meskipun tetap saja menyisakan beberapa barang “siap pakai” yang masih berceceran di luar. Buru-buru, saat itu saya pun tidak sempat ganti baju (apalagi dandan untuk menyamarkan muka bantal ini, hahaha) dan hanya mengenakan baju tidur yang dibalut jaket, kerudung, dan rok seadanya. Benar-benar seperti tentara yang disuruh segera apel!

Back to Ho Chi Minh (dokumen pribadi).

Back to Ho Chi Minh (dokumen pribadi).

Memalukan. Ternyata bukan bus yang datang, tetapi mobil travel yang di dalamnya sudah menunggu bule-bule yang juga akan naik bus. Rupanya, kasusnya sama seperti saat kami di Ho Chi Minh beberapa hari lalu, yaitu kami diantar terlebih dahulu ke tempat pemberangkatan bus dengan menggunakan mobil travel ini. Pantas saja mereka datang menjemput lebih cepat. Saat itu saya masih merasa kalau nyawa ini belum sepenuhnya berkumpul. Bahkan saat bus kami akhirnya datang, saya sudah tidak bernafsu lagi untuk pilih-pilih tempat tidur. (Saat awal naik sleeper bus ini kan berasa semangat banget pengen ngerasain tidur di kasur bagian atas, kkk). Begitu ada kasur kosong di bagian bawah, langsung blek, lanjut tiduuuur…

Catatan: Ini adalah tulisan tentang detail perjalanan dan pengalaman penulis yang diulas secara lengkap dan panjang lebar. Untuk referensi perjalanan secara lebih singkat, silakan kunjungi “Rangkuman Perjalanan Lost in Vietnam”😉

Baca entri selengkapnya »

Tentang Yang Pergi

“I’ve always been afraid of losing people I love, but sometimes I keep asking myself: Is there anyone who is afraid of losing me?”

Kutipan ini mungkin agak cocok dengan keadaan saat ini. Karena hari ini, lagi-lagi aku kembali menyadari, bahwa aku bakal kehilangan satu orang lagi yang cukup berarti. Kehilangan untuk terpisah akan jarak, tak lagi bisa saling sapa, bercanda, dan tertawa secara langsung, apalagi untuk sama-sama mengisi akhir pekan dengan pergi bersama.

Salah satu anugerah terindah dalam hidup adalah memiliki sahabat-sahabat baik yang saling menasehati dan menolong dalam kebaikan. Sahabat yang senantiasa mengingatkan kita akan Allah, akan akhirat, akan nikmatnya bersatu kembali di Jannah-Nya kelak. Sahabat yang membuat kita semakin baik, yang dengan bicara atau bertemu dengannya, tidak lain dan tidak bukan hanya kebaikan yang jadi tujuan. Dan jiwa-jiwa yang sehati (sama-sama baik) akan cenderung menarik jiwa-jiwa yang sejenis untuk terus bersama-sama. Maka tak heran, sahabat kita adalah cerminan diri kita.

Sayangnya, kebersamaan di dunia memang hanya sementara…

Baca entri selengkapnya »

« Older entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.