Bukan Demi Pundi-Pundi

Sekarang ini, bisnis online sedang cukup populer. Saya masih ingat ketika pertama kali memutuskan untuk turut serta terjun di dalamnya hampir satu tahun yang lalu. Tidak berani “jalan sendiri”, akhirnya sempat mengajak teman sana-sini untuk bekerja sama. Namun, kesulitan membagi ruang dan waktu sering menjadi alasan klise hingga akhirnya rencana hanya tinggal rencana. Sampai akhirnya bertemulah dengan partner yang paling memungkinkan diajak kerja sama.

Waktu itu usai jam pulang kantor. Kami berdua mampir ke mall dekat kantor sekalian makan malam bersama. Saya masih ingat menu apa yang kami pesan. Mie hot plate. Di situ kami mulai berbincang. Kami memilih untuk menjual produk-produk muslimah, seperti khimar, gamis, atau apapun yang bersifat syar’i. Fokus pertama adalah pada khimar segiempat setelah kami tentukan supliernya. Tak lupa kami pun memilih nama untuk olshop kami. Pada akhirnya, nama “Purika” pun terpilih, singkatan alay dari Putri dan Etika.

Latar Belakang

Salah satu alasan terbesar munculnya Purika adalah karena kami tidak mau selamanya menjadi karyawan kantoran. Entah bakal disebut malas atau apa, tapi ada keinginan kuat untuk kembali pada fitrah muslimah yang sebenarnya, yaitu tinggal di dalam rumah. Namun, alasan lain yang juga jadi penyemangat adalah karena kami ingin mencari pengalaman baru di tengah rutinitas yang menjemukan. Adapun alasan tambahan lain adalah untuk kembali “memanaskan” otak yang telanjur dingin dan jarang digunakan untuk berpikir, terlebih dalam hal memecahkan masalah. Waktu itu, impian jangka panjangnya adalah sebagai “persiapan” dan sarana belajar jika nantinya suatu saat kami berumah tangga. Setidaknya kami jadi tetap punya kegiatan tanpa harus meninggalkan rumah dan keluarga. Lalu seiring waktu berjalan, alasan yang lebih bijak mulai muncul, yaitu untuk memberikan kemudahan bagi para muslimah yang sedang mencari dan ingin membeli hijab syar’i. Dan tentu saja tanpa perlu berdusta, alasan ekonomi juga menjadi salah satunya.

Pembagian Tugas

Karena kami berdua, tugas pun harus dibagi sama rata. Ada dua medsos yang kami pakai untuk media promosi, yaitu Facebook yang menjadi tanggung jawab dia, dan Instagram yang menjadi tanggung jawab saya (meskipun ada kalanya berlaku pula tugas-silang). Nomor kontak dengan para pembeli atau calon pembeli juga dibagi dua, yaitu WhatsApp punya dia dan BBM punya saya. Stok barang disimpan di kosan saya yang masih agak lowong tempat. Dulu sebelum dia resign dan berumah tangga, setiap ada pengiriman barang, kami berdua akan membungkusnya bersama di Mushola setiap habis waktu Dhuhur menjelang Ashar (waktu ketika Mushola kosong, kkk). Pulang kantor, secara bergantian atau sesuai kesepakatan, paket akan kami kirimkan via JNE. (Duh, kangeeen…)

Ini dua akun medsos yang kami jadikan sarana promosi atau berbagi informasi untuk para pembeli dan calon pembeli. Kami kelola bersama-sama dan bergantian ^^

Ini dua akun medsos yang kami jadikan sarana promosi atau berbagi informasi untuk para pembeli dan calon pembeli. Kami kelola bersama-sama dan bergantian ^^

Suplier

Kami mendapatkan sumber pemasok produk pertama kali dari internet. Dari pendapat subjektif saya sendiri, saya memilih produsen tersebut karena sudah melihat foto-foto produknya dan akad muamalahnya yang terbilang bagus. Foto-foto produknya jelas dan kualitas gambarnya bagus, serta salah satu yang unik dan menarik hati adalah fotonya yang fokus ke produknya (bukan ke modelnya). Hampir semua foto tidak menampakkan wajah si model (diburamkan dengan editing yang halus, atau diambil angle foto yang tidak menampakkan wajah). Selain itu, sebelum dijual kami juga sempat lihat produknya sendiri. Bahannya bagus (tebal, tidak transparan, tetapi tetap ringan dipakai), jahitannya rapi, dan kemasannya yang juga cantik.

Di sini kami mencari sistem yang simpel. Sesuai kesepakatan awal, stok barang hanya boleh sampai agen atau reseller. Reseller tidak boleh menjual barangnya lagi ke penjual lain, melainkan harus sampai langsung ke konsumen. Harga ecer pun sudah ditetapkan dan tidak boleh dijual dengan harga di bawah harga ecer karena dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat (kecuali untuk diskon saat event tertentu dengan periode yang singkat).

Ini godaan banget, deh, karena kami juga sempat kedatangan customer yang langsung minta jadi reseller kami. Asyik banget kan, baru berapa bulan dagang, langsung ada yang mau jadiin kami tempat kulakan. But, namanya dagang ya harus jujur. Akhirnya kami kasih juga kontak produsennya langsung. Rejeki mah insya Allah nggak bakal ke mana 😉

Produk

Selain produk dari suplier tadi, beberapa bulan kemudian kami pun coba memperbanyak macam produk. Yang tadinya hanya khimar segiempat polos dan motif, sekarang sudah bertambah khimar model lain. Beberapa ada yang kami beli langsung di salah satu toko dengan harga diskon, sedangkan beberapa yang lain kami ambil dari suplier lain yang ada di internet. Sekarang ini khimarnya jadi lebih variasi. Ada yang segiempat polos, motif, model tumpuk, model timbul, model rampel, model kombinasi, model bolak-balik, serta khimar semi instan, pashmina instan, bergo alias khimar langsung pakai, bergo pashmina, sampai gamis dan mukena. Lagi-lagi, sebisa mungkin kami mencari yang tetap syar’i. Bahannya insya Allah tebal dan tidak transparan, dengan ukuran panjang yang bisa disesuaikan dengan pilihan si pembeli (ukuran 115, 120, 130, sampai yang paling lebar 150 cm untuk khimar segiempat).

Produk dari suplier pertama kami. Khimar segiempat polos, segiempat motif, segiempat model tumpuk, dan khimar semi-instan double layer.

Produk dari suplier pertama kami. Khimar segiempat polos, segiempat motif, segiempat model tumpuk, dan khimar semi-instan double layer.

Untuk produk ini, beberapa bahkan banyak yang saya kenakan sendiri. Itung-itung untuk testimoni pribadi, sekaligus buat bukti kalau penjualnya saja pakai, kok, hihihi.. Menurut penilaian subjektif saya sendiri, faforit saya adalah khimar segiempat polos dari suplier pertama tadi, serta khimar timbul yang dibeli di toko diskonan tadi. Tidak hanya tebal dan tidak transparan, khimarnya juga ringan dan tidak terlalu makan tempat atau bikin berat saat dibawa-bawa pulkam atau traveling. Selain itu, warnanya sendiri menurut saya cantik-cantik. Cerah dan tidak terlalu gelap, tetapi juga tidak terlalu “ngejreng” alias mencolok. Beberapa khimar memiliki warna yang terlihat pas di kamera. Kalau buat jalan-jalan, hasil fotonya jadi berasa bagus. Hihihi, warna khimarnya juga bisa mengkamuflasekan wajah yang suram jadi lebih fresh, tetapi tetap terkesan kalem. Sedangkan soal ukuran, relatif disesuaikan sama ukuran tubuh. Karena tubuh saya mungil, jadi ambil ukurannya juga yang mungil, 115 atau 120 cm. Tinggal disesuaikan dengan lipatannya. Jadi, biarpun ukurannya kecil, tetap lebar dan menutup dada saat dipakai. Karena yang agak lucu, saya pernah coba pakai ukuran 130, tetapi malah kelihatan tenggelam banget karena badan saya yang terlalu kecil, hehehe.

Produk yang kami ambil dari toko diskonan. Khimar segiempat timbul motif kotak dan bunga, serta khimar rampel dengan renda. Salah satu faforit saya adalah yang timbul motif kotak ^^

Produk yang kami ambil dari toko diskonan. Khimar segiempat timbul motif kotak dan bunga, serta khimar rampel dengan renda. Salah satu faforit saya adalah yang timbul motif kotak ^^

Pembeli

Sifat orang pada dasarnya memang macam-macam, maka otomatis sifat para pembeli pun macam-macam. Ada yang tiba-tiba ngontak, tanya stok, langsung oke, kirim alamat, bahkan transfer saat itu juga. Ini pembeli idaman para pedagang banget! Namun, ada juga yang ngontak untuk tanya ini-itu, detail banget, lalu tiba-tiba menghilang begitu saja bak ditelan bumi. Ada lagi yang lebih parah. Udah oke setelah susah-susah mastiin stok dan kirim gambar ini-itu, tapi begitu diminta kirim alamat malah langsung lenyap. Atau sudah kirim alamat, tapi nggak transfer-transfer dan ujung-ujungnya nggak beli juga. Ha-ha-ha. Atau yang lebih PHP, cuma invite BBM dan menuh-menuhin kontak, tapi nggak ngerespons apa-apa saat disapa. (Nggak papa, adminnya emang udah kebal dicuekin dan di-PHP-in kok xD)

Varian produk lain ada pashmina instan (pashtan), bergo aliad kerudung langsung pakai, gamis, dan mukena <3

Varian produk lain ada pashmina instan (pashtan), bergo alias kerudung langsung pakai, gamis, dan mukena ❤

Namun, untuk urusan ini lama-lama kami nggak ambil pusing lagi. Mottonya adalah rejeki mah nggak bakal ke mana. Kalau emang mau beli, diapa-apain juga pasti nantinya bakal beli. Tapi kalau Allah bilang nih orang nggak bakal beli, ya mau diapa-apain juga sampai nanti nggak bakal beli. Jadi, kalau kata senior bisnis gitu sih, kita nggak usah mengemis-ngemis ke pembeli. Yang penting layani mereka semua dengan baik. Mau nantinya beli atau enggak, biarlah jadi pilihan mereka. Kalaupun kehendak Allah bakal beli, kun fayakun si pembeli bakal balik lagi ke kita 😀

Tapi ngomong-ngomong, tahu nggak sih, salah satu yang bikin nyaman banget bisnis perlengkapan muslimah begini? Yaitu kita hanya berhubungan dengan pembeli cewek, especially muslimah. Sepanjang buka lapak, hanya ada satu pembeli laki-laki yang pernah kami layani. Itu pun sikapnya boleh dibilang cukup sopan dan nggak pakai modus-modusan (secara yang dibeli adalah kerudung, kkk). Jadi, kontak BBM atau chat WA pun insya Allah tetap aman dari kontak-kontak cowok tak dikenal.

Selain itu, pembeli yang kami layani juga cenderung ramah dan halus tutur katanya. Sebutan dan istilah ukhti, syukron, afwan, sampai jaazakumullah jadi lebih familiar. Panggilan mbak, kakak, teteh, sista, ukhti, sampai yang bikin agak nyengir, bunda (anggap aja doa biar cepet-cepet jadi bunda beneran, wkwk), bukan menjadi masalah besar. Bahkan emak-emak sekali pun yang katanya terkenal “tanpa perasaan”, nyatanya di kontak kami ini normal-normal dan baik-baik saja. Bahkan ada salah satu pelanggan yang demen banget becandain atau ngisengin saya yang terlewat polos. Tapi malah jadi lucuuu, hihihi xD Agen yang sering kami tanya-tanyai stok juga ramah dan sabar. Belum lagi grup chatting sesama reseller yang isinya juga para muslimah yang baik-baik bahasanya (terkadang bagi-bagi tausiyah juga). Alhamdulillah yah ^^

Oh ya, salah satu yang berkesan adalah saat kami mendapatkan pembeli pertama kami. Mbak-mbak ramah dari Kalimantan Tengah, dengan testimoni positif karena katanya dia suka dengan kerudungnya. Selain Jabodetabek, kami sudah pernah melayani pembeli dari Bandung, Blora, Kalimantan Tengah-Utara-Selatan, Batam, Medan, Palembang, bahkan pernah ada pembeli yang berdomisili di Hongkong! Dan semuanya ituuu, Alhamdulillah baik-baik banget. Beberapa pembeli bahkan sudah beli lebih dari sekali karena merasa cocok atau suka dengan produknya. Alhamdulillah ^^

Testimoni dari pembeli pertama kami dan salah satu teman kantor yang membeli produk kami <3

Testimoni dari pembeli pertama kami dan salah satu teman kantor yang membeli produk kami ❤

Harga dan Diskon

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, harga produk sudah ditentukan per pcs-nya sesuai harga eceran. Namun, tidak dipungkiri masih ada saja pembeli yang sekadar basa-basi atau emang beneran niat, untuk meminta diskon atau potongan harga. Saat awal-awal masa promosi, kami sempat memberi diskon 10% untuk pembelian 3 pcs atau lebih. Namun, terkadang cara ini kurang worth it untuk kami pribadi karena percayalah, harga yang sudah ditentukan itu, sebenarnya juga sudah disesuaikan dengan biaya produksi sampai pengemasan, plus biaya capek ini-itu.

Kalau kata salah satu teman, ibaratnya saat harga masih terbilang normal, sebisa mungkin kita nggak usah nawar-nawar. Bahkan saat penjualnya itu temen deket atau keluarga kita sendiri. Karena yakin deh, dalam jual-beli, yang penting itu ridho keduanya, baik penjual maupun pembeli. Kalau penjual kurang ridho karena pembelinya nawar mulu (atau malah sebaliknya, si pembeli kurang ridho karena harga yang dipatok si penjual terbilang terlalu mahal), keberkahan jual-belinya juga jadi berkurang. Dan yakin deh, kalau penjual mau kasih diskon, nggak usah diminta pun ada kalanya dia bakal kasih juga. Dan pembeli yang pada dasarnya emang udah ridho (tanpa nawar), begitu dikasih diskon meskipun hanya lima ribu perak, terkadang jadi seneng juga karena merasa dihargai dengan baik. Penjual senang, pembeli senang, maka insya Allah jual-beli jadi berkah 😉

Konfirmasi dan Testimoni

Dalam bisnis online, kedua hal ini cukup vital. Konfirmasi di sini mencakup konfirmasi pembayaran (sudah transfer atau belum) dan konfirmasi status paket (sudah sampai atau belum). Meski sepele, kedua hal ini sangat membantu penjual. Status pembayaran akan memudahkan penjual untuk segera memproses pesanan ke tahap pengiriman, dan status paket akan memudahkan penjual untuk mengetahui paket-paket mana saja yang sudah sampai dengan selamat. Jadi, penjual dan pembeli pun sama-sama lega dan plong.

Testimoni dari seorang Ibu dari Jakarta dan Mbak dari Malang yang sedang berdomisili di Hongkong <3

Testimoni dari seorang Ibu di Jakarta dan Mbak dari Malang yang berdomisili di Hongkong ❤

Untuk testimoni, bisa berupa pengakuan kesukaan, saran atau kritik. Untuk pengalaman pribadi sendiri, testimoninya lumayan banyak, nih. Salah satu yang menyenangkan adalah testimoni positif tentang bahannya yang katanya tebal, mudah dibentuk, dan tidak transparan. Atau pembeli yang suka dengan warna ataupun motif kerudungnya. Sedangkan untuk masukan, beberapa ada yang kasih masukan untuk menyediakan khimar motif versi panjang 150 cm (dan sekarang sudah tersedia lho, hihihi), kasih foto yang lebih terkini dan sesuai sama warna produk aktualnya, sampai yang agak lucu: “Bahannya bagus. Tebel dan jatuh tapi tetep kerasa ringan. Aku suka. Tapi kayanya setiap sebelum dipakai harus disetrika dulu, ya?” Hahaha ketahuan deh, mbak ini termasuk ke dalam kelompok perempuan yang mudah hilang mood kalau kerudungnya kusut xD

Salah satu testimoni dari teteh di Bandung yang udah beli lebih dari sekali <3

Salah satu testimoni dari teteh di Bandung yang udah beli lebih dari sekali ❤

Suka Duka

Secara tidak langsung, suka-duka bisnis ini mungkin sudah terpaparkan di atas. Namun, jujur saja lebih banyak sukanya. Karena biasanya, setiap duka yang ada, malah lebih sering kami sikapi sebagai bercandaan. Yang paling sering adalah di-PHP-in calon pembeli, lalu bakal kami sikapi dengan lelucon-lelucon galau sehingga nggak berasa duka-duka banget. Atau mungkin malah “duka” yang lebih tepatnya karena perasaan “nggak enakan” saat melayani pembeli yang baiknya minta ampun, tetapi kebetulan tidak bisa kami layani dengan maksimal. Misalnya saat kami terpaksa slow respond atau terlambat kirim karena hari libur/pulkam/kesibukan lain.

Sukanya sendiri tidak terhitung lagi, deh. Mulai dari rasa puas bisa melayani pembeli, rasa senang yang tidak terdeskripsikan saat baca testimoni bagus, atau perasaan bahagia lain karena secara tidak langsung kami jadi merasa telah memudahkan mereka dalam mendapatkan barang yang mereka inginkan.

Salah satu yang mengejutkan dan membahagiakan itu, saat lihat pembeli memposting gambar/testimoni mereka dari medsos mereka sendiri :D

Salah satu yang mengejutkan dan membahagiakan itu, saat lihat pembeli memposting gambar/testimoni mereka dari medsos mereka sendiri 😀

Akhir kata, kalau kata beberapa rekan sesama pebisnis online, kegiatan jual-beli semacam ini jangan diniatkan banget-banget karena uang, tetapi lebih untuk ibadah. Banyak yang bisa diniatkan untuk ibadah dari kegiatan ini, seperti mengikuti sunnah Rasulullah yaitu berdagang secara jujur dan mambrur, mempermudah urusan orang lain (membantu mereka mendapatkan barang yang mereka inginkan dengan mudah), termasuk juga sebagai syiar informasi atau dakwah. Karena biasanya, selain promosi produk, kita juga bisa menambahkan informasi-informasi lain atau malah tausiyah ringan di media promosi kita. Selain itu, produk yang kita jual juga diharapkan bisa menjadi ladang dakwah saat dimanfaatkan oleh pembeli kita nantinya.

Semoga akan lebih banyak penjual dan pembeli yang jujur, serta jual-beli yang berkah di bumi Allah ini. Yuks, sama-sama belajar dan jadi lebih baik! 😉

Purika bisa dikunjungi via Facebook Purika (www.facebook.com/purika.purika.7) atau Instagram @purikahijab (www.instagram.com/purikahijab) dengan koleksi hijab dari Elmina, Hayuri, Benayu, dan Syaree.

.

Sekarang ini, saya dan ibu saya juga baru saja belajar buat olshop. Produknya ada backpack, handbag, pouch, travelbag, dan lain-lain. Koleksinya ada di Instagram @maytikashop (www.instagram.com/maytikashop). Untuk Facebook sedang cari celah waktu untuk buat 😀

.

Yeay! Mari semangat menyibukkan diri! ^^

estEtika

Advertisements

2 Comments

  1. puthriipuu said,

    19 November 2016 at 22:08

    Kangen juga ngirimin barang ke JNE :”) Semangat ya kita, walau jarak sedemikan jauhnya!! *baca sambil mewek*

    • estEtika said,

      22 November 2016 at 09:21

      Iya, kangeeeen ❤ *peluk jauh*
      Berasa udah lama gitu nggak ke mushola lt.4 lagi, hahaha xD
      Btw, udah baca yang Dieng belom? Wkwk..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: