Tentang Yang Pergi

“I’ve always been afraid of losing people I love, but sometimes I keep asking myself: Is there anyone who is afraid of losing me?”

Kutipan ini mungkin agak cocok dengan keadaan saat ini. Karena hari ini, lagi-lagi aku kembali menyadari, bahwa aku bakal kehilangan satu orang lagi yang cukup berarti. Kehilangan untuk terpisah akan jarak, tak lagi bisa saling sapa, bercanda, dan tertawa secara langsung, apalagi untuk sama-sama mengisi akhir pekan dengan pergi bersama.

Salah satu anugerah terindah dalam hidup adalah memiliki sahabat-sahabat baik yang saling menasehati dan menolong dalam kebaikan. Sahabat yang senantiasa mengingatkan kita akan Allah, akan akhirat, akan nikmatnya bersatu kembali di Jannah-Nya kelak. Sahabat yang membuat kita semakin baik, yang dengan bicara atau bertemu dengannya, tidak lain dan tidak bukan hanya kebaikan yang jadi tujuan. Dan jiwa-jiwa yang sehati (sama-sama baik) akan cenderung menarik jiwa-jiwa yang sejenis untuk terus bersama-sama. Maka tak heran, sahabat kita adalah cerminan diri kita.

Sayangnya, kebersamaan di dunia memang hanya sementara…

Saat TK, saya punya sahabat perempuan yang sebut saja namanya Tia. Kenapa sahabat? Karena rumah kami dekat, berangkat sekolah bersama, duduk bersama, pulang bersama, dan kami punya beberapa kesamaan. Banyaknya waktu yang kami habiskan, nyatanya memang sebanding dengan jarak yang akhirnya memisahkan. Tiba-tiba saat lulus TK dia pindah rumah entah ke mana. Ya, saat itu memang tidak banyak yang bisa dilakukan oleh seorang bocah TK, meskipun itu hanya sekadar mencari informasi tentang sahabatnya.

Di lingkungan rumah, saya juga punya teman baik. Namanya Tanti. Menginjak SD, meski berbeda sekolah, kami cukup dekat karena hampir setiap sore atau akhir pekan bermain bersama. Kami sering ke masjid bersama, sepeda-sepedaan, atau bermain permainan khas anak desa zaman dulu bersama anak tetangga lainnya. Namun, lagi-lagi secara tiba-tiba dia pindah rumah. Kali ini saya tahu alamatnya, tapi tetap saja tidak bisa lagi sering-sering bersama. Sejak kepindahannya, saya hanya sempat bertemu sekali di salah satu mall dekat rumah tempat ia bekerja. Namun, sekarang ini kabar tentangnya sudah lama menghilang. Kabarnya ia pun sudah pindah lagi entah ke mana.

Di bangku SD, saya juga dekat dengan salah satu teman. Sebut saja namanya Fia. Kami duduk sebangku, rumah cukup dekat, dan lagi-lagi punya kecocokan karena saling nyaman satu sama lain. Hal yang paling diingat adalah salah satu jajanan faforit kami, cireng alias aci digoreng buatan bu kantin. Namun, lagi-lagi dia juga pergi. Menginjak kenaikan kelas 4, dia pindah ke Magelang. Saat itu dia sempat memberikan hadiah perpisahan sekaligus hadiah ulang tahun kepada saya, karena tanggal ultah saya memang berdekatan dengan tanggal-tanggal kenaikan kelas. Dia juga pergi meninggalkan saya, meskipun sekarang ini masih cukup sering saling sapa melalui media sosial.

Sepeninggalnya ke Magelang, sahabat saya saat SD mulai berganti. Sebut saja namanya Sasa. Orang bilang kami ini mirip anak kembar. Ke mana-mana bersama, muka mirip (meskipun pastinya lebih cantik dia), potongan rambut saat itu mirip (meski rambut dia agak ikal), dan sama-sama pakai kacamata (iya, kelas 4 SD kami sudah pakai kacamata, meskipun masih sering lepas-pasang). Saya pernah main ke rumahnya sekali, dan lagi-lagi, setelah itu dia dan keluarganya pindah rumah ke Brebes. Meskipun demikian, jaraknya masih bisa dilaju, dan sejak SD sampai SMA kami tetap satu sekolah. Kuliah berpisah, dan secara ajaib dipertemukan lagi di kosan yang sama saat sama-sama sudah kerja. Namun, lagi-lagi kebersamaan ini tak bertahan lama. Akhir bulan tahun lalu dia menikah dan tinggal di Bekasi bersama suami. Dan kami sudah cukup lama tak lagi bersua.

Saat SMP, saya punya dua teman pria yang boleh dikata cukup berkesan. Berkesan di sini nggak ada hubungannya dengan cinta-cintaan, tetapi lebih karena sebagai orang yang nggak punya banyak teman cowok, saya dan mereka boleh dikata cukup dekat, sering beberapa kali saling bantu, dan sampai sekarang pun masih saling sapa dan berbagi cerita lewat media chatting meskipun hanya sesekali. Dan lucunya, dua-duanya juga sama-sama hijrah keluar kota. Entah pindah rumah, ataupun melanjutkan sekolah di luar kota.

Selanjutnya menginjak kuliah dan kerja, masalahnya sudah mulai bervariasi. Bukan lagi sekadar pindah rumah, melainkan pindah ke kehidupan masing-masing. Geng Beautiful, misalnya. Yang tadinya bersembilan selalu bersama-sama. Nge-tag-in tempat duduk sembilan biji pakai apa saja (penghapus sekalipun) demi bisa duduk berdekatan saat kuliah, bergalau-galau ria saat harus memutuskan mau makan siang di mana (sampai ngganggu jalanan orang karena bersembilan itu sama-sama bengong di tengah jalan), dll. Nyatanya, sekarang ini pun malah jadi terpisah-pisah. Ada yang sudah menikah, ada yang sudah jadi PNS di daerahnya, ada pula yang memang sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing sehingga meskipun masih satu kota, tetap susah ketemuan.

Dan sekarang, di tempat kerja ini misalnya. Ada salah satu orang yang belakangan mulai terasa dekat. Sebut saja namanya Putri. Kami nggak cuma bisa dekat karena sama-sama nggak normal (di kantor dia sempat disebut ratu galau sedangkan saya ratu gombal), tapi juga sama-sama punya pandangan, kesukaan, dan sifat yang sebelas-duabelas. Cuma saat bareng sama dia saya bisa nggak pakai kamus jaim saat harus berpelit-pelit ria atau bergembira ria dengan makanan porsi banyak. Pandangan kami akan agama atau hal prinsipil lainnya juga nggak jauh beda. Faforit kami juga sama, sama-sama suka Shinhwa (ha-ha-ha) meski saya lebih suka sama member yang paling muda sedangkan dia yang paling tua :p Yang lebih amazing, tanggal ultah kami pun hanya selisih dua hari. (Dan selama dua hari sebelum berganti hari itu, saya akan merasa bahagia karena lebih muda daripada dia).

Sama-sama lahir di bulan Juni sekaligus pecinta gerimis (karena gerimis bisa membangkitkan produktivitas kami menulis hal-hal sok galau atau puitis) membuat puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Darmono bisa dibilang paling pas untuk kami. Dan nyatanya, bulan Juni ini memang menjadi “hujan” tersendiri bagi saya pribadi. Karena di bulan ini pun, akhirnya tersiar kabar akan kepergiannya dari sini. Dia harus pulang kampung untuk tinggal bersama jodoh tercinta yang selama ini ia idam-idamkan lewat bacaan-bacaan dan tulisan-tulisan galaunya.

Sedih rasanya selalu jadi yang ditinggalkan. Pernah sesekali saya berucap, kalau saya juga ingin menjadi orang yang meninggalkan. Terkadang saya juga penasaran, apakah saat saya pergi akan ada orang yang juga punya perasaan yang sama dengan saya saat ditinggalkan? Ah, mungkin jawabannya hanya akan ketahuan saat saya benar-benar pergi dari dunia ini. Meskipun sejatinya, perasaan orang lain saat itu sama sekali tidak penting jika dibandingkan dengan perasaan diri sendiri yang harapannya akan merasa bahagia karena akan segera bertemu dengan-Nya.

Saat berbagi keresahan dengan ibu saya tentang kepergian teman-teman ini, kalimat penyemangat itu pun keluar. Saat ada orang baik yang pergi meninggalkanmu, maka akan ada orang baik lagi yang akan mendatangimu. Segala yang pergi akan digantikan dengan yang lain, yang Insya Allah lebih baik lagi. Aduhai Mama, kenapa engkau selalu berhasil menghibur hati yang lara ini?

Dan seketika itu juga, aku mulai menampar diriku sendiri. Apalah artinya kepergian satu orang baik, jika kau tetap memiliki banyak orang baik di sekitarmu? Karena sejatinya, orang-orang baik akan kembali dipersatukan di keabadian, di Jannah-Nya kelak. Perpisahan di dunia ini hanyalah sementara.

Maka, janganlah pernah kau merasa lelah untuk menjadi orang baik, hingga dipersatukan-Nya kembali di tempat terbaik. Insya Allah…

estEtika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: