Makanan Tambahan untuk Bayi

*Jawaban Tutorial Modul Janin, Bayi, dan Anak Prasekolah*
Sebutkan contoh makanan tambahan yang baik untuk bayi!


Makanan tambahan untuk bayi sebaiknya diberikan sejak usia 6 bulan sebagai makanan pendamping ASI. Adapun penjelasan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI yang baik adalah sebagai berikut.

Makanan pendamping ASI hendaknya berupa makanan alami yang dibuat sendiri di rumah. Makanan alami tidak mengandung bahan tambahan (food addictives), seperti esens dan bahan pewarna yang memberatkan organ pencernaan bayi., terutama hati dan ginjal. Meskipun demikian, makanan kemasan untuk bayi tetap dapat diberikan, tetapi hanya pada kondisi darurat, misalnya tengah bepergian. Namun, bukan sebagai makanan sehari-hari.

Buah segar merupakan pilihan pertama makanan pemula pendamping ASI. Berbeda dari nasi dan makanan pokok lainnya, buah segar mengandung karbohidrat yang mudah dicerna, yaitu gula buah. Kemudahan gula buah dicerna bayi mendekati asi karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh karena itu, buah digolongkan dalam predigested food atau semidigested food, yaitu makanan yang sudah separuh tercerna.

Bayi usia dini (6 – 7 bulan) tidak diberi karbohidrat kompleks dalam bentuk nasi dan bahan makanan pokok lainnya yang tidak mudah dicerna. Nasi dan makanan pokok lainnya tidak dilengkapi enzim pencerna pati sebagaimana buah. Pisang adalah satu-satunya buah kaya pati. Oleh karena itu, nayi usia dini tidak diberi pisang dalam jumlah banyak (tidak lebih dari 50 gram setiap kali makan) dan diencerkan.

Buah merupakan sumber vitamin C, salah satu jenis vitamin yang penting untuk menjaga system kekebalan tubuh bayi. Betakaroten (pro vitamin A) juga banyak terkandung dalam buah, terutama buah berwarna merah atau jingga, seperti semangka, jambu biji merah, dan pepaya. Vitamin C dan betakaroten juga termasuk antioksidan kuat yang dapat mempercepat pemulihan gangguan kesehatan bayi. Selain itu, buah avokad (alpukat) mengandung banyak asam lemak omega-3, salah satu jenis lemak sehat yang baik untuk perkembangan otak bayi dan kecerdasannya.

Setelah buah-buahan segar, secara bertahap pencernaan bayi diperkenalkan dengan bahan makanan makanan lain, yaitu pati (nasi, kentang, dan makanan pokok lainnya) serta serat (beragam sayuran). Pada tahap pertama pengenalan nasi dan sayuran, sebaiknya tidak ditambah dengan protein hewani. Sama seperti makanan pokok, proses pencernaan sumber hewani terutama daging sapid an daging ayam cukup rumit. Oleh karena itu, biarlah bayi mengenal cita rasa makanan secara bertahap. Selain itu, agar organ pencernaannya tidak bekerja berat mencerna pati dan protein hewani sekaligus.

Jika pada tahap ini ingin menambahkan makanan berprotein, makanan yang dapat diberikan adalah berupa tempe yang dihaluskan. Tempe merupakan protein yang mudah dicerna karena protein tempe telah diuraikan oleh jamur tempe menjadi asam-asam amino sederhana yang lebih mudah dicerna dan diserap tubuh bayi. Kelebihan lain dari tempe adalah karena mengandung zat antidiare.

Menurut sumber lain, dikatakan bahwa makanan pendamping asi pertama yang sebaiknya diberikan kepada bayi adalah dalam bentuk cair dan lembut. Jenis makanan yang mempunyai tekstur demikian sering disebut bubur susu. Pada usia ini otot dan saraf di dalam mulut bayi belum cukup berkembang, maka bayi akan cenderung mendorong makanan keluar dari mulutnya dan belum bias mengandalikan lidahnya secara penuh. Oleh karena itu, makanan pertama yang sebaiknya diberikan adalah makanan berbentuk cairan.

Bubur susu terdiri dari bahan utama asi atau susu formula yang ditambah dengan bahan padat yang berfungsi sebagai makanan pokok yang banyak mengandung karbohidrat, seperti tepung beras, kentang, ubi, havermout, pisang, sukun, maizena, jagung, dan lain sebaigainya.

Di samping jenis karbohidrat yang diperkenalkan, cara pemberiannya pun harus bertahap. Jangan memaksa agar anak dapat menghabiskan makanan yang telah disiapkan. Tahap pertama mungkin hanya satu suap atau dua suap bubur susu. Kemudian secara bertahap dapat ditambah jumlah suapannya sesuai kemampuan bayi. Cara memilih bahan makanan pertama yang sebaiknya diperkenalkan adalah bubur susu beras atau bahan hidrat lain yang tidak mengandung gluten. Wortel, kentang, brokoli, serta kembang kol juga dapat mulai diperkenalkan sejak dini. Avokad, pisang, apel, pir, atau papaya merupakan buah pertama yang dapat diberikan. Sedangkan jenis bahan pangan pertama yang tidak dianjurkan antara lain makanan yang banyak ditambah garam dan gula secara berlebihan, seperti daging asap, ikan asin, dan sebagainya. kopi, the, cokelat, serta makanan yang beralkohol, herang, dan makanan yang banyak mengandung gluten juga tidak baik diberikan pada tahap ini.

Untuk panduan makanan padat bayi secara lebih lengkap, dapat melihat tabel di bawah ini :

Cara Memasak Makanan Bayi
Hati-hati pada Garam!
Ibu harus berhati-hati dengan jumlah garam dalam makanan yang diberikan pada bayi. Jangan menambahkan garam pada makanan bayi karena membuat ginjalnya yang masih kecil dan masih dalam perkembangan harus bekerja keras. Bayi hanya boleh mengonsumsi garam tidak lebih dari 1/6 asupan garam maksimum yang diperbolehkan untuk orang dewasa dalam sehari, yakni kurang dari 1 gram per hari. Sebaiknya juga tidak menambahkan gula karena bisa menyebabkan kerusakan gigi dan ketagihan makanan manis.
Mematangkan Makanan
Daging dan ikan bisa dikukus, dipanggang atau dimasak dengan microwave. Daging dan ikan juga bisa digoreng atau dioven namun jangan menambahkan lemak/minyak terlalu banyak. Selalu ingat bahwa daging harus dimasak sampai matang merata sehingga tidak ada lagi bagian yang masih belum matang. Ikan sebaiknya matang dan renyah – jika masih agak kenyal berarti belum matang merata.
Mengukus dan Merebus
Buah dan sayuran bisa dimasak dengan microwave, dikukus atau direbus. Ibu juga bisa meng-oven beberapa buah misalnya apel dan pir. Pilihan yang terbaik adalah mengukus karena mengukus menjaga zat gizinya tetap utuh, tapi Ibu tidak harus menggunakan pengukus/dandang – cukup dengan wadah dengan lubang-lubang kecil, panci bergagang berisi air mendidih dan tutupnya.

Cara Menyajikan
• Mula-mula, makanan bayi harus diblender atau dihaluskan sampai rata sehingga berupa makanan lumat yang halus. Setelah bayi semakin besar, Ibu boleh mulai membuat makananya menjadi lebih padat. Ibu bisa menggunakan blender atau garpu pencacah makanan untuk menghaluskan makanan menjadi tekstur yang sesuai.
• Selalu sajikan makanan hangat, jangan panas namun memasaknya harus sampai mendidih lalu dinginkan sesuai suhu kamar.

Kelompok Makanan Dan Manfaatnya
Karbohidrat – Yang termasuk kelompok ini adalah produk roti, sereal (termasuk mie dan beras) serta kentang. Kelompok ini memberikan energi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang. Berikan seporsi karbohidrat di setiap makan dan saat makan makanan selingan.

Buah-buahan dan sayuran – Yang termasuk kelompok ini adalah buah-buahan dan sayuran. Baik yang segar, dibekukan, dalam kaleng dan yang dikeringkan. Idealnya Ibu memberikan minimal lima porsi setiap hari dengan variasi warna berbeda. Buah dan sayuran dengan warna berbeda mengandung semua ragam vitamin dan mineral yang penting.

Susu dan produk olahan susu – Yang termasuk kelompok ini adalah susu, keju, dan yoghurt yang kaya akan protein, kalsium, beberapa vitamin dan mineral. Bayi Ibu memerlukan kelompok makanan ini minimal tiga kali saji sehari, diminum maupun dimakan.

Protein – Yang termasuk kelompok ini adalah daging, ikan, telur, kacang-kacangan seperti buncis, dan kacang polong. Sebaiknya diberikan sekali atau dua kali sehari bagi yang makan daging atau dua atau tiga kali bagi vegetarian. Kelompok makanan ini kaya akan protein, zat besi dan omega 3 yang sangat penting bagi bayi.

Lemak dan Minyak – Kelompok ini sebaiknya diberikan untuk melengkapi, bukan menggantikan makanan dari kelompok lain. Yang termasuk kelompok ini adalah sumber lemak yang berupa minyak seperti minyak zaitun, minyak sayur, minyak kedelai, mentega serta margarin. Lemak dan minyak memberikan energi, asam lemak omega 3 dan 6, dan vitamin A, E dan D. Kelebihan lemak dan minyak bisa menyebabkan obesitas, jadi gunakan dengan bijaksana.

Daftar Pustaka :
1. Muaris, Hindah. 2006. Bubur Susu, Makanan Pendamping Asi untuk Bayi Mulai Usia 6 Bulan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
2. Prabantini, Dwi. 2010. A-Z Makanan Pendamping ASI. Yogyakarta: Penerbit Andi.
3. Apriadji, Wied Harry. 2006. Variasi Makanan Sehat Bayi. Penerbit Niaga Swadaya.
4. Pritasari. http://www.clubnutricia.co.id. “Makanan Tambahan Pertama”. Diakses tanggal 6 November 2010.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: