Sebelum Bepergian…

Siapa yang belum pernah bepergian? Bisa ditebak hampir dari semuanya pasti menjawab pernah bepergian. Namun, untuk memperkecil ruang lingkup bahasan ini, mungkin lebih baik jika bepergian yang dimaksud di sini adalah bepergian jauh, misalnya seperti melakukan perjalanan jauh untuk berniaga atau bekerja, menuntut ilmu, ibadah haji atau umrah, silaturahmi ke rumah saudara (khususnya biasa dilakukan menjelang Idul Fitri), atau bahkan pergi untuk berperang.

Biasanya sebelum pepergian atau melakukan perjalanan jauh, hal yang paling sering dipersiapkan adalah kesiapan fisik dan mental (kesehatan) dan perbekalan yang akan dibawa. Namun, rupanya ada beberapa hal yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan sebelum, saat, dan setelah melakukan perjalanan jauh. Baiklah, untuk semua yang sering melakukan perjalanan jauh, tak ada salahnya untuk mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan tersebut. Mau tahu? Klik saja entri selengkapnya di bawah ini!😉

Persiapan Sebelum Berangkat

Selain mempersiapkan rencana bepergian yang matang seperti transportasi, fisik dan mental yang baik, perbekalan yang cukup, atau oleh-oleh yang akan diberikan sesampainya di tempat tujuan, sebelum berangkat seorang muslim hendaknya juga mengembalikan dahulu barang-barang tanggungan, titipan, atau pinjaman yang ada kepada pemiliknya. Hal tersebut perlu dilakukan lantaran kita tidak tahu apakah kita dapat kembali lagi ke tempat atau kota asal setelah pergi. Selain itu, dengan melakukannya kita juga menjadi lebih tenang dan tidak ada perasaan bersalah atau terbebani.

Semua perbekalan yang dibawa selama perjalanan juga hendaknya bersumber dari yang halal terlebih juga oleh-oleh yang akan diberikan sesampainya di tujuan. Masa sih, kita memberikan sesuatu yang haram kepada orang lain? Tak lupa juga mempersiapkan segala sesuatu untuk orang-orang yang akan ditinggalkan sementara selama kita pergi. Misalnya saja seorang Ayah yang pergi bekerja di luar kota, harus terlebih dahulu mencukupkan ‘bekal’ untuk istri atau anaknya yang akan ditinggal tersebut, seperti misalnya uang makan, sekolah, atau beberapa hak ‘orang yang akan ditinggal’ yang belum tercukupi. Orang-orang yang ditinggal bepergian juga sebaiknya ridha dan ikhlas sehingga yang pergi tidak terkesan ‘kabur dari rumah’. Supaya ‘yang ditinggal’ bisa ridha dan ikhlas, sebelum pergi tentunya harus berpamitan dahulu dan berdoa sebagai berikut,

“Aku titipkan agama kalian kepada Allah. Aku titipkan pula amanah kalian dan pengujung amal perbuatan kalian kepada Allah.”

Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Luqman (Al-Hakim) berkata, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila dititipi sesuatu maka Dia memelihara-Nya.” (HR An-Nasai).

Teman Perjalanan

Seseorang yang melakukan perjalanan sendirian akan sangat berisiko. Salah satu penyebabnya karena dikhawatirkan lalai menjalankan kewajibannya (ibadah) selama dalam perjalanan. Untuk itulah sebaiknya dipilih tiga, empat, atau beberapa teman sesama mukmin untuk safar (bepergian) bersama-sama. Selain dapat saling mengingatkan, teman mukmin yang baik juga akan senantiasa saling menjaga hatinya dan dapat pula saling melindungi dari bahaya yang mengancam selama perjalanan.

Rasulullah SAW bersabda, “Kalau sekiranya manusia mengetahui apa yang aku ketahui dari kesendirian, niscaya seorang musafir tidak berjalan sendiri di malam hari. Seorang pengendara (musafir) itu adalah setan, dan dua orang pengendara itu adalah setan, dan tiga pengendara itu adalah kelompok musafir.” (HR Al-Bukhari Abu Daud).

Selanjutnya para musafir juga hendaknya mengangkat seorang pemimpin di antaranya sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Apabila tiga orang keluar untuk safar, hendaknya mereka mengangkat salah seorang mereka sebagai pemimpin.” (HR Abu Daud).

Lalu bagi kaum perempuan, hendaknya tidak bepergian sehari semalam kecuali bersama mahramnya, sebab Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal bagi seorang perempuan bepergian perjalanan sehari semalam, kecuali didampingi mahramnya.” (HR Al-Bukhari).

Terkait waktu dan hari untuk bepergian, tidak ada yang dilarang. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan untuk berangkat pagi hari pada hari Kamis sebagaimana sabdanya, “Ya Allah, berkahilah umatku pada pagi harinya.” (HR Daud). Juga diriwayatkan, bahwasanya beliau selalu berangkat pada hari Kamis di dalam safar-nya. (HR Al-Bukhari).

Doa-doa Selama Perjalanan

Selama perjalanan seorang mukmin dianjurkan banyak berdoa dan memohon kepada Allah agar diberikan kebaikan di dunia dan akhirat. Hal tersebut karena doa pada saat bepergian jauh adalah termasuk doa yang mustajab.

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang mustajab, tidak diragukan lagi padanya, yaitu doa orang yang teraniaya, doa orang musafir, dan doa orangtua pada anaknya.” (HR At-Tarmidzi).

Jika di tengah perjalanan menemui tanjakan atau sampai di tempat yang tinggi, hendaknya mengucap Allahu Akbar (tidak terlalu keras) karena Abu Hurairah menuturkan bahwasanya ada seorang lelaki berkata, Ya Rasulullah, aku hendak bepergian jauh (safar), maka berilah aku pesan.” Beliau menjawab, “Hendaknya kamu selalu bertaqwa kepada Allah dan bertakbir pada setiap tempat yang tinggi (tanjakan).” (HR At-Tarmidzi).

Begitu pula jika situasi tidak baik atau menakutkan, hendaknya segera membaca doa yang dibaca Rasulullah,Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan Engkau pada leher mereka dan kami memohon perlindungan kepada-Mu dari kejahatan mereka.” (HR Abu Daud).

Tempat Beristirahat

Lelah saat bepergian tidak dapat dihindari. Ada kalanya harus berhenti untuk beristirahat di tempat tertentu yang mudah dijangkau. Apabila tempat yang terpaksa disinggahi untuk beristirahat itu berupa rumah atau bangunan kosong, hendaknya membaca doa,Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang telah Dia ciptakan.” (HR Muslim).

Setelah malam tiba, juga dianjurkan membaca doa, Wahai tanah, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari kejahatan (keburukan) dan dari kejahatan yang ada di dalammu, dan dari kejahatan apa yang diciptakan padamu, dan dari kejahatan apa yang melata di atasmu, aku berlindung kepada Allah dari kejahatan singa, ular, dan kalajengking, dan dari penghuni negeri ini (jin) dan dari siapa saja yang beranak (iblis) dan anaknya (setan).” (HR Abu Daud).

Tata Cara Tidur dan Sampai Tujuan

Bila tidur pada awal (senja) hendaknya tidur berbantalkan lengan tangannya, dan jika tidur di akhir malam hendaknya meletakkan kepala di atas telapak tangannya (siku ditekuk) agar tidak tertidur hingga tidak shalat Subuh pada waktunya.

Bila sudah mendekat (hampir sampai) ke kota tujuan, hendaknya berdoa yang sering diucapkan Rasulullah,Ya Allah, jadikanlah di kota ini tempat tinggal yang aman bagi kami, dan berilah kami di sana rizki yang halal. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan kota ini dan kebaikan yang ada di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa yang ada di dalamnya.” (HR Al-Bukhari Musim).

Setelah segala urusan di kota tujuan telah selesai, hendaknya segera pulang dan kembali ke kota asal atau ke kampung halamannya dengan mengucap takbir tiga kali seraya membaca doa yang pernah dilakukan Rasulullah, (Kami) kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji keada Tuhan kami.” (HR Al-Bukhari Muslim).

Diusahakan untuk dapat memperkirakan dan mengatur waktu hingga tidak datang pada malam hari. Akan tetapi, apabila terpaksa sebaiknya memberikan kabar dahulu akan kedatangannya, bisa melalui telepon atau SMS supaya keluarga di rumah tidak terkejut dan kaget atas kedatangannya. Wallahu ‘alam.

Selamat bepergian!🙂

Sumber :

Majalah Furqon Edisi 79 Th. IX / Juni 2011 halaman 10-11 rubrik Adab wal Akhlaq dengan sumber dari Minhajul Muslimin, Bulughul Maram Kitab Al-Jami’ bab Al-Adab.

1 Comment

  1. luqman said,

    15 July 2011 at 17:47

    nice tik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: