Sesuatu itu Mampu [Sedikit] Mewarnai Hidupku (Sebuah Pengakuan Abstrak)

Aku ingin menulis. Ingin meluapkan sedikit sesuatu setelah terinspirasi dari sesuatu. Namun, tulisan ini akan tetap menjadi rahasia karena keabstrakannya. Ya, karena aku memang ingin selalu menjadi rahasia. Seperti kata andalan Vermouth pada Detective Conan faforitku, “A Secret Makes A Woman Woman,” Rahasia Membuat Wanita Menjadi Wanita. Yap, dan terlalu seringnya menuliskan sesuatu di laptop dalam bentuk file dan memproteksinya dengan password, rupanya juga membuat sesekali ingin menuliskan sesuatu di sini…

Ini tentang sesuatu. Ya, disebut sesuatu karena memang terlalu abstrak. Bukan ingin meniru kata-kata andalan seorang public figure, tetapi sejak lama sebelum kata itu populer, aku sudah lebih dulu sering menggunakannya pada tulisan picisanku. Kembali ke sesuatu, sepertinya dia memang senang mengintai dan mengikuti kehidupanku yang indah. Sejak masih berseragam putih-merah hingga kini berbusana warna-warni, dia selalu saja hadir dan rutin mengisi daftar hadirnya dalam hidupku tanpa absen. Aku senang karena saat itu dia terlihat positif. Energinya begitu terasa hingga ke sumsum tulang. Kalornya merambat bahkan hingga ke kapiler terkecil. Getarannya bahkan sampai terasa ke sel-sel yang merupakan unit terkecil. Dan itu adalah energi positif  yang begitu indah saat merambat.

Namun kini, energinya… tetap sama! Bahkan energinya menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Kekuatan yang mampu membiaskan sejenak pandangan tanpa harus dicelupkan ke dalam air. Energinya mampu berfatamorgana tanpa perlu ke padang pasir. Lagi-lagi abstrak. Namun kini energinya memang luar biasa karena secara tak langsung mampu membawa hidup ini menjadi lebih berwarna dan menarik tanpa harus terlalu banyak mencampurkan warna primer. Mengapa? Karena rupanya dia sendirilah warnanya. Dia yang mampu mengubah sedikit hidupku yang awalnya hanya terlihat hitam putih tanpa cerah, menjadi sesuatu yang lebih menarik dan mencolok. Dan tanpa sadar, mungkin dia juga yang telah memberikan sejumput garam pada hidangan hidupku yang awalnya hambar. Sebuah tindakan kecil yang menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Aku biasa saja. Seseorang yang enggan dan sangat anti dengan keramaian yang mencolok. Tidak suka menjadi pusat perhatian, tetapi benci disepelekan. Bahkan karakteristikku sendiri pun abstrak! Sungguh bukan seseorang yang menarik dan patut dielukan. Lebih suka menjadi batu bata yang tidak tampak dari luar, tetapi mempunyai peran besar karena tanpanya mustahil sebuah bangunan akan disebut bangunan. Lebih memilih menjadi tiang pondasi yang tertanam jauh di dasar dan tak terlihat setitik pun, tetapi mempunyai kekuatan besar menopang semuanya. Karakter inilah yang mungkin membuat banyak yang menyepelekan tanpa harus men-judge siapa pun. Namun aku tetap bersyukur dan bangga, serta kerap bercanda menyebutnya low profile meskipun mungkin lebih tepat diberikan padaku dalam arti denotasinya.

Dia, yang setitik mampu mengubah tabiatku menjadi sedikit maju. Mampu menaikkan satu tingkat derajatku daripada sebelumnya. Dengan kehadirannya, aku belajar sesuatu yang baru meskipun banyak yang terasa terlalu aneh dan berat seraya berkata, “Ini bukan duniaku! Ini bukan aku!”

Dia yang kusebut sesuatu itu, setidaknya mampu sedikit berhasil membuatku mencobanya. Mencoba merasakan menjadi pusat perhatian, mencoba memutuskan sesuatu yang sebelumnya anti untuk kuambil, mencoba melangkahkan dan menginjakkan kaki pada forum yang sebelumnya ‘nggak banget!’, mencoba meresapi perasaan baru yang jarang muncul, dan beberapa mencoba-mencoba yang lain. Ya, hanya mencoba! Bukan membiasakan!

Aku enggan berbagi dan hanya satu-dua orang yang tahu, itupun tidak hingga setengah cerita. Perasaan aneh dalam proses ‘pencobaan’ segala sesuatu itu, tersimpan rapi di dalam hati. Kususun teliti sesuai abjad dan kronologis. Baik, itu memang abstrak. Karena hidupku memang penuh dengan keabstrakan, termasuk “Cintaku Abstrak” (salah satu judul notes-ku di jejaring sosial).

Sesuatu itu mengikutiku hingga dalam satu ruang dan waktu. Berkutat bersama dalam suatu keceriaan dan kegalauan. Sering tiba-tiba muncul dan berdiam di samping atau belakangku, tetapi juga sering tiba-tiba pergi tanpa jejek yang pasti. Ketika kucoba untuk menghindar, entah mengapa takdir justru mempertemukan. Ketika kucoba sejenak menunggunya berlalu sebelum kutiba, sesuatu itu justru tetap kokoh bertahan hingga aku lelah menunggu kepergiannya. Ketika sukses memalingkan wajah menghindarinya, rupanya bahkan dari sisi lain itulah pancarannya tetap terasa. Saat berada pada posisi nadir dan ingin benar-benar terpisah dengannya, entah dari mana datangnya dia justru makin mendekat dan menawarkan diri untuk lebih dekat. Ketika benar-benar merasa jenuh hingga terasa terjun bebas dengan kecepatan yang makin besar, sesuatu itu justru menarik perlahan atau menjadi bantalan lembut pendaratanku. Menarik dan mengagumkan. Aku mulai terbuai dengan takdir indah yang mempertemukan ini.

Ya, takdir. Takdir itu mempertemukanku dengan sesuatu itu, yang kali ini merupakan sesuatu yang bernyawa. Sesuatu yang sama denganku. Pertama bertemu, dia memberi kesan mirip dengan seseorang yang pernah mengisi hati. Lama-kelamaan justru… semakin mirip! Hanya saja memiliki minat yang sangat berlawanan. Dengan hadirnya dalam hidupku yang baru, rupanya mampu membangkitkan sejenak gairah hidup yang sempat layu. Auranya yang terpancar di setiap pertemuan, membuat semangat tanpa sumber yang pasti hinggap sejenak dalam relung hati. Aku semangat! Aku berjuang!

Bersambung…

4 Comments

  1. megaeriska said,

    29 December 2011 at 15:36

    waaaahhhhhh,,,,rak curhat mbek aku ik kalo ada sesuatu yg sesuatu bgtttt…..hehe :p
    selamat, selamat berjuang🙂

    • 30 December 2011 at 13:50

      Kira-kira sesuatu itu benda hidup atau mati?
      Hahaha, sama-sama berjuang deh, Meg! ^^

  2. Anonymous said,

    25 July 2014 at 09:31

    wahhhh apakah sesuatu itu?? atau seseorang??? wkwkkwkw…………… apakah aku termasuk salah satu dari “satu dua orang” itu??………… hmmmm ditunggu sambungannya ya saiiii

    • 7 August 2014 at 06:49

      Waaah tulisannya anonim tapi kayanya aku tau siapa gerangan di balik nama ini. Hihihi.. Btw ini tulisan udah lama bgt ternyata. Sampai lupa kl sambungannya belom diposting di sini xD


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: