“Sakura Biyori”, Musim Sakura yang Penuh Kenangan…

Ada salah satu lagu soundtrack anime yang menjadi faforit saya. Lagu ini bertempo lembut dengan lirik yang mampu membangkitkan imajinasi akan suasana di balik lagu tersebut. Suasana yang sampai saat ini memang hanya bisa ada di dalam imajinasi lantaran belum adanya kesempatan untuk merasakannya secara langsung. Sakura biyori, sayangnya tidak ada di Indonesia…

Saya sangat menyukai bunga-bunga, dan salah satu bunga faforit saya adalah bunga sakura. Suasana yang paling ingin saya rasakan adalah berjalan di antara barisan pohon sakura, yang angin lembut di sekitarnya mampu menerbangkan kelopak bunga tersebut dan menyentuh wajah saya dengan lembut. Sebagai contoh, suasana semacam itu terdapat pada movie Detektif Conan ke-7, Crossroad in the Ancient Capital. Pada film tersebut, banyak sekali latar sakura yang indah sehingga film itu menjadi salah satu film faforit saya selain karena ceritanya yang juga bagus.

Lagu soundtrack anime tersebut juga demikian. Dengan nada yang lembut, lagu itu mampu membangkitkan imajinasi saya tentang suasana yang paling ingin saya rasakan tersebut. Lagu berjudul “Sakura Biyori” yang dinyanyikan oleh Hoshimura Mai dan menjadi ending song anime Bleach ini, mengambil latar “musim sakura” yang terbayang indah dalam imajinasi saya. Namun, sayangnya kisah di balik lirik lagu ini sebenarnya tidak seindah latar suasana lagu tersebut. Lirik lagu ini seakan tengah berkisah tentang masa lalu yang begitu indah dan telah pergi, kemudian “sang penyanyi” telah tersadar untuk meninggalkan masa lalu tersebut dan kembali melangkah maju.

Sakura Biyori”, “musim sakura” yang penuh kenangan…

***

Saat usia 16 tahun, aku bertemu denganmu,

dan jatuh cinta (padamu) selama seratus tahun…

Di bawah kelopak bunga sakura ini,

yang jatuh perlahan ke bawah…

 .

Bukit curam tempatku berlari melawatinya,

(dan) ingin bertemu denganmu…

Bayangan kita berdua di sudut taman itu,

masih tetap (tampak) tidak berubah…

 .

Kau, aku, dan “musim sakura”

datang kembali setelah terbawa oleh angin…

Seakan-akan aku terbangun dari mimpi panjang,

aku menatap langit merah muda di atas sana…

 .

Aku mencintaimu, aku mencintaimu,

yang memekarkan senyuman berwarna-warni.

Titik lemah yang benar di tempat itu,

hanya aku saja yang tahu…

 .

Janji yang kita buat di bawah pohon sakura,

“Mari kita ke sini lagi tahun depan.”

Kita yakinkan itu berkali-kali,

tetapi masih belum bisa terpenuhi juga…

 .

Kau, aku, dan “musim sakura”

Yang diciptakan lembut oleh angin…

Apakah kau melihatnya dari suatu tempat?

Langit merah muda yang sama dengan hari itu?

 .

Jejak kaki yang terukir,

di hari-hari (saat) aku mengejar(mu),

adalah sesuatu yang lebih penting,

dari apa pun juga…

 .

Kau, aku, dan “musim sakura”

datang kembali setelah terbawa oleh angin…

Meluapkan perasaan yang tidak terbendung,

air mata pun (mengalir) semakin deras…

 .

Kau, aku, dan “musim sakura”

datang kembali setelah terbawa oleh angin…

Dengan masa depan tak terlihat yang tersimpan dalam dadaku,

aku menatap ke depan sembari melihat langit merah muda di atas sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: