Please “Don’t Cry”

Ada kalanya sesuatu yang tidak diharapkan terjadi menimpa kita. Sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu buruk, tetapi akal picik kita seakan-akan menganggapnya terburuk dalam hidup kita saat itu. Padahal setelah sekian lama berlalu, setelah diingat-ingat lagi, sesuatu yang terjadi saat itu tidak seburuk yang kita pikirkan sekarang.

Katanya, menangis adalah salah satu cara untuk meluapkan rasa sedih, kesal, atau bahkan bahagia yang menimpa. Pernah suatu ketika, baru-baru ini saya merasa begitu sedih, sampai-sampai ingin menangis, padahal saat itu saya sedang berada di (katakanlah) tempat umum, saat orang-orang cenderung akan menyadarinya. Coba mengalihkan, saya pun mengobrol dengan seseorang, sebut saja orang itu, yang sebenarnya juga sedang sama-sama sedih seperti saya.

Lantas, orang itu pada akhirnya justru berkata, “Dengerin lagu Don’t Cry aja…”

Read the rest of this entry »

Advertisements

“Sakura Biyori”, Musim Sakura yang Penuh Kenangan…

Ada salah satu lagu soundtrack anime yang menjadi faforit saya. Lagu ini bertempo lembut dengan lirik yang mampu membangkitkan imajinasi akan suasana di balik lagu tersebut. Suasana yang sampai saat ini memang hanya bisa ada di dalam imajinasi lantaran belum adanya kesempatan untuk merasakannya secara langsung. Sakura biyori, sayangnya tidak ada di Indonesia…

Saya sangat menyukai bunga-bunga, dan salah satu bunga faforit saya adalah bunga sakura. Suasana yang paling ingin saya rasakan adalah berjalan di antara barisan pohon sakura, yang angin lembut di sekitarnya mampu menerbangkan kelopak bunga tersebut dan menyentuh wajah saya dengan lembut. Sebagai contoh, suasana semacam itu terdapat pada movie Detektif Conan ke-7, Crossroad in the Ancient Capital. Pada film tersebut, banyak sekali latar sakura yang indah sehingga film itu menjadi salah satu film faforit saya selain karena ceritanya yang juga bagus.

Lagu soundtrack anime tersebut juga demikian. Dengan nada yang lembut, lagu itu mampu membangkitkan imajinasi saya tentang suasana yang paling ingin saya rasakan tersebut. Lagu berjudul “Sakura Biyori” yang dinyanyikan oleh Hoshimura Mai dan menjadi ending song anime Bleach ini, mengambil latar “musim sakura” yang terbayang indah dalam imajinasi saya. Namun, sayangnya kisah di balik lirik lagu ini sebenarnya tidak seindah latar suasana lagu tersebut. Lirik lagu ini seakan tengah berkisah tentang masa lalu yang begitu indah dan telah pergi, kemudian “sang penyanyi” telah tersadar untuk meninggalkan masa lalu tersebut dan kembali melangkah maju.

Sakura Biyori”, “musim sakura” yang penuh kenangan…

Read the rest of this entry »

Suara Emas

Sejak kecil musik sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tipe musik atau lagu yang menjadi faforit adalah lagu lembut dengan tempo lambat. Lagu yang akrab disebut dengan lagu slow atau ballad. Ketertarikan pada jenis musik ini, membuat konten lagunya lebih menjadi prioritas daripada siapa penyanyinya. Kerena itulah hampir tidak ada penyanyi faforit yang dielukan. Daripada “Aku suka orang ini”, “Aku suka lagu ini” menjadi lebih layak diakui. Namun, tidak dipungkiri bahwa memang ada penyanyi dengan lagu-lagunya yang menarik, yang akhirnya bisa dikatakan pantas masuk ke daftar penyanyi faforit.

Salah satunya dia. Jika diingat-ingat, sepertinya orang ini mulai masuk ke dalam daftar penyanyi faforit sejak akhir tahun 2012 lalu. Kata orang, rasa suka itu datang dari mata lalu turun ke hati. Oke, sayangnya kata-kata itu untuk kasus ini benar adanya. Secara fisik, orang itu berada di atas rata-rata, lalu seketika di dalam hati, “Baiklah, dia menarik.” Kemudian entah bagaimana baru tersadar jika salah satu lagu dalam playlist ternyata dinyanyikan olehnya. Lagu itu sudah lama berada di sana dan cukup sering didengarkan, tetapi setelah tahu bagaimana rupa sebenarnya penyanyi lagu itu; setelah sadar bagaimana bagusnya suara penyanyi itu, akhirnya di dalam hati pun, “Oke, sepertinya aku suka orang ini!” Maka sejak saat itu Kyuhyun pun resmi menjadi seorang penyanyi faforit.

Read the rest of this entry »

“7 Years of Love”, Manis Atau Tragis?

Sumber : Klik pada gambar.

Sumber : Klik pada gambar.

Konsep lirik lagu ini berupa cerita dengan alur maju-mundur. Rasanya seperti membaca novel mini ber-genre romance. Lewat lirik yang relatif pendek, kejadian 7 tahun lalu sukses terbayang hanya dalam durasi menit hingga lagu ini berakhir. Kata-katanya cukup misterius, dan banyak pesan implisit yang setelah tahu artinya menjadi terkesan lebih ‘dalam’. Musiknya yang lembut dan slow, cocok dipadukan dengan liriknya yang halus. Suara sang penyanyi yang bening dan sendu, membuat saya yang mendengarkan sambil menyimak terjemahan liriknya sukses merinding.

Melihat judulnya, cerita dalam lagu ini terkesan manis. 7 Years of Love. Terlihat seperti kisah seseorang yang begitu setia mencintai selama 7 tahun lamanya. Namun apakah mencintai seseorang selama 7 tahun benar-benar semanis itu?

Setelah menyimak lirik lagu ini, mungkin akan terjawab sudah, “7 Years of Love, Manis atau Tragis?”

Read the rest of this entry »