Aku-Kamu Untuk Kemudian Kita

“Dua kepala tidak mungkin sama persis. Begitu pula keluarga,” katanya sore itu.

Hari, minggu, dan bulan pertama merajut kisah bersama selalu penuh dengan kejutan. Ada yang namanya tak-mengerti untuk kemudian memahami, ada yang namanya kecewa untuk kemudian memaklumi, ada yang namanya salah untuk kemudian memperbaiki, ada yang namanya was-was untuk kemudian mengantisipasi, dan ada yang namanya asing untuk akhirnya beradaptasi. Bisa dikata, ini merupakan suatu siklus hidup yang lazim dilalui.

Tak-mengerti untuk kemudian memahami.

Tak kenal maka tak sayang. Sudah menjadi rahasia umum untuk mengetahui dan mengenal seseorang terlebih dahulu untuk lebih memahaminya. Begitu pula dengan kisah ini. Jadi, bagaimana menurutmu ketika ada orang asing yang belum pernah ditemui sebelumnya tiba-tiba mengajakmu serius? “Serius?!” bisa jadi itu yang keluar dari dalam hatimu, dengan nada bicara ala-ala sinetron FTV. Maka, ketika rentang waktu antara awal komunikasi hingga pertemuan dan pengambilan keputusan terlalu sempit, tentu tidak banyak waktu yang dihabiskan untuk sekadar saling mengerti dan memahami. Bahasa kasarnya, boro-boro mengerti dan memahami, mengenal saja belum tentu 100%!

Read the rest of this entry »

Agar Tak Sekadar Sampai ke Tujuan

Kendaraan merupakan salah satu nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Kendaraan memudahkan kita saat bepergian untuk mencapai tempat tujuan yang terbilang jauh atau sulit dicapai. Zaman dulu kala, manusia harus bepergian dengan berjalan kaki atau menunggang hewan. Selanjutnya, terciptalah kendaraan tradisional seperti gerobak, sampan, atau sepeda. Seiring kemajuan teknologi, kendaraan semakin berkembang lagi dan sudah menggunakan mesin, seperti sepeda motor, mobil, kapal laut, hingga pesawat terbang. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bahkan terus mendukung perkembangan kendaraan menjadi jauh lebih modern, yaitu kendaraan dengan fasilitas yang nyaman untuk para penumpang, serta kendaraan super cepat dengan waktu tempuh yang relatif singkat.

Di zaman sekarang ini, kendaraan dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Kendaraan pribadi merupakan kendaraan yang menjadi milik pribadi (perorangan) dan hanya digunakan oleh dan untuk kepentingan si pemilik. Contohnya seperti sepeda, motor, atau mobil yang kita miliki sendiri. Sementara itu, kendaraan umum ialah kendaraan yang dapat disewa atau dimanfaatkan oleh orang banyak. Sebut saja angkutan umum, bus, kereta api, atau pesawat terbang.

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan Kami ciptakan untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai itu.” (QS. Yaasin: 41-42).

Read the rest of this entry »

Laki-Laki Pendiam

Sebenarnya, salah satu alasan saya menulis ini adalah karena saya mendadak jadi kangen sama papa dan adik saya, dua laki-laki yang (dari saya lahir sampai sekarang) menurut saya paling hebat dan paling bisa saya percayai. Laki-laki pendiam itu adalah mereka. Yang sering kali tidak terlalu banyak komentar atau berbagi kisah, tetapi sekali bicara bisa bikin manggut-manggut, atau malah tertawa. Namun ternyata, ada kalanya laki-laki pendiam berlaku juga untuk semua laki-laki di dunia ini. Iya kah?

Sebagai perempuan yang sejak kuliah sampai kerja sekarang ini selalu didominasi oleh lingkungan bermayoritas kaum hawa, ada kalanya sempat merasa penasaran (atau malah takjub) dengan makhluk bernama laki-laki. Pernah suatu ketika ada salah satu teman yang curhat sesuatu, lalu dia merasa kagum dengan tanggapan saya tentang pria. Katanya, “Kok kamu bisa tahu? Kan, temen kamu cewek semua?” Ups, benar juga. Kok bisa tahu, ya? Lalu belakangan jadi kepikiran.

Jawabannya ternyata datang dari papa dan adik saya. Dua orang ini cukup mewakili dan memberi saya pelajaran penting, bagaimana sifat dan cara pandang laki-laki pada umumnya. Selain itu, pencerahan juga datang dari kejadian-kejadian di masa lalu, yaitu ketika saya masih ‘bebas’ bergaul dengan laki-laki akibat ketidaktahuan dan kejahiliyahan di masa itu. Tak lupa, terima kasih pula untuk berbagai kisah menarik yang sering saya dengar lewat curahan hati teman-teman engineer cewek yang cenderung ‘dikelilingi’ banyak pria, atau teman-teman lain yang kuliah dan bekerja di lingkungan bermayoritas pria.

Laki-laki pendiam. Yap, pendiam yang dimaksud di sini lebih kepada bagaimana reaksi mereka ketika mendapat suatu masalah. Dan jujur, ini adalah salah satu sifat yang membuat saya takjub dengan makhluk satu itu.

Read the rest of this entry »

Karena Aku Sibuk

Waktu ibarat pedang. Jika engkau tidak menebasnya, ialah yang akan menebasmu. Dan jiwa yang tidak kau sibukkan dalam kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan. (Imam Syafi’i)

Hiks, makjleb banget, ya? Kalau kata Aa Gym yang juga agak-agak mirip dengan ucapan Imam Syafi’i di atas, “Orang yang tidak sibuk dengan kebaikan akan mudah sibuk dengan kesia-siaan bahkan keburukan”. Na’udzubillah.

Namun, sebenarnya ungkapan sibuk itu terasa kurang pas jika ditujukan untuk diri kita sendiri. Karena sejatinya, kita ini hanyalah sok sibuk. Allah-lah yang Maha Sibuk. Dikutip dari buku Tuhan, Maaf, Saya Sedang Sibuk karya Ahmad Rifa’i Rif’an, kita ini bukan hanya “sok sibuk”, tetapi malah merasa sok sibuk (lebih nggak tahu diri lagi). Kita sering terlambat menghadap Allah, padahal Allah tidak pernah sepersekon pun terlambat memberi kita rizki. Kita sering melalaikan kewajiban, padahal Allah tidak pernah lupa menerbitkan mentari. Setiap saat keburukan kita naik ke langit, tetapi setiap saat itu pula kebaikan Allah selalu tercurah kepada kita. Ya, Allah Maha Sibuk. Karena Allah senantiasa dalam keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rizki, dan lain-lain (yang semua itu mudah saja bagi Allah).

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman [55]: 29)

Read the rest of this entry »

Makanan Halal: Was-was di Negara Sendiri

Dari segi ilmu gizi, makanan yang baik adalah makanan yang mengandung zat gizi yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh; sehat (tidak berisiko menimbulkan atau memperparah penyakit); dan aman (bebas dari sumber kontaminan fisik [benda asing seperti batu, rambut, debu, dsb.], kimia [racun atau toksik], maupun biologis [mikroba patogen]). Namun, dari sisi akidah agama Islam, makanan yang baik adalah makanan yang halal. Halal di sini mencakup halal kandungan zatnya maupun halal dalam mendapatkannya. Adapun tulisan ini akan lebih berfokus tentang halal kandungan zatnya.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah [5]: 3)

Dari segi akidah, kita sebagai hamba sudah sepatutnya mengikuti dan menaati perintah Allah tersebut, tanpa perlu mencari tahu lebih lanjut alasan mengapa perintah dan larangan itu diturunkan. Namun, tabiat manusia modern saat ini cenderung selalu membutuhkan penjelasan logis. Oleh sebab itu, sisi kesehatan pun pada akhirnya mampu menyumbang sedikit jawaban, yaitu karena mereka itu buruk, tidak sehat, dan membahayakan bagi kita. Meskipun pada hakikatnya jawaban ini pun sudah ada di dalam Al-Qur’an, “…dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik serta mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al-A’raf [7]: 157).

Jadi, segala yang haram sudah jelas PASTI buruk, sebab itulah diharamkan. Masihkah meragu?

Read the rest of this entry »

Rahasia: Tak Sekadar Jangan Bilang Siapa-Siapa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rahasia adalah (1) sesuatu yang sengaja disembuyikan supaya tidak diketahui orang lain; (2) sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang; (3) sesuatu yang tersembunyi; (4) sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya; dan masih ada beberapa arti yang lain. Ada salah satu quote faforit saya yang pernah diucapkan oleh Vermouth, salah satu tokoh di serial Detective Conan. Katanya, “Secret makes a woman woman” yang maksudnya adalah rahasia akan membuat wanita menjadi wanita. Dan terkadang, kutipan ini ada benarnya juga. Wanita yang penuh rahasia, kadang kala akan terlihat lebih menarik dibandingkan yang tidak.

Namun, di zaman yang semakin modern ini, “password” bisa jadi merupakan salah satu rahasia besar yang kita punya. Begitu kata kunci ini terbuka atas kehendak kita, maka dengan begitu mudah rahasia kita pun bisa tersebar ke mana-mana. Sekali login Facebook, apa yang kita pikirkan dapat langsung diketahui oleh semua orang—berkat kalimat tanya sederhana, “What’s on your mind?” Masuk ke Instagram, kecantikan wajah kita langsung tersebar ke mana-mana lewat keahlian selfie dan aplikasi filter atau beauty yang oke punya. Masuk ke Path, segala macam kegiatan bisa ter-expose. Login Twitter, segala kegalauan hati mulai menumpuk di timeline. Masuk WhatsApp, malah jadi keasyikan curhat dan curcol sana-sini. Buka WordPress, malah kelupaan nulis buku harian. Belum lagi Foursquare atau aplikasi penanda lokasi yang juga terhubung ke media sosial lain; yang turut serta membeberkan lokasi-lokasi yang tengah atau pernah kita singgahi.

Jadi, jika semua hal telah tertuang di dalam sana, rahasia seperti apa yang tersisa di dalam sini? (menatap cermin dan bicara pada diri sendiri).

Read the rest of this entry »

Alasan Dia Pergi

The reason why God allowed him to walk away is because you prayed for a good man, and he wasn’t.”

IMG-20160504-WA0006

Kutipan tersebut pernah dikirimkan salah satu teman ketika saya patah hati. (Ceilee, Alhamdulillah pernah patah hati jugaaa, hahaha). Awalnya sih berasa terhibur banget. Jadi lebih menerima takdir yang emang nggak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Jadi berasa lebih ikhlas dan plong juga melepaskan seseorang yang bisa jadi memang tidak pernah tertulis untuk kita.

Namun, belakangan ini kutipan itu jadi cukup mengganggu saya. Terasa ada yang janggal. Pernah nggak, terpikir untuk membalik kata-kata itu untuk menampar diri kita sendiri?

The reason why God allowed him to walk away is because he prayed for a good woman, and you weren’t.

Jleb!!

Read the rest of this entry »

Bicara Tentang Baper

Suatu saat ketika masih kuliah, saya merasa tidak enak badan. Akhirnya, saya terpaksa tidak masuk kuliah pagi dan memilih untuk tidur sebentar di kosan. Menjelang siang, tiba-tiba saya merasa sayang untuk melewatkan jam kuliah sore. Karena sudah lebih segar usai istirahat tadi, saya pun memutuskan untuk berangkat kuliah sore.

Pada forum diskusi, beberapa teman sekelompok sempat menanyakan mengapa saya tidak masuk kuliah pagi. Sakit. Bisa jadi jawaban itu terdengar sangat klasik untuk suatu alasan bolos kuliah. Buktinya, saat pembagian tugas kelompok, beberapa anggota tidak terlalu peduli dengan keadaan saya. Sampai akhirnya, tiba-tiba seorang pria berkata, “Dia sama aku aja ngerjain tugas yang gampang. Dia, kan, lagi sakit.”

Baper? Bisa jadi.

Read the rest of this entry »

Itu Kangen

Suatu hari, di tengah cerahnya sinar mentari menyinari bumi, tiba-tiba seseorang bertanya padaku dengan wajah dan tatapan serius.

Pernah ngerasain nggak, momen ketika kamu pengen banget ngobrol sama seseorang, tapi kamu nggak tahu mau ngobrolin apa?”

Sepintas pertanyaan itu terdengar sangat galau, tapi juga serius. Karena itu, saat itu pun saya langsung menanggapi pertanyaan tersebut, tentunya dengan wajah yang (saya buat) serius. Jawaban yang terlontar begitu saja, tanpa perlu waktu lebih untuk berpikir panjang.

Oh, itu mah kangen…”

Read the rest of this entry »

Jakarta, oh, Jakarta!

Jakarta itu keras. Ya, hidup di Jakarta memang sering dibilang keras. Namun, ternyata yang keras itu tidak hanya hidupnya, tetapi juga ucapannya, tindakannya, sifatnya…

Banyak “setan” alias godaan di semua tempat. Namun, salah satu “setan” berbahaya di Jakarta adalah di jalanan. Sepele. Godaan itu bernama godaan hawa nafsu. Emosi.

Masalah paling kecil sebut saja kemacetan. Jarak yang seharusnya bisa ditempuh selama lima belas menit, di Jakarta ini bisa menjadi tiga puluh menit (berangkat kantor H-1 lebaran VS berangkat kantor hari biasa). Jarak yang semestinya mampu ditempuh selama lima menit, di Jakarta ini bisa saja berubah menjadi satu jam (berangkat kantor hari biasa VS berangkat kantor saat musim banjir). Wow banget, kan? Nah, untuk soal kemacetan yang satu ini, ujian terbesarnya adalah sabar dan tidak boleh mengeluh. Berat? Berat banget!

Namun, ternyