The Best Family Drama Ever

Sebelumnya saya pernah menulis tentang tiga drama korea bertema keluarga yang paling saya sukai. Pada kesempatan ini, saya ingin menambahkan daftar drama korea ber-genre keluarga yang benar-benar menjadi favorit saya banget. Setelah memburu dan menonton DVD drama ini secara lengkap, akhirnya saya pun berani memutuskan bahwa ini adalah drama korea terbaik yang pernah saya tonton selama ini.

Judulnya adalah “My Daughter, Seo Young”.

My Daughter, Seo YoungDrama ini pernah ditayangkan di salah satu saluran televisi swasta dengan judul versi Indonesianya adalah “Sayangku, Seo Young”. Drama ini pertama kali saya tonton saat saya sedang “berlibur panjang” di rumah setelah sukses menyelesaikan pendidikan terakhir saya. Pertama lihat, saya merasa malas karena pemainnya yang tidak saya kenal dan sekilas tidak ada yang ganteng (#ups). Adegan pertama yang kebetulan saya lihat saat itu juga berupa adegan romance modern sehingga saya pikir drama ini mengangkat tema romance yang biasa saja. Namun, setelah saya melihat ada sosok “Presiden” di drama City Hunter yang perannya di sana berbeda 180 derajat, serta munculnya Lee Jung Shin CNBLUE yang kocak, ketertarikan saya mulai muncul dan akhirnya selama “libur panjang” itu pun, pukul 15.30 WIB adalah waktu yang paling saya tunggu-tunggu. Saya mulai penasaran dan mengikuti serial drama tersebut secara rutin.

Drama ini mengangkat tema yang tidak klise, tetapi ada kemungkinannya terjadi di kehidupan nyata. Berbeda dengan drama biasa yang tokoh protagonisnya terbilang “super baik tanpa cacat”, tokoh protagonis di drama ini justru bersifat semi-antagonis (dan ini yang menurut saya menarik). Tidak hanya pemeran utama, masing-masing tokohjuga punya karakter yang kuat, dan akting semua pemainnya juga oke. Setiap tokoh punya cerita menarik masing-masing, dan ceritanya itu mengandung pembelajaran dan hikmah tersendiri bagi saya. Masing-masing tokoh sukses memberikan nasihat implisit untuk saya dan inilah yang akhirnya membuat saya menyukai semua tokoh yang ada di drama dengan 50 episode ini.

***

Lee Seo Young adalah tokoh utama dalam drama ini, yang diperankan oleh Lee Bo Young.

Lee Seo YoungDia adalah gadis pintar yang serba bisa, tetapi kurang beruntung karena masalah ekonomi dan keluarganya. Dia sangat menyayangi ibu dan adik kembar laki-lakinya, tetapi sangat benci dengan ayahnya. Kebencian Seo Young pada ayahnya inilah yang menjadi akar masalah di cerita drama ini. Seo Young menganggap bahwa ayahnya yang tukang ngutang dan pembuat masalah adalah penyebab kematian ibunya. Seo Young sangat ingin memisahkan diri dari ayahnya ini, sampai-sampai saat adiknya membawa ayahnya dari kampung untuk tinggal bersama mereka berdua di rumah kontrakan mereka di kota, Seo Young langsung pergi dari sana karena benar-benar tidak mau tinggal satu atap dengan ayah yang dibencinya. Seo Young bahkan rela putus hubungan dengan ayahnya dan menikah dengan seorang pria tanpa memberi tahu ayahnya terlebih dahulu. Momen paling menyakitkan dari Seo Young untuk ayahnya adalah saat Seo Young membentak ayahnya dan mengatakan kata-kata kasar semacam, “Setiap malam aku selalu mengeluh kepada Tuhan, mengapa aku harus menjadi anak ayah, mengapa ayah harus menjadi ayahku!” yang membuat saya sukses menangis sesenggukan saat melihat ekspresi kebencian Seo Young sekaligus ekspresi terkejut dan sedih ayahnya. Na’udzubillah T_T

Seo Young terbilang gadis yang keras dan sangat berpegang teguh pada harga dirinya. Meski miskin dan hidup susah, dia tidak mau orang lain mengasihani dia. Tabiatnya yang keras, membuatnya jarang tersenyum pada orang lain. Namun, yang menurut saya paling membuat Seo Young harus sangat bersyukur adalah karena dia dikelilingi oleh orang-orang yang sebenarnya sangat menyayanginya. Selain ayah dan adik laki-lakinya, suami Seo Young adalah pria super baik yang sangat sayang padanya. 10Keluarga suaminya yang awalnya menolaknya, lama-kelamaan juga semakin menyayanginya dengan tulus. Meskipun pernikahannya berasaskan kebohongan (karena mengaku pada suami dan keluarganya bahwa ayahnya sudah meninggal – Astaghfirullah T_T), Seo Young selalu tulus membantu dan menyayangi suami serta semua keluarganya. Dia perhatian dan senang menolong anggota keluarga yang kesulitan, mudah mengambil hati, dan bisa melakukan apa saja yang membuat seluruh anggota keluarga puas. Ini adalah salah satu nilai positif yang bisa diambil hikmahnya dari seorang Lee Seo Young.

Lee Sam Jae adalah ayah Lee Seo Young, yang diperankan oleh “Presiden” di drama City Hunter.

