Semut Pemberi Hikmah

Suatu hari, saat berniat untuk membayar hutang puasa Ramadhan keesokan harinya, seperti biasa sore hari saya akan membeli lauk “kering” untuk sahur nanti. Lauk faforit untuk sahur adalah ayam goreng, dengan alasan selain bergizi (setidaknya mengandung protein sekaligus lemak yang cenderung lebih lama dicerna), juga karena lauk yang bersifat kering itu akan lebih tahan lama dan cenderung tidak mudah basi. Biasanya setelah membeli, ayam goreng tersebut akan saya amankan ke dalam tempat makan tertutup atau setidaknya diletakkan di meja kamar begitu saja tapi dalam kondisi bungkus lauk yang tertutup.

Namun, entah apa yang membuat saya begitu ceroboh. Hari itu sepulang kantor (dan membeli lauk tersebut), saya letakkan bungkusan ayam goreng tersebut begitu saja di atas meja, dalam kondisi bungkus yang terbuka. Bungkus ayam goreng yang biasa dipakai memang berupa kotak kardus mini tertutup sehingga meletakkannya begitu saja di meja setidaknya akan aman karena kondisi bungkusnya memang tertutup rapat. Namun, bungkus yang kali ini dipakai adalah bungkus kertas semacam bungkus Rotib*y dalam kondisi dibiarkan terbuka. Oh my God! Alumni gizi macam apa yang bertindak seteledor ini terhadap makanan!

Namun, malam itu keajaiban pun terjadi.

Baca entri selengkapnya »

Jakarta, oh, Jakarta!

Jakarta itu keras. Ya, hidup di Jakarta memang sering dibilang keras. Namun, ternyata yang keras itu tidak hanya hidupnya, tetapi juga ucapannya, tindakannya, sifatnya…

Banyak “setan” alias godaan di semua tempat. Namun, salah satu “setan” berbahaya di Jakarta adalah di jalanan. Sepele. Godaan itu bernama godaan hawa nafsu. Emosi.

Masalah paling kecil sebut saja kemacetan. Jarak yang seharusnya bisa ditempuh selama lima belas menit, di Jakarta ini bisa menjadi tiga puluh menit (berangkat kantor H-1 lebaran VS berangkat kantor hari biasa). Jarak yang semestinya mampu ditempuh selama lima menit, di Jakarta ini bisa saja berubah menjadi satu jam (berangkat kantor hari biasa VS berangkat kantor saat musim banjir). Wow banget, kan? Nah, untuk soal kemacetan yang satu ini, ujian terbesarnya adalah sabar dan tidak boleh mengeluh. Berat? Berat banget!

Namun, ternyata “setan” alias godaan di jalan raya itu bukan cuma masalah kemacetan ini saja. Masalah internal masing-masing pengguna jalan juga bisa menjadi “setan” tersendiri di jalan raya. Apalagi jika ditambah macet! Pengendara atau penumpang yang sejak awal memang punya masalah sendiri, pasti akan semakin emosi menghadapi kemacetan. Nah lho, hari ini buktinya. Saya cukup menyebut si pengendara motor “aneh” tadi memang punya sedikit masalah pribadi dalam dirinya =_=

Baca entri selengkapnya »

Adek VS Bunda

Hari Sabtu ini, saya dan teman-teman pergi ke sebuah acara bertajuk JakBook & Edu Fair 2015 di kawasan Senayan. Acara ini sudah berlangsung sejak seminggu yang lalu, yang diisi dengan sejumlah acara panggung seperti hiburan, seminar, dan talkshow, serta pameran buku dan perlengkapan sekolah. Kebetulan Sabtu ini kami datang ke acara tersebut untuk mengikuti “Workshop Literasi: Menulis Semudah Membaca” yang dibawakan oleh Bapak Bambang Trimansyah. Namun, motivasi awal saya mengikuti acara itu sebenarnya bukan khusus karena workshop tersebut, melainkan lebih karena “dipaksa” kedua teman kerja saya yang cantik-cantik itu. Hihihi…

Kami datang terlambat. Acara sudah dimulai ketika kami tiba. Namun, karena workshop tersebut digelar di tempat terbuka di salah satu sudut Plaza Parkir Senayan, akhirnya dengan muka badak kita pun langsung bergabung dan duduk menikmati acara. Oke, isi workshopnya bagus. Apa yang diterangkan juga boleh dikata sesuai dengan bidang pekerjaan saya yang berhubungan dengan membaca dan menulis sehingga cenderung mudah dipahami. Namun, ada kejadian unik yang terjadi hari ini. Unik karena boleh dikata memang baru terjadi pertama kali dalam hidup saya.

Baca entri selengkapnya »

Hari Paling Membahagiakan

Hari ini ingin rasanya ada yang menanyakan berapa usia saya sekarang supaya saya masih bisa menjawab, “23 tahun” kepada si penanya. Sayangnya, hari ini tidak ada. Mungkin baru besok akan ada yang iseng bertanya, “Yang ke berapa?” dan akhirnya saya pun terpaksa menjawab, “Ke-24,” hiks. Itu pun kalau besok ada yang ingat ataupun menyadarinya. Ha-ha-ha.

Ulang tahun. Sejak kecil orangtua saya tidak pernah mendidik saya dan adik saya untuk familiar dengan istilah tersebut. Berbeda dengan anak tetangga yang suka mengundang teman-temannya berpesta, atau saudara sepupu yang sekadar membeli kue dan memasang lilin serta meniupnya kemudian mengajak kami semua makan bersama, atau malah anak para artis yang ulang tahun pertamanya dirayakan bak perayaan pesta pernikahan. Sejak dulu keadaan ulang tahun kami semua di rumah selalu sama. Tanpa kue, tanpa hadiah, tanpa perayaan. Yang ada hanya bunyi alarm bersaut-sautan tepat pukul 06.30 dari reminder hape masing-masing.

Baca entri selengkapnya »

Lagu Ciptaan Saya Sendiri

Hari ini jalanan cukup padat dan menyebabkan sedikit kemacetan. Buktinya, saya yang biasa sudah sampai kosan sebelum gelap dan adzan magrib berkumandang, hari ini terpaksa sampai kosan saat mushola sekitar kosan sudah memulai shalat jamaahnya sekian rokaat. Namun, lucunya kemacetan hari ini tidak terlalu terasa. Biasanya, saat macet seperti ini saya akan tertidur lelah atau pun mengomel di dalam hati, tetapi kali ini jauh berbeda. Macet kali ini tidak terasa. Tiba-tiba setelah sadar, eh udah tinggal beberapa ratus meter lagi sampai di depan jalanan menuju kosan.

Sekitar satu atau dua kilometer dari tempat saya pertama kali naik metromini, barisan mobil di depan sana sempat membuat sedikit stres. Ya ampun, ini hari Senin, tidak biasanya jalanan sepadat ini. Jalanan begini biasanya terjadi di hari Jumat, saat semua orang secara bersamaan ingin segera pulang dan sampai ke rumah untuk berakhir pekan. Di bangku metromini itu pun saya hanya bisa termenung menatap keluar jendela. Setidaknya Alhamdulillah saya dapat tempat duduk dan tidak perlu lelah berdiri.

Hingga akhirnya, datanglah Bapak itu. Bapak yang benar-benar sukses mengubah jenuh dan panasnya kemacetan ibu kota. Unik! Bapak yang sangat unik dan pertama kalinya saya temui!

Baca entri selengkapnya »

Memori Indah Para Generasi Bahagia

Akhir-akhir ini banyak sekali postingan menarik, baik di Facebook maupun WhatsApp, tentang meme atau cerita dan kebiasaan lucu di tahun 70 sampai 90-an. Mulai dari kebanggaan siswa yang belajar dengan papan tulis hitam dan kapur putih, kelakuan iseng nempelin kertas bertuliskan “saya bodoh” di belakang baju teman, sampai barang-barang unik yang ada di zaman itu. Sungguh lucu sekali melihat dan membaca postingan-postingan tersebut. Lantas saya pun jadi berpikir, generasi tersebut memang the best! Peralihan dari zaman “jadul” ke zaman modern yang oke punya! Bersyukur rasanya termasuk ke dalam kelompok anak-anak dengan “masa kecil yang terlalu bahagia” itu :D

Karena termasuk generasi 90-an, berikut beberapa memori indah di tahun 90-an yang pernah saya alami sendiri.

Baca entri selengkapnya »

Mekah-Madinah Hari-3: City Tour Mekah

Jalanan kota Mekah. Ada pohon, tapi tetap terkesan gersang.

Jalanan kota Mekah. Ada pohon, tapi tetap terkesan gersang.

Hari ketiga adalah saatnya city tour di kota Mekah. Menurut jadwal, tempat-tempat yang akan dikunjungi hari ini adalah Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, Masjid Ja’ronah, dan Jabal Nur. Syukur Alhamdulillah city tour ini diisi oleh seorang muthawif atau yah sebut saja ‘pemandu wisata’ sehingga sambil mengunjungi tempat-tempat tersebut, para jamaah juga mendapatkan penjelasan singkat mengenai tempat bersejarah tersebut. Mengunjungi tempat-tempat itu terasa cukup menggetarkan hati saat teringat bahwa Rasulullah juga pernah datang ke sana. Perjuangan Rasulullah juga menjadi sangat terasa ketika mengunjungi tempat-tempat tersebut secara langsung. Berikut penjelasan singkat yang saya ingat berdasarkan pemaparan muthawif mengenai tempat-tempat bersejarah tersebut.

Jabal Tsur atau Bukit Tsur.

Jabal Tsur

Jabal Tsur

Ini adalah tempat persembunyian Rasulullah dan Abu Bakar saat dikejar oleh orang-orang kafir. Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di salah satu goa yang ada di bukit tersebut saat melarikan diri dari area sekitar Baitullah tempat beliau tinggal. Yang mengejutkan, perjalanan saat itu dari sekitar Baitullah ke Jabal Tsur memakan waktu sekitar 15 sampai 30 menit dengan menggunakan bus (tanpa macet, tentunya). Bayangkan berapa lama perjalanan yang ditempuh Rasulullah saat itu di tengah pengejaran tersebut. Terlebih lagi jalanan saat itu tentu tidak semulus sekarang. Bukit-bukit gersang dan gurun pasir di sepanjang kanan-kiri jalan menjadi salah satu bukti sulitnya medan perjalanan saat itu.

Baca entri selengkapnya »

Tidak Mengatakan Apapun

Bohong adalah salah satu sifat buruk. Sekali berbohong, maka akan ada kebohongan-kebohongan lain yang digunakan untuk menutupi kebohongan yang pertama. Bahkan berkata bohong bisa memasukkan kita ke dalam predikat orang munafik.

Ingat ciri-ciri orang munafik? Apabila berkata ia dusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat. Sebenarnya ketiga hal itu pada dasarnya sama, yaitu bohong. Bohong melalui kata-kata, bohong melalui hati, dan bohong melalui tindakan.

Dampak bohong juga berbahaya. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Bahkan pernah ada kutipan bahwa “Dampak kebohongan bisa jauh lebih menyakitkan daripada akibat yang ditimbulkan oleh kebohongan itu sendiri”. Karena dampak kebohongan bisa sangat luas, bisa langsung terjadi di dunia secara langsung, atau mungkin ditunda dulu untuk kemudian diperlihatkan di hari perhitungan kelak. Sementara akibat yang ditimbulkan oleh kebohongan itu sendiri biasanya cenderung hanya terjadi di dunia saja. Contoh mudahnya dimarahin orangtua, misalnya, atau diputusin pacar gara-gara ngebohongin dia, hihihi…

Salah satu taktik untuk menghindari berkata bohong adalah dengan bersiasat atau dengan tidak mengatakan apapun. Contoh kisah bersiasat adalah ketika seseorang ditanyai oleh penjahat apakah ia melihat si Fulan, maka orang itu akan menjawab bahwa “Hari ini saya tidak melihat si Fulan,” (padahal kemarin si Fulan baru saja memohon agar disembunyikan di rumahnya agar tidak tertangkap si penjahat). Orang itu bersiasat dan tidak berbohong karena hari ini dia memang tidak melihat si Fulan, melainkan kemarin.

Sementara itu, taktik untuk tidak berbohong dengan cara tidak mengatakan apapun pernah saya alami sendiri. Namun, kali ini pemeran utamanya bukanlah saya, melainkan teman saya. Saya paham betul bahwa saat itu dia tidak ingin berbohong sehingga memilih untuk tidak mengatakan apapun. Namun, baru-baru ini saya jadi tersadar akan sesuatu.

Ada kalanya dampak tidak mengatakan apapun juga terasa sama sakitnya dengan berbohong.

Baca entri selengkapnya »

Berhenti Menunggu atau Kembali Menunggu

Beberapa waktu lalu saya sempat menulis sebuah postingan berjudul “Waiting…” yang isinya tentang bagaimana momen menunggu menjadi sangat menyebalkan. Salah satu di antaranya adalah saat sesuatu atau seseorang yang ditunggu tersebut tidak sadar bahwa dirinya sedang ditunggu. Postingan lebih lengkapnya bisa lihat di daftar Pos-pos Terakhir di bagian bawah.

Namun, beberapa hari lalu saat saya sedang iseng scrolling album foto lampau di handphone saya, tiba-tiba saya menemukan sebuah quote yang lebih “mematikan”. Saya tidak ingat kapan dan dari mana quote “mematikan” tersebut berasal. Quote itu sudah tertimbun ratusan foto dan gambar-gambar lain di album tersebut. Namun, setelah saya pikir-pikir sejenak, memang pernyataan quote tersebut ada betulnya juga, sih. Seketika itu pula saya jadi berpikir bahwa tulisan saya tentang momen menyebalkan dalam menunggu itu langsung dibantah oleh quote “mematikan” ini. Ternyata ada lagi yang lebih parah!

Jadi, quote-nya kaya gimana, sih?

Baca entri selengkapnya »

Mekah-Madinah Hari-2: Free Program, Family Time!

Setelah melaksanakan ibadah umroh tengah malam tadi dan mulai tidur sekitar pukul 02.00 waktu setempat, sekitar pukul 04.00 pagi saya dibangunkan oleh ibu saya. Beliau menawarkan saya dan adik saya, apakah kami ingin ikut ibu dan bapak saya sholat shubuh berjamaah di Masjidil Haram. Ini adalah salah satu sisi menarik orangtua saya. Dalam hal tertentu, mereka lebih sering memberikan kesan “menawarkan” dibandingkan “memerintah”. Bukan mengatakan, “Ayo ikut Mama-Papa ke Masjid!”, melainkan “Mau ikut Mama-Papa ke Masjid nggak?”. Kesannya lebih ‘halus’ dan friendly. Tapi, tapi… kalau udah sekali bilang “Mau”, konsekuensinya harus mau terima juga. Disuruh cepet-cepet mandi dan diketok-ketok jangan lama-lama mandi dari luar kamar mandi :p

Adzan shubuh di sana adalah sekitar pukul setengah enam. Kami baru keluar hotel tepat ketika adzan shubuh berkumandang (karena ‘leyeh-leyeh’ bangun dari kasur, antre mandi, lama gerak, dsb.). Masya Allah, ramai sekali! Orang-orang sudah berbondong-bondong datang ke Masjidil Haram. Dan mengejutkannya lagi, jamaah sholat subuh sudah mencapai sepanjang jalanan menuju Masjidil Haram! Udah kaya sholat Jumat atau malah sholat Idul Fitri saja! Akhirnya, setelah berhasil ‘menyusup’ sana-sini, saya dan keluarga berhasil mengambil shof di salah satu sudut pelataran Masjidil Haram (dan kedinginan). Masya Allah, sholat subuh di sana lamaaa sekali (bacaan surahnya panjang; memang itu yang benar), tapi malah terkesan khusuk dan santai. Oh ya, setelah sholat fardhu berjamaah selesai, di Masjidil Haram selalu dilaksanakan sholat jenazah. Karena itu, jika ada waktu dan tidak sedang terburu-buru, silakan ikut juga sholat sunnah ini.

Setelah sholat jenazah selesai, kami berempat (bapak dan adik saya kebetulan dapat tempat shof pria yang dekat dengan shof wanita tempat saya dan ibu saya berada) sukses ‘diusir’ oleh orang-orang keamanan dan kebersihan masjid. Pasalnya, selain karena mau dibersihkan, shof di pelataran masjid memang sering kali mengganggu ruang jalan bagi jamaah yang mau pulang. Namun, bukannya pulang, kami berempat malah memutuskan untuk jalan-jalan sebentar ke dalam Masjidil Haram. Lumayan. Sesuai jadwal, hari ini adalah free program alias hari bebas untuk istirahat, ibadah, atau pun jalan-jalan. Yippy! Free program, it means family time! :D

Baca entri selengkapnya »

« Older entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.