Rangkuman Perjalanan Lost in Vietnam

Salah satu foto candid dan momen faforit saya, yaitu saat kami "menggelandang" dan berjalan kaki mengitari kota Saigon (Ho Chi Minh). Captured and owned by one of our friend, Mister U. Thanks for a nice pict ^^

Salah satu foto candid dan momen faforit saya, yaitu saat kami “menggelandang” dan berjalan kaki mengitari kota Saigon (Ho Chi Minh).
Captured and owned by one of our friend, Mister U. Thanks for a nice pict ^^

Ini adalah rangkuman perjalanan selama 6 hari pada pertengahan Maret 2016 lalu, dengan rute persinggahan MalaysiaVietnam (Ho Chi Minh, Dalat, Mui Ne)—Singapura. Kami pergi berlima, dua orang cewek dan tiga orang cowok. Tiket pemberangkatan dibeli dengan harga promo sekitar setahun yang lalu, sedangkan tiket kepulangan baru dibeli sekitar sebulan sebelum hari H. Dari CGK kami berangkat hanya berempat karena seorang lagi menyusul dan langsung bertemu di Vietnam nanti.

Perjalanan menuju bandara CGK saya awali sendiri dari Stasiun Gambir dengan menggunakan Bus Damri bertarif Rp 40.000 selama sekitar satu jam, yaitu berangkat pukul 17.00 dan sampai pada pukul enam lebih. Waktu bording adalah pukul 20.25 sehingga sebenarnya di bandara masih ada waktu untuk shalat, makan, dan santai-santai (tapi kami hanya sempat shalat karena satu dan lain hal). Pesawat yang kami gunakan adalah Air Asia tujuan KLIA.

Hari Pertama, Malaysia

Kami sampai di KLIA menjelang tengah malam. Lapar karena belum sempat makan malam, kami memutuskan makan malam di KFC yang ada di dalam bandara. Menu paket standar, yaitu nasi, paha goreng, dan minum, dipatok seharga 4,6 MYR. Usai makan, kami mencari spot untuk istirahat, yaitu di dalam Mushola yang ada di dekat KFC itu. Di dalam Mushola kami bisa tidur (saat itu tidak terlalu ramai, tapi banyak pula akhwat yang tidur di sana). Ruangan di sini sangat dingin sehingga disarankan menyiapkan jaket dan selimut tipis/kain bali/pashmina.

Baca entri selengkapnya »

Bicara Tentang Baper

Suatu saat ketika masih kuliah, saya merasa tidak enak badan. Akhirnya, saya terpaksa tidak masuk kuliah pagi dan memilih untuk tidur sebentar di kosan. Menjelang siang, tiba-tiba saya merasa sayang untuk melewatkan jam kuliah sore. Karena sudah lebih segar usai istirahat tadi, saya pun memutuskan untuk berangkat kuliah sore.

Pada forum diskusi, beberapa teman sekelompok sempat menanyakan mengapa saya tidak masuk kuliah pagi. Sakit. Bisa jadi jawaban itu terdengar sangat klasik untuk suatu alasan bolos kuliah. Buktinya, saat pembagian tugas kelompok, beberapa anggota tidak terlalu peduli dengan keadaan saya. Sampai akhirnya, tiba-tiba seorang pria berkata, “Dia sama aku aja ngerjain tugas yang gampang. Dia, kan, lagi sakit.”

Baper? Bisa jadi.

Baca entri selengkapnya »

Kajian Tauhiid Bulan November Bersama Aa Gym

Tanggal 8 November 2015 yang lalu, di Masjid istiqlal kembali digelar Kajian Tauhiid yang seperti biasa diisi langsung oleh Aa Gym. Karena datang agak terlambat, saya tidak sempat menyimak paparan ustad yang mengisi sebelumnya, dan hanya sempat mendengarkan pemaparan Aa Gym di bagian akhir acara. Meskipun terbilang terlambat, berikut rangkuman yang saya coba tulis kembali. Siapa tahu bisa sedikit bermanfaat.

Ilmu merupakan salah satu hal yang harus kita miliki. Sebagai umat Islam, tentunya ilmu yang sangat wajib kita miliki adalah ilmu tentang keislaman. Ada 3 macam ilmu islam yang harus dipelajari, yaitu (1) ilmu akidah, (2) ilmu syariat, dan (3) ilmu akhlak.

Ilmu akidah merupakan ilmu yang bertujuan sebagai pegangan hidup. Ilmu akidah ini akan mengantarkan seseorang kepada keimanan. Ilmu akidah ini diibaratkan dengan contoh berikut. Saat kita akan pergi ke Bandung dari Jakarta, tentu ada bermacam kendaraan yang bisa kita pilih sebagai “pegangan” dalam perjalanan kita. Ada bus, kereta, motor, mobil, atau mungkin dengan kaki sendiri. Kendaraan itu yang diibaratkan sebagai ilmu akidah. Karena tanpa kendaraan tersebut, mustahil rasanya kita bisa sampai ke tempat tujuan. Sama seperti tujuan kita menuju ridho-Nya, kita tentu perlu suatu “kendaraan” bernama akidah. Ilmu akidah ini tercermin dalam enam rukun iman. Tidak hanya sekadar hapal, tetapi juga memahami dan mengimani di dalam hati, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca entri selengkapnya »

CimoryRiverside yang Tak Sesuai Harapan dan Taman Matahari yang Gagal!

Sejak kuliah dan berkenalan dekat dengan salah satu teman dari seberang pulau, kupikir hanya saat bersamanya akan terjadi banyak kekonyolan. Namun, ternyata tidak demikian karena setelah kerja dan berkenalan dekat lagi dengan salah satu teman dari daerah “timur”, kekonyolan juga masih sering terjadi.

Karena sama-sama perantau yang hampir selalu bosan di tiap akhir pekan jika hanya mendekam di dalam kamar, Jumat itu secara mendadak kami memutuskan untuk jalan-jalan esok harinya. Mendadak. Tujuannya adalah Bogor, yang anggap saja terjangkau dan murah meriah untuk kami yang sedang super hemat. Karena saat itu di Instagram sedang cukup tren foto-foto di CimoryRiverside, mendadak kami pun memutuskan ke sana.

Bahkan sejak awal janjian pun kami sudah terbilang konyol. Jam 7 pagi, tapi bukan untuk ketemu, melainkan untuk sama-sama masuk ke kamar mandi. Yah, begitulah kami. Janjian yang cukup unik, bukan? Anggap saja iya.

Baca entri selengkapnya »

Bukan Untuk Saling Mencinta

Aku pertama kali bertemu dengannya pada pertengahan tahun 2003. Sayangnya, aku nggak pernah ingat bagaimana momen pertama kali pertemuan dan perkenalan itu. Yang aku ingat, ia adalah anak yang jahil saat itu, tapi juga lucu. Kalau boleh jujur, sebenarnya leluconnya sama sekali nggak lucu. Tapi, entah kenapa aku hampir selalu tertawa saat melihatnya tertawa. Tawanya bagai virus penyakit yang secara cepat langsung menular kepadaku.

Aku nggak begitu ingat momen-momen apa yang mengiringi perjalanan perkenalan kami. Aku hanya ingat momen saat meminta alamat rumah dan nomor teleponnya untuk suatu data. Waktu itu, saat kusodorkan buku itu, ia tengah berdiri di tepi pintu. Tulisannya ternyata jelek. Entah karena terburu-buru atau karena cara menulisnya yang hanya dialasi dengan telapak tangan. Dan aku seolah tak mau tahu, ketika ternyata alasannya adalah karena ia merasa gugup di depanku.

Baca entri selengkapnya »

Seminar Gizi Nasional: Investasi Gizi Sebagai Jawaban Tantangan Kesehatan Indonesia

Hari Sabtu, 31 Oktober 2015 lalu, ada sebuah acara yang digelar di Auditorium RIK UI pukul 09.00–14.00 yang bertajuk Seminar Gizi Nasional: Investasi Gizi Sebagai Jawaban Tantangan Kesehatan Indonesia. Seminar ini diisi oleh dua orang Pembicara Utama, yaitu (1) Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M selaku Menteri Kesehatan Indonesia yang diwakilkan oleh Bapak Anung, tentang Investasi dalam Bidang Gizi Sebagai Komponen Penting dalam Pembangunan di Indonesia; dan (2) Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD selaku Kepala BKKBN yang diwakilkan oleh Ibu Rahayu, tentang Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Bonus Demografi.

Para Panelis dan Moderator pada Seminar Gizi Nasional 2015

Para Panelis dan Moderator pada Seminar Gizi Nasional 2015

Selain itu, ada juga empat orang panelis, yaitu (1) Ir. Doddy Izwardy, MA selaku Direktur Bina Gizi Kemenkes RI, yang memaparkan tentang Strategi Indonesia dalam Pencapaian Target World Health Assembly 2025; (2) Dr. Lily S. Sulistyowati, MM selaku Direktor Pengendalian PTM Dirjen PPPL yang diwakilkan oleh Ibu dr. Lily Banonah Rivai, yang membahas tentang Pencegahan PTM dalam Pendekatan Daur Kehidupan; (3) Safarina Malik, DVM., MS., PhD selaku Perwakilan dari Lembaga Biologimolekuler Eijkman yang memaparkan tentang Interaksi Zat Gizi dan Gen: Suseptibilitas PTM dan Upaya Pencegahannya dari Sudut Nutrigenomik; serta (4) Ir. Lilis Nuraida dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang Pemanfaatan Pangan Fungsional dalam Pencegahan dan Penanggulangan PTM.

Baca entri selengkapnya »

Hikmah Mangkuk Pecah

Ada salah satu mangkuk di lemari saya yang terbilang jarang digunakan. Mangkuk itu dibiarkan tersimpan bersih karena memang hanya digunakan sesekali. Namun suatu hari saya pun menggunakan mangkuk tersebut. Sayangnya, usai makan malam, saya justru tertidur kelelahan dan tidak sempat mencuci mangkuk yang baru saja digunakan itu. Parahnya, esok paginya saya malah keasyikan nyuci baju hingga lupa waktu, dan ujung-ujungnya malah lupa mencuci mangkuk tersebut. Saya biarkan dia kotor, sementara saya berangkat ke kantor. Meninggalkan dia seorang diri.

Sepulangnya dari kantor, barulah saya menyempatkan diri mencuci mangkuk tersebut. Seperti ritual mencuci peralatan makan pada umumnya, setelah diberi air dan dibiarkan basah sebentar, mangkuk itu pun dibersihkan dengan spons lembut yang sudah diberi cairan pencuci piring. Gosok-gosok sebentar, dan setelah merasa nggak ada lagi kotoran yang menempel, mangkuk itu pun siap dibilas. Namun, apa yang terjadi? Tiba-tiba mangkuk itu terlepas dari tangan dan… pecah.

Baca entri selengkapnya »

Kajian Tauhiid Bersama Aa Gym

Masih dalam rangka pemulihan Sindrom Kangen Kuliah, hari ini saya pun terdampar di salah satu acara yang insya Allah bermanfaat ini. Kajian Tauhiid sepertinya dilakukan secara rutin setiap bulan, tetapi baru kali ini saya berkesempatan hadir. Tanggal 11 Oktober kemarin, Kajian Tauhiid ini digelar di Masjid Istiqlal pada pukul 09.00 pagi, yang selain diisi oleh KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, juga diawali dengan pemberian materi oleh KH Wahfiudin Sakam, SE, MBA. Selayaknya kuliah yang selalu diberi tugas, kali ini saya coba memberi tugas kepada diri saya sendiri untuk coba merangkum isi kajian ini. Semoga bermanfaat.

Kajian Tauhiid

Duduk di depan sekaligus di pojok, Aa Gym cuma terlihat dari layar :p

Baca entri selengkapnya »

Bedah Novel dan Talkshow Kepenulisan Novel & Skenario Bersama Asma Nadia

Belakangan ini saya sedang mengalami Sindrom Kangen Kuliah. Lucunya, hal yang paling saya kangenin adalah momen saat ujian, termasuk serba-serbi persiapan menjelang ujian itu sendiri, seperti berburu bahan ujian, berantem sama Abang fotokopian, tanya sana-sini materi yang nggak ngerti, belajar dan berbingung-bingung ria berjamaah, sampai belajar sendirian semalam suntuk yang berakhir dengan sebuah kata yang mengenaskan: ketiduran. Saya juga kangen momen-momen saat dosen menerangkan sesuatu di depan kelas. Saya juga rindu mengerjakan tugas yang deadline-nya selalu saja sempit. Tugas yang paling mengerikan sekaligus berkesan adalah Laprak alias Laporan Praktikum. Yak, intinya adalah, saya kangen berpikir dan menggunakan otak saya.

Para MC dan Pembicara Acara Bedah Novel dan Talkshow Kepenulisan Novel & Skenario Bersama Asma Nadia

Para MC dan Pembicara Acara Bedah Novel dan Talkshow Kepenulisan Novel & Skenario Bersama Asma Nadia

Sebagai pelarian, saya pun coba mencari beberapa acara yang berbau kuliah, seperti Kajian, Seminar, Talkshow, dan sejenisnya di berbagai media sosial, tentunya dengan waktu dan lokasi yang bersahabat untuk saya datangi sendiri. Dan, viola! Inilah salah satu acara yang saya datangi hari ini. Bedah Novel “Love Sparks in Korea” dan Talkshow Kepenulisan Novel dan Skenario bersama Asma Nadia. Acaranya digelar di Gramedia Matraman tanggal 10 Oktober pukul 15.30 tadi. Selain mbak Asma Nadia, acara ini juga diisi dan dimeriahkan oleh Boim Lebon (Penulis), Alim Sudio (Penulis Skenario), Guntur Soeharjanto (Sutradara), G. Santani (Produser), dan Morgan Oey.

Baca entri selengkapnya »

Itu Kangen

Suatu hari, di tengah cerahnya sinar mentari menyinari bumi, tiba-tiba seseorang bertanya padaku dengan wajah dan tatapan serius.

Pernah ngerasain nggak, momen ketika kamu pengen banget ngobrol sama seseorang, tapi kamu nggak tahu mau ngobrolin apa?”

Sepintas pertanyaan itu terdengar sangat galau, tapi juga serius. Karena itu, saat itu pun saya langsung menanggapi pertanyaan tersebut, tentunya dengan wajah yang (saya buat) serius. Jawaban yang terlontar begitu saja, tanpa perlu waktu lebih untuk berpikir panjang.

Oh, itu mah kangen…”

Baca entri selengkapnya »

« Older entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.