Lee Sam JaeDia adalah ayah yang selalu “tidak beruntung”. Sewaktu kecil, Seo Young sangat menyayangi ayahnya dan menjadikannya tokoh panutan. Namun, seiring waktu berjalan, ayahnya ini selalu saja salah dalam melakukan sesuatu. Berniat mencari uang lebih banyak, malah terjebak bisnis MLM yang menyesatkan, judi, atau lilitan lintah darat. Seo Young sangat benci dengan tabiat itu, tetapi Ayahnya ini hanya orang biasa yang berniat membahagiakan keluarganya di tengah segala keterbatasan yang ia miliki. Saat ia bertekad untuk bekerja secara halal, ia justru terjebak dengan bekerja sebagai pelayan bar, yang “sialnya”, malah kepergok Seo Young saat dia sedang “tergelincir sebuah kebetulan yang merugikan” yang membuat Seo Young malu sekaligus sangat marah padanya. Namun, Lee Sam Jae pada hakikatnya adalah ayah yang sangat menyayangi putrinya. Sepeninggal putrinya, ayah ini pun bertekad untuk mencari pekerjaan halal yang tidak akan membuat putrinya marah lagi. Dia pun bekerja sebagai tukang cuci piring, tukang angkut dan antar barang pindahan, tukang antar delivery order, hingga tukang kayu. Sayangnya, seperti quote yang dikatakan sendiri oleh adik Seo Young, “Ayah terlambat berubah, dan Seo Young terlalu cepat pergi”. Akibatnya, Seo Young tidak tahu dengan persis bagaimana perjuangan ayahnya sepeninggal dirinya. Momen paling menyedihkan Lee Sam Jae adalah saat dirinya bekerja sebagai “tamu bayaran” pada suatu acara pernikahan, dan mempelai wanita yang dilihatnya saat itu ternyata justru adalah putrinya sendiri. Wajah terkejutnya di tengah riuh tamu undangan, sukses membuat saya merinding. Lalu apa yang dia lakukan setelah itu, spontan menunduk dan menutup mukanya serta pergi diam-diam dari pesta pernikahan itu lalu sembunyi-sembunyi memperhatikan putrinya dari kejauhan saat sesi foto keluarga, berhasil membuat saya kembali menitikkan air mata sedih T_T

Keluarga LeePelajaran positif yang saya ambil dari tokoh ini adalah kasih sayang seorang ayah terhadap anak-anaknya. Seorang ayah mungkin tidak sempurna mencintai anak-anaknya karena mereka memiliki cara masing-masing untuk membahagiakan anaknya. Ayah adalah orang yang menyayangi anaknya dengan cara yang berbeda dengan ibu. Ayah mungkin tidak bisa secara gamblang menunjukkan kasih sayangnya, tetapi bisa jadi kasih sayang dan pengorbanannya selama ini adalah sama besarnya atau bahkan lebih dari yang dilakukan oleh ibu. Ayah mungkin tidak bisa memeluk anaknya seperti ibu memeluk anaknya, tetapi ayah juga punya pelukan yang tak kalah hangat, lewat doa-doa dan harapan yang diam-diam dilatunkan untuk anaknya.

Kang Woo Jae, suami Seo Young, yang diperankan oleh Lee Sang Yoon.

Laki-laki ini sukses membuat hati meleleh dan diam-diam bermimpi bisa bertemu dengan pria seperti ini. Tabiat orang ini adalah keras, tetapi dia sangat lemah terhadap Lee Seo Young! Dia mau melakukan apa saja untuk membuat Seo Young bahagia. Bahkan tujuannya menikah adalah “Ingin membahagiakan Seo Young dan membuat Lee Seo Young selalu tersenyum”. Astaga, hati wanita mana yang tidak meleleh? Dan itu bukan sekedar ucapan. Orang ini sukses mengaplikasikannya dan terus berjuang mencapai tujuan pernikahan yang diucapkannya tersebut. Dia sangat mengagumi dan mempercayai Lee Seo Young. Sampai-sampai saat akhirnya dia mengetahui kebohongan Lee Seo Young, dia bahkan tidak tega langsung “melabrak” istrinya tersebut karena masih ingin menjaga perasaan dan harga diri istrinya. Secara halus dan dengan diam-diam terluka, dia memancing agar istrinya sendiri yang mengatakan padanya supaya tidak menjatuhkan harga diri istrinya tersebut. Kehidupan mereka berdua begitu indah daaan lihatlah bagaimana orang ini memperlakukan istrinya! Silakan lihat sendiri, dan wanita yang normal (terutama yang jomblo :p) kemungkinan besar akan meleleh!

Namun, ada satu momen klimaks Woo Jae yang sangat jahat pada Seo Young. Sebelumnya Seo Young pernah “mencuri” motor Woo Jae saat dia harus buru-buru ke bandara untuk menemui ibunya yang sekarat (hingga akhirnya meninggal sebelum mereka bertemu). Setelah Woo Jae tahu bahwa Seo Young adalah pencuri motor kesayangannya itu dan Seo Young mencoba memberikan alasan, dengan kejam Woo Jae berkata, “Aku tidak akan percaya alasan apapun darimu meski kau mengatakan bahwa saat itu ibumu mati!” Jeder!! Padahal memang saat itu ibunya Seo Young meninggal T_T Mendengar itu Seo Young tidak berkata apapun lagi, dan tentu saja, setelah tahu kalau ibunya Seo Young benar-benar meninggal saat itu, Woo Jae langsung menyesal setengah mati. Momen menyentuh antara Woo Jae dan Seo Young adalah lanjutan masalah tersebut, yaitu ketika Woo Jae diam-diam mengikuti Seo Young saat dia akan menaburkan abu ibunya di suatu tempat. Saat itu tanpa sengaja Woo Jae mendengarkan curahan hati Seo Young yang “bicara sendiri” pada abu jasad ibunya. Beberapa lama setelah itu, juga ada adegan Woo Jae yang diam-diam mencari sepatu Seo Young yang hanyut terbawa arus sungai. Lalu saat akhirnya dia “kepergok” Seo Young, adegan Woo Jae membersihkan sepatu Seo Young dan memakaikannya ke kaki Seo Young ituuu….. tidak kalah sedihnya juga dengan adegan setelahnya saat Seo Young pun akhirnya menangis sesenggukan di bahu pria itu. Ouw… ^^

Pelajaran positif dari tokoh ini adalah bagaimana seorang pria seharusnya memperlakukan perempuan. Seorang laki-laki yang menyayangi ibunya, biasanya juga akan sayang pada adik atau kakak perempuannya, istrinya, dan juga anak perempuannya. Perjuangan laki-laki ini mendapatkan perempuan yang dia cintai, juga diimbangi dengan perjuangan laki-laki ini membahagiakan dan mempertahankan perempuan yang dicintainya tersebut. Pria ini juga sukses menciptakan sisi romantis yang terkesan so sweet banget ^^

Lee Sang Woo, adik kembar Lee Seo Young, diperankan oleh Park Hae Jin.

Ini adalah laki-laki kedua yang membuat saya betah menonton drama ini. Laki-laki kedua yang terasa “sempurna” dan menjadi favorit saya. Berbeda dengan Woo Jae yang dibesarkan dari keluarga kaya, Sang Woo sukses menjadi laki-laki sederhana yang tidak kalah baik dan menarik daripada Woo Jae. Sama halnya dengan Seo Young, Lee Sang Woo juga sangat sayang pada ibu dan saudaranya, serta membenci ayahnya. Namun, kebenciannya pada ayahnya berbeda dengan kebencian yang dimiliki oleh Seo Young. Meskipun benci, Sang Woo tetap menjadi anak berbakti yang mau menerima ayahnya dengan baik. Saat Seo Young pindah dari kontrakan mereka di kota, Sang Woo tidak ikut meninggalkan ayahnya, malahan menemaninya tinggal bersama dan selalu menghibur ayahnya yang sedih karena Seo Young. Sang Woo yang mirip kakaknya, terlihat dingin dan keras di luar, bisa berubah menjadi manja dan humoris saat sedang berdua dengan ayahnya. Banyak momen menyentuh antara Sang Woo dan ayahnya, tetapi salah satu yang cukup membuat saya tersentuh adalah saat Sang Woo baru pulang dari kerjanya sebagai “supir panggilan”. Dia teringat bahwa ayahnya bilang sudah dapat pekerjaan di salah satu restoran besar. Saat pulang, Sang Woo pun mampir ke sana untuk sekalian menjemput ayahnya dan pulang bersama, tetapi apa? Yang dia temukan adalah ayahnya yang sedang mencuci alat-alat pemanggang/pembakar daging. Ditambah lagi pemandangan saat pekerja lain menyindir ayahnya karena kerjanya yang lambat dan meletakkan sejumlah besar alat pemanggang kotor yang lain. Momen saat Sang Woo tersenyum pada ayahnya dan langsung bersigap membantunya mencuci tanpa pikir panjang, sertatanpa  terlebih dahulu bertanya atau mengungkit pekerjaan ayahnya yang di luar dugaannya itu, entah mengapa bagiku mencerminkan bakti anak pada orang tua yang terlihat sangat manis ^^

Hubungan Lee Sang Woo dan Lee Seo Young sebagai kakak-adik juga so sweet. Sebagai saudara kembar nggak identik, mereka sering dikira pacaran kalau sedang berduaan. Sang Woo bahkan sempat ngaku sebagai pacarnya Seo Young saat suatu hari Seo Young lagi digodain teman lelakinya. Seo Young juga akhirnya balas mengaku jadi pacar Sang Woo saat dia lagi dikejar-kejar cewek. Namun, sedih rasanya karena pertemuan mereka, sebagian besar ujung-ujungnya justru membicarakan masalah masing-masing. Sampai-sampai saat Seo Young ngajak ketemuan Sang Woo karena “kangen” dan kalimat pertama Sang Woo saat bertemu adalah “Ada apa? Apa ada hal buruk yang terjadi?”, Seo Young langsung pasang wajah sedih dan berkata, “Mengapa pertemuan kita seolah-olah selalu karena ada masalah?” Hiks, sedihnya… Namun, menurut saya ada dua momen paling sedih antara Sang Woo dan Seo Young. Pertama ketika Seo Young memberi tahu Sang Woo tentang pernikahannya dan meminta Sang Woo hadir tanpa ayahnya. Sang Woo yang terkejut dengan keputusan Seo Young, berusaha keras untuk mengingatkan dan membujuk kakaknya untuk memilih di antara dua pilihan, membatalkan pernikahan atau mengakui bahwa sebenarnya ayahnya masih hidup. Momen saat Sang Woo membujuk Seo Young itu sedih banget T_T Apalagi saat Seo Young bilang, “Bagaimana mungkin aku harus sanggup mengatakan kalau adikku juga sudah mati?” Aaaah Seo Young sayang sekaliii sama Sang Woo! Tapiii lebih haru lagi saat Sang Woo masih memilih untuk lebih berbakti pada ayahnya, “Kalau kau tetap mau menyembunyikan ayah, maka sembunyikan juga aku!” Huaaaa… Lee Sang Woo T_T Kedua adalah saat setelah sekian lama setelah menikah, Seo Young dan Sang Woo akhirnya bertemu kembali. Mereka bertemu di rumah sakit, dan saat itu Sang Woo langsung berlari menghindar. Tapiii saat tiba-tiba Seo Young jatuh, Sang Woo langsung refleks balik badan dan menolong Seo Young yang kakinya berdarah T_T Lalu saat pembicaraan selesai dan Seo Young berjalan ke mobilnya di area parkir, diam-diam Sang Woo mengamatinya dari balik kaca lantai atas rumah sakit. Sang Woo sekali lagi refleks bergerak saat Seo Young hampir jatuh menahan sakit di kakinya tadi. Wajah sedih Sang Woo memperhatikan kakaknya diam-diam dari kejauhan, tampak begitu tulus di mataku :’)

Nggak sampai di situ, Sang Woo yang sangat sayang pada kakaknya itu, bahkan juga rela berkorban demi kakaknya dengan menikahi seorang gadis yang tidak pernah dia cintai sama sekali. Kisah ini cukup komplikatif untuk dijelaskan. Namun, yang ingin saya tekankan di sini adalah sikap Sang Woo terhadap gadis yang tidak pernah dicintainya tersebut yang akhirnya menjadi istrinya. Meskipun tidak pernah mencintainya, Sang Woo tidak pernah sekali pun berniat menyakiti perasaan gadis itu. Sebelum menikah, dia bahkan jujur mengatakannya pada gadis itu, bahwa sebenarnya dia tidak pernah mencintai gadis itu sampai sekarang, tetapi dia berjanji akan belajar untuk mencintai dan menerima gadis itu apa adanya. Dia juga bertekad untuk tidak akan melukai gadis itu dan akan berusaha membahagiakannya meskipun katakanlah sepanjang hidupnya dia tidak akan bisa mencintai gadis itu. Astaga, tahukah ada pepatah yang mengatakan bahwa laki-laki tidak akan pernah bisa “belajar mencintai”? Belajar mencintai adalah tabiat wanita, karena itu wanita disarankan untuk lebih memilih orang yang mencintainya daripada yang dia cintai. Keadaan sebaliknya yang dialami Sang Woo. Lihatlah bagaimana Sang Woo memperlakukan gadis itu. Meskipun belum cinta sama istrinya, Sang Woo sukses jadi suami yang nggak kalah so sweet dibandingkan Kang Woo Jae.

Lee Sang Woo memberikan banyak pelajaran positif bagi saya. Baktinya pada sang ayah, pengorbanan dan rasa sayangnya pada sang kakak, kesetiaannya pada orang yang dia dicintai, keikhlasannya pada orang yang belum dia cintai, sikap sopan dan patuhnya pada orang lain, aww~ Lee Sang Woo memang the best! Tidak heran jika Lee Sang Woo adalah pemeran pria yang paling saya sukai dan nantikan kemunculannya di drama ini. Di luar drama ini, orang ini juga jadi alasan terkuat saya untuk menonton MLFAS. Meski karakternya beda jauh, perannya sebagai Hwi Kyung di MLFAS juga berhasil menarik minat saya ^^

Choi Ho Jung, gadis beruntung yang menjadi istri Lee Sang Woo!

Ho Jung adalah gadis polos yang tulus tapi agak bego, yang sangat tergila-gila pada Lee Sang Woo. Cara dia mengejar-ngejar Lee Sang Woo memang agak seram. Mulai dari diam-diam mengamati hingga mengikuti ke mana pun Sang Woo pergi. Ibunya yang sangat berharap putri satu-satunya ini menikah dengan pria mapan, merasa tidak aman ketika tahu putrinya malah tergila-gila dengan pria sederhana yang tidak jelas asal-usulnya. Ibunya pun terpaksa mengirim putrinya itu sekolah di Amerika, dengan perjanjian akan “membebaskan” putrinya sekembalinya dari Amerika. Sebelum pergi, Ho Jung bahkan dengan gila pergi ke rumah Sang Woo pagi-pagi buta, dan meminta Sang Woo untuk berjanji bahwa jika tiga tahun kemudian sekembalinya dia dari Amerika dan Sang Woo belum menikah, Sang Woo harus memberinya kesempatan. Astaga, cowok mana yang nggak serem dengan gadis macam ini? Tapi… Ho Jung itu gadis yang super polos dan baik banget. Terbukti setelah tiga tahun berlalu dan Sang Woo malah sudah punya pacar, Ho Jung pun mencoba tetap tegar dan malah mendukung hubungannya dengan pacarnya itu (di tengah luka yang dalam pastinya). Ho Jung juga baiiik banget sama ayahnya Sang Woo. Dan baiknya itu nggak terkesan mau “nyogok” sang ayah biar anaknya jadi suka dia, tapi baik yang emang bener-bener baik. Beruntung sekali karena Ho Jung akhirnya bisa mendapatkan Lee Sang Woo, laki-laki yang dicintainya selama ini, meskipun saat itu Sang Woo belum suka sama dia.

Kepolosan, kebaikan, dan ketulusan seorang Choi Ho Jung, adalah sisi positif yang saya ambil. Hati yang tulus lama-kelamaan bisa juga melelehkan hati yang keras macam hati ayahnya Seo Young dan hati Lee Sang Woo. Kehidupan Ho Jung dan Sang Woo pascamenikah juga kocak. Kaku, tetapi selalu bahagia. Sang Woo memperlakukan Ho Jung dengan sangat baik. Dia menepati janjinya untuk belajar mencintai dan akan membahagiakan Ho Jung, serta tidak berniat sama sekali untuk menyakitinya. Terkadang Sang Woo juga suka iseng menggoda atau mengerjai Ho Jung yang bego dan polosnya minta ampun, tapi caranya jahil entah kenapa juga terlihat romantis ^^ Ayah Seo Young juga beruntung bisa memiliki Ho Jung yang setidaknya bisa menggantikan kepergiaan Lee Seo Young sejenak. Ho Jung sangat menyayangi ayah mertuanya ini dan memperlakukannya seperti ayahnya sendiri. So sweet ^^

Kang Mi Kyung, pacar Sang Woo sekaligus adik perempuan Kang Woo Jae (atau adik ipar Seo Young).

Mi Kyung memiliki peran yang juga penting, dan banyak pesan implisit yang bisa dipetik. Sebagai anak orang kaya dan adik Woo Jae yang mapan, Mi Kyung sudah terbiasa dengan dunia “orang-orang besar”. Namun, gadis ini enggan dengan kehidupan seperti itu, dan lebih memilih untuk berdandan tomboy layaknya orang biasa. Banyak pria yang mendekatinya, selalu saja punya niat buruk dan tidak tulus mencintainya. Sebagai putri orang kaya, pria-pria hanya mendekatinya karena harta. Oleh sebab itu, gadis ini pun akhirnya memutuskan untuk “menyamar” menjadi anak yatim piatu yang hidup mandiri dengan sederhana.

Mi Kyung bertemu dengan Lee Sang Woo saat terjadi kecelakaan di sebuah jalanan kota. Seorang korban berteriak kesakitan sementara ambulans belum juga datang. Sebagai mahasiswi kedokteran, Mi Kyung berusaha menolong, tetapi dia juga kikuk. Saat itulah, Sang Woo datang menolongnya dan melakukan “pembedahan kecil” pada pasien. Uuuuh… entah ya, apa istilah medisnya, kaki korban itu “diiris” oleh Sang Woo dan langsung keluar darah encer yang mereka sebut dengan pertolongan darurat. Awww meskipun ujung-ujungnya Sang Woo juga pucet karena pertama kalinya praktik begituan, tapi tetap saja Lee Sang Woo kereeen! ^^ Dan kejadian, nggak cuma saya yang kagum, Mi Kyung juga. Apalagi setelah dokter di rumah sakit bilang kalau pertolongan tadi adalah pertolongan hebat yang sangat membantu korban. Singkat cerita, mereka ternyata magang di rumah sakit yang sama, dan tiga tahun kemudian juga bertemu di rumah sakit dan bagian yang sama, yaitu bagian bedah. Mi Kyung sangat tertarik dengan ilmu bedah, yang katanya jarang diminati wanita, sehingga di bagian bedah ini dialah satu-satunya dokter “junior” wanita. Kalimat penyemangat Mi Kyung di dunia bedah yang terdengar menarik adalah “Bagiku, menyelamatkan nyawa seseorang dengan menggunakan pisau adalah suatu tindakan keren!”. Kisah Mi Kyung dan Sang Woo juga menarik sekali. Mereka berpacaran secara diam-diam dan sebagai sesama dokter di bagian yang sama, tetapi dengan jadwal yang berbeda-beda, mereka selalu kesulitan untuk bertemu. Tempat favorit mereka adalah atap rumah sakit. Di jam-jam kosong, mereka sering bertemu di sana. Menyedihkan sekali karena setiap bertemu itulah, baru sebentar ketemu eh salah satu dari mereka malah mendapat panggilan. Kunjungan pasien lah, panggilan darurat lah, operasi lah, macam-macam. Saat mau pergi bersama di malam hari pun sulit. Karena tidak ada satu pun dokter senior dan rekannya yang tahu hubungan mereka, jadi yah semua orang sering curiga kalau tiba-tiba Mi Kyung mengajukan cuti atau libur di hari yang sama dengan Sang Woo. Bagi Mi Kyung, Sang Woo adalah pria yang mencintainya apa adanya. Perlu dicatat, saat berpacaran dengan Mi Kyung, Sang Woo tidak tahu bahwa Mi Kyung adalah putri seorang presdir sekaligus adik ipar kakak perempuannya. Padahal, Sang Woo itu sayang sekali sama Mi Kyung. Dia baiiiik banget! Lihatlah bagaimana Sang Woo memperlakukan Mi Kyung sebelum dan setelah dia tahu siapa Mi Kyung sebenarnya. Sangat menyedihkan ketika mereka akhirnya harus berpisah.

Dari tokoh Mi Kyung, saya belajar bahwa kebohongan tidak akan mendatangkan kebahagiaan. Hubungan Mi Kyung dan Sang Woo pada dasarnya didasari dengan “kebohongan” Mi Kyung tentang identitas sebenarnya. Kata Sang Woo, “Jika aku tahu siapa kau sebenarnya, aku tidak akan memulai untuk mencintaimu.” Dan bagaimana Sang Woo berkorban demi kakaknya dengan meninggalkan Mi Kyung, seakan berkata, “Aku bertemu denganmu karena kakakku. (Kalau kakakku tidak memasukkan namaku sebagai calon mahasiswa kedokteran, mungkin aku juga tidak akan bertemu dan mencintaimu seperti ini). Karena itu, sekarang pun aku berpisah denganmu karena kakakku.” Aaah sediiih… Tapi di sisi lain, meskipun hubungan Sang Woo dan Mi Kyung terlihat sangat sempurna, saya pribadi memang lebih memilih supaya Sang Woo berpasangan dengan Ho Jung. Pasalnya, Ho Jung menyukai Sang Woo secara tulus dengan segala kepolosan dan kekonyolannya (meskipun awalnya agak seram), tetapi Mi Kyung mencintai Sang Woo dengan sebagian keegoisannya. Dia ingin mencari pria yang benar-benar cinta padanya tanpa memandang status, tetapi di mata Sang Woo itu juga terkesan bahwa Mi Kyung ingin “menguji” Sang Woo dan tidak percaya padanya secara tulus. Yah, meskipun mungkin sebenarnya sejak awal Mi Kyung benar-benar tulus suka sama Sang Woo. Ah, rasanya menyedihkan sekali kehilangan orang seperti Lee Sang Woo😦

Choi Kyung Ho, profesor dan dokter senior di rumah sakit tempat Sang Woo dan Mi Kyung bekerja, kakak tiri Ho Jung.

Nah, ini juga tokoh pria kocak yang jadi favorit saya! Kyung Ho adalah anak dari ayah Ho Jung dengan istri pertamanya yang sudah meninggal. Dengan kata lain, kakak tiri Ho Jung, satu ayah-beda ibu. Hidup orang ini tergolong menyedihkan. Pasalnya, baru beberapa lama menikah dan tinggal di Amerika, Kyung Ho malah ditinggal mati istrinya pada usia pernikahannya yang masih terbilang seumur jagung. Sedih bangeeet T_T Karena itu, pria ini pun sukses menjadi pria super dingin dan kaku. Nggak asik banget deh, deket-deket sama cowok macam begini. Sepeninggal istrinya, Kyung Ho melampiaskan rasa sepinya dengan menimba ilmu hingga menjadi profesor di bidang bedah. Pria super dingin ini pun sukses semakin mengerikan.

Namun, lihatlah sisi lain pria ini. Meski kakak tiri, dia sangat baik pada Ho Jung. Dia memahamidan memperhatikan adik tirinya ini dengan cara dingin yang ia miliki. Saat Ho Jung akhirnya membawa Kyung Ho kembali ke Korea, momen pertemuannya dengan ayah kandungnya cukup menyentuh. Pasalnya, ayah kandungnya itu mengaku sudah bertahun-tahun (kalau tidak salah 6 tahun) tidak bertemu dengannya dan dia bahkan baru mengetahui kalau istrinya Kyung Ho telah tiada. Jadi, selama ini pria dingin itu menyembunyikan perasaan sepinya seorang diri bahkan dari ayah kandungnya sendiri T_T Dan lihatlah apa yang dia lakukan pada ibu tirinya yang awalnya tidak senang dengan kehadirannya. Lama hidup tanpa ibu ataupun istri, pria ini mencoba “melampiaskan” rasa rindunya pada ibu tirinya, tapi lagi-lagi dengan cara dingin yang ia miliki. Memaksa tinggal bersama keluarga ibu tirinya padahal sudah diberi tempat tinggal oleh rumah sakit tempatnya bekerja karena ingin merasakan tinggal bersama keluarga, sering dengan dingin menyuruh ibu tirinya memasakkan makanan untuknya karena rindu dengan masakan rumahan, pura-pura tidak ingat kode pin rumah dan berulang kali membunyikan bel karena kangen dengan bagaimana seseorang membukakan pintu dan menyambutnya pulang, serta momen-momen konyol lainnya. Momen favorit saya adalah ketika akhirnya Kyung Ho memutuskan untuk tinggal di apartemen yang disediakan rumah sakit untuknya. Suatu hari ibu tirinya mengunjungi kediamannya itu dan melihat keadaan rumah yang super berantakan. Sang ibu pun spontan mengomel sambil membantu membereskan rumah, mencuci, dan memasak. Saat itu Kyung Ho pun berkata pada ibu tirinya dengan wajah manja tetapi juga kaku, yang sekilas tetap terlihat tulus, “Kau benar-benar terlihat seperti ibuku.” Auw… mungkin itu pertama kalinya Kyung Ho dapat perhatian setelah ditinggal mati ibu dan istrinya, ya ^^ Setiap tokoh ini muncul, saya langsung ikut semangat dan spontan tertawa. Bahkan pernah saat adegan sedih lalu tiba-tiba pria ini muncul di adegan berikutnya, saya yang sedang menangis sesenggukan karena adegan sedih itu malah langsung spontan tertawa begitu melihat tampang pria ini. Pria dingin dan kaku ini, diam-diam humoris dan iseng juga lho. Hahaha…

Kang Sung Jae, adik laki-laki Kang Woo Jae, sekaligus murid privat Lee Seo Young, diperankan oleh Lee Jung Shin CNBLUE.

Selain “Presiden City Hunter”, Jung Shin adalah salah satu alasan awal mengapa saya menonton drama ini. Pasalnya, saat itu kebetulan saya baru mulai belajar suka dengan CNBLUE, dan cukup terkejut ketika tahu maknae-nya juga main film. Kang Sung Jae adalah anak SMA yang lebih tertarik dengan dunia akting daripada pelajaran sekolah. Ayahnya mengancam mengirimnya ke militer jika nilai ujiannya tidak mengalami peningkatan. Banyak guru privat yang berakhir tragis karena “dikerjain” atau “diuji kesabarannya” oleh Sung Jae. Namun, hal itu tidak mempan pada Lee Seo Young. Sung Jae bahkan menunjukkan kemajuan akademisnya daaan mulai menyukai guru privatnya itu. Saya suka dengan momen ketika Sung Jae dan Seo Young sedang berada di dalam bus, lalu Sung Jae yang penasaran dengan lagu apa yang didengarkan Seo Young lewat headset, mengambil salah satu headset itu dari telinga Seo Young dan memasangnya di telinganya sendiri. Sung Jae terkejut karena Seo Young ternyata tidak sedang mendengarkan lagu, melainkan mendengarkan rekaman suaranya sendiri yang sedang membaca materi pelajaran kuliahnya. Wow! Rupanya itu adalah cara Seo Young belajar. Selain itu ada juga momen ketika Sung Jae sangat terkejut dengan kehidupan Seo Young yang menyedihkan. Rasa iba sekaligus simpati Sung Jae, mulai tumbuh sejak dia merasa sangat terkejut melihat isi dompet Seo Young yang kosong dan tempat tinggal Seo Young yang hanya berupa mes gratisan yang sempit dari beasiswa kampus (semacam rumah/asrama pendidikan). Unyu juga cara Sung Jae suka sama Seo Young. Apalagi saat tahu ternyata kakaknya sendiri juga suka Seo Young, plus malah akhirnya menikahinya. #pukpuk Kang Sung Jae ^^

Sung Jae ini juga sayaaaang sekali sama ibunya. So sweet juga ngeliat kelakuan ibu dan anak ini. Sung Jae yang jahil berubah sangat manja ketika berhadapan dengan ibunya. Namun, sedih sekali ketika akhirnya dia tahu bahwa Sung Jae bukan anak kandung ibunya. Ibunya memang tahu kalau Sung Jae bukan anaknya karena dahulu dia menemukan Sung Jae di depan pintu rumah. Namun, kenyataan bahwa Sung Jae ternyata anak suaminya sendiri dengan sekretaris suaminya di kantor, ibu yang tadinya sangat sayang pada Sung Jae berubah menjadi sangat membencinya. Ah, ini juga complicated. Sung Jae terlihat menyedihkan sekali ketika akhirnya malah “diusir” oleh ibu yang selama ini telah membesarkannya. Namun, kisah ini akhirnya happy ending dengan kembalinya Sung Jae ke rumah dan rasa ikhlas serta besar hati ibunya. Pesan positif implisit dari Sung Jae adalah usaha keras pasti akan menghasilkan sesuatu meskipun sesuatu itu bukanlah yang kita inginkan selama ini, tetapi yakinlah sesuatu itu adalah yang terbaik untuk kita. Kasih sayang tulus Sung Jae pada ibu yang membesarkannya juga menjadi sisi positif yang bagus.

Kang Ki Bum dan Cha Ji Sun, orangtua Woo Jae, Mi Kyung, dan Sung Jae.

Mereka menikah karena alasan bisnis orangtua mereka masing-masing. Dengan kata lain, tanpa adanya rasa saling cinta sama sekali. Demi memperbesar nama baik dan posisi, orangtua mereka pun menyusun pernikahan tersebut. Kang Ki Bum adalah sosok ayah yang keras dan tegas, serta sangat dingin dan tak acuh pada istrinya. Namun, meskipun sangat dingin pada istrinya sendiri, dia punya prinsip yang menarik, yaitu tidak akan pernah tidur di luar rumah kecuali alasan bisnis atau pekerjaan. Yah, meskipun pada akhirnya dia sendiri yang melanggar prinsipnya tersebut dan menimbulkan masalah besar di rumahnya. Kang Ki Bum cukup baik pada Seo Young karena gadis itu hampir selalu membuatnya merasa puas. Seo Young telah membuat Sung Jae yang tadinya malas menjadi lebih rajin dan Woo Jae yang kasar menjadi luluh, sehingga membuat presdir “Winners” ini cukup respect terhadapnya. Yang menarik dari orang ini adalah pada bagian-bagian akhir drama ini, dia akhirnya luluh juga dan bisa lebih “romantis” sama istrinya. Hihihi padahal sebelumnya bener-bener nggak peduli sama sekali sama istrinya sendiri.

Sebaliknya, Cha Ji Sun adalah ibu dengan hati yang lembut dan sensitif, polos dan lugu, serta bisa dikatakan haus akan kasih sayang. Bayangkan saja, hidup bersama suami super tak acuh dan anak-anaknya yang sibuk, wanita mana yang tidak merasa sepi? Dia juga tidak punya teman, kecuali satu orang teman dekat yang sebenarnya juga tidak terlalu suka padanya. Kemanjaan Sung Jae dan kehadiran Seo Young cukup menjadi penghibur hatinya. Karena itulah, dua orang ini adalah orang yang bisa dibilang paling dia percayai dan bisa dia andalkan. Sayangnya, kedua orang itu juga yang membuat hati wanita ini hancur berkeping-keping lantaran merasa dikhianati. Sung Jae karena ternyata dia adalah anak dari hasil kecelakaan suami dan sekretarisnya, dan Seo Young karena ternyata dia telah membohonginya dengan mengaku tidak memiliki ayah. Betapa sakitnya saat kita harus dikhianati oleh orang yang paling kita percayai, dan itulah yang terjadi pada ibu ini. Momen-momen yang menarik bagi saya adalah saat ibu ini merasa iri pada Lee Seo Young. Pada teman-temannya dia bercerita dan membangga-banggakan “kesempurnaan” menantunya, padahal dalam hati dia justru kesal sendiri karena menantunya ini terlalu sempurna baginya. Ibu ini juga suka cemburu melihat putra sulungnya jadi lebih perhatian sama istrinya setelah mereka menikah. Ibu ini suka ngedumel sendiri di dalam hati ketika melihat suami-istri baru itu ke mana-mana selalu berdua, saling menanyakan satu sama lain kalau salah satunya belum pulang ke rumah, atau hal-hal sepele lainnya yang tidak pernah dia dan suaminya lakukan. Misalnya saat Seo Young dan Woo Jae olahraga pagi berdua, ibu ini tersenyum di luar namun iri hati di dalam. Pasalnya dia dan suaminya bahkan sama sekali nggak pernah pergi berduaan macam Seo Young dan Woo Jae. Hmm #pukpuk Bu Ji Sun…

Pelajaran yang bisa diambil sih, secara umum sama seperti pembahasan drama ber-genre keluarga lain. Munculnya peran bapak, ibu, atau mertua itu seperti pengingat bahwa kisah “romantisme” dan sebagainya itu sebenarnya nggak hanya masalah antara seorang perempuan dan laki-laki. Pihak-pihak lain juga berperan. Jadi, meskipun Seo Young dan Woo Jae hidup “sempurna” bak romeo-juliet, cerita ini jadi nggak berkesan dunia hanya milik mereka berdua. Selain itu, saya juga belajar bagaimana perasaan seorang ibu saat anak laki-laki kesayangannya tiba-tiba harus “diambil” oleh wanita lain (baca: istrinya kelak). Yah, meskipun belum merasakan sendiri, tetapi cukup menjadi pembelajaran juga. Saat menikah, tanggung jawab ayah pada anak perempuannya akan berpindah ke suaminya. Namun, tanggung jawab suami (baca: seorang laki-laki) tidak hanya untuk istrinya saja, tetapi juga ibunya. Ibunya masih tetap berhak mendapat perhatian dan kasih sayang dari anak laki-lakinya. Awww… kok saya jadi terkesan sok tahu dan sok bijak, ya?

Choi Min Suk dan Kim Kang Sun, orangtua Ho Jung (dan Kyung Ho).

Pasangan suami-istri ini nggak kalah kocak! Berlawanan dengan pasangan Kang Ki Bum-Cha Ji Sun yang suaminya lebih mendominasi, pasangan ini justru didominasi oleh istrinya. Choi Min Suk menikah dengan Kim Kang Sun setelah ditinggal mati istri pertamanya karena suatu penyakit. Dari istri pertama yang telah tiada, Min Suk punya Kyung Ho, dan dari Kang Sun, Min Suk punya Ho Jung.

Choi Min Suk adalah ayah fleksibel yang “terkekang” oleh istrinya sendiri. Min Suk mendapat pekerjaan sebagai manajer Winners alias bawahan Kang Ki Bum, atas usaha Kang Sun yang meminta tolong pada Cha Ji Sun supaya suaminya bisa lebih mapan. Padahal hati terdalamnya Min Suk mengatakan bahwa pekerjaan ini bukan dia banget! Choi Min Suk yang santai dan fleksibel, kurang begitu suka dengan pekerjaan kantoran macam itu. Hingga akhirnya, dia pun melakukan kesalahan fatal pada pekerjaannya dan menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan. Sebagai teman dekat, Ki Bum berniat memutasikan dia ke kantor cabang lain, tetapi pria setengah abad lebih ini malah memilih untuk mengundurkan diri diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya. Ki Bum marah dan mengatakan bagaimana seorang pria “tua” macam Min Suk yang masih punya tanggungan keluarga bisa mendapatkan pekerjaan pengganti?! Namun, bapak ini bersikeras mundur dan berniat mencari kebebasan dan arti hidup sesungguhnya yang selama ini dia anggap telah hilang akibat kekangan istrinya. Bapak ini pun dengan gilanya berdandan seperti anak muda lantaran merasa telah kehilangan masa-masa mudanya dan ingin merasakannya sekali lagi. Setiap pagi di depan istri dan keluarganya dia berdandan rapi layaknya orang kantoran, tetapi di luar dia berkeliaran mencoba hal-hal baru yang selama ini belum pernah dia lakukan. Dia bahkan ikutan casting dan jadi bintang iklan home shoping yang dia sebut sebagai “bekerja sesuai minatnya”. Kocaknya, ternyata Kyung Ho udah tahu dan pura-pura bego serta tak acuh di depan yang lain. Bapak-anak ini sama-sama kocak! So sweet-nya, selain sayang banget sama putrinya, Ho Jung, bapak ini juga pernah membuat peraturan-peraturan aneh di rumahnya, misalkan jam sekian seluruh anggota keluarga harus sarapan dan makan malam bersama satu meja dan menceritakan kabar, rencana, atau apa yang telah masing-masing dari mereka lakukan hari ini. Peraturan itu dibuat karena secara randomtiba-tiba dia merasa bahwa keluarganya sudah tidak lagi terlihat seperti “keluarga”. Hihihi tapi pelajarannya benar juga sih, setiap keluarga kan, seharusnya memang harus punya sedikit waktu dalam sehari untuk berkumpul bersama dan saling bertukar cerita satu sama lain. Salut sama bapak ini ^^

Nah, kalau ibu yang satu ini, Kim Kang Sun, adalah ibu yang sangat overprotektif terhadap putrinya. Cita-citanya adalah agar putrinya menikah dengan orang mapan dan hidup bahagia tidak seperti dirinya. Ckckck ibu ini ya, rasanya hampir tidak pernah ada rasa syukurnya sama suami. Tiap hari mengeluh kenapa suamiku beginilah, begitulah… sedih banget deh, jadi Pak Min Suk. Dia selalu membanding-bandingkan kehidupannya dengan Cha Ji Sun, teman dekatnya semasa SMA. Sebenarnya ibu ini nggak terlalu suka sama Bu Ji Sun, tapi karena suaminya bekerja sebagai bawahannya suaminya Ji Sun, Bu Kang Sun jadi suka “nyogok-nyogok” Bu Ji Sun gitu. Bu Ji Sun-nya lagi yang terlalu polos! Nggak sadar-sadar juga kalau teman yang dia anggap paling dekat ini sebenernya nggak tulus-tulus amat sama dia. Eits, tapi meski sifatnya begitu, ibu ini juga punya sisi positif kok. Saya paling suka bagian ketika ibu ini kaget bukan main saat Lee Sang Woo akhirnya mau menikah sama Ho Jung. Saat itu, ibu ini belum tahu seperti apa rupa Sang Woo dan hanya mendengarnya dari Ho Jung saja. Suatu ketika saat ibu ini ke rumah sakit dan hampir terjatuh, Lee Sang Woo muncul dengan santunnya dan membantu ibu ini mengenakan sepatunya yang terlepas. Aiiih ibu ini aja sampai terkesima sama Lee Sang Woo (apalagi saya, hahaha)! Nah lho, waktu Sang Woo main ke rumah Ho Jung, ceritanya mau “kenalan sebelum ngelamar” gitu, ibu ini kaget bukan main karena Sang Woo yang selama ini dielu-elukan putrinya ternyata adalah pria ganteng dan santun yang pernah ia temui sebelumnya. Tapiii sebagai ibu yang overprotektif, dia tidak langsung setuju meskipun sisi hatinya percaya kalau Sang Woo itu orang baik. Saya suka momen saat ibu Kang Sun akhirnya memberikan restunya ke Sang Woo ^^ Dan saat itu tiba-tiba muncullah Kyung Ho yang nggak sengaja lewat dan liat mereka berdua lagi ngobrol di salah satu sudut rumah sakit! Antiklimaks. Momen serius langsung berubah tawa karena bagi saya kemunculan Kyung Ho itu selalu antiklimaks! (Padahal dia-nya juga nggak ngapa-ngapain).

***

Ah, nggak berasa, panjang juga tulisannya. Sebenarnya masih banyak tokoh-tokoh sampingan lain, seperti Yoo Man Ho (pemilik toko kelontong, “bala-bala musuh” sama Pak Lee Sam Jae), Jung Sun Woo (wanita yang suka sama Woo Jae), Lee Yoon Hee (teman SMA Seo Young), Yoon Sae Mi (sekretaris Kang Ki Bum, ibu kandung Sung Jae), pengacara Goo Seung Chan (rekan Sun Woo dan Seo Young), Nyonya Bang (“bos” tukang kayu, “bala-bala musuh” sama Pak Lee Sam Jae), dan sebagainya.Namun,pada dasarnya inti cerita ini memang kisah saling terkait antara tiga keluarga, yaitu keluarga Lee, keluarga Kang, dan keluarga Choi, yang anggota-anggotanya adalah orang-orang yang dipaparkan panjang lebar di atas. Di cerita ini, hampir tidak ada adegan khas pemain antagonis ala sinetron picisan (melotot dan marah-marah lebay, fitnah, mem-bully tokoh protagonis secara berlebihan, dsb). Akar masalah drama ini adalah kebohongan Seo Young tentang keluarganya. Saat menonton drama apapun, saya termasuk ke dalam orang yang tidak mudah menangis. Namun, jujur ini adalah drama yang paling banyak menguras air mata dan sukses membuat saya menangis sesenggukan. Tangisan yang kemudian memberikan saya begitu banyak pelajaran dan rasa syukur atas segala yang saya punya dan alami, khususnya rasa syukur mempunyai keluarga seperti yang saya miliki. Meskipun sedih, menurut saya drama ini juga tidak terlalu mellow dan mendayu-dayu karena banyak juga adegan yang memancing tawa ataupun antiklimaks ice breaking. Ending ceritanya……… happy ending! Masing-masing konflik dan kesalahpahaman diselesaikan melalui plot yang menurut saya sangat baik. Akhir cerita drama ini juga hampir seluruhnya cukup memuaskan saya!😀

Bagi pecinta drama, terutama genre keluarga, drama ini recommended banget untuk ditonton! Tenang, yang saya spoiler di sini sebagian besar hanya di bagian-bagian awal. Masih banyak bagian-bagian lain, terutama bagian akhir, yang nggak kalah seru dan bikin hati bergetar! Ceile…Mungkinpostingan ini bisa sedikit memberikan gambaran bagi yang “males” nonton drama panjang, tetapi juga (semoga) nggak akan terlalu “merusak” saat-saat menonton bagi yang berminat untuk menontonnya langsung😉

“My Daughter, Seo Young” is the best drama ever! ^^

1 Comment

  1. Ayomi said,

    26 February 2015 at 01:47

    i love this drama❤


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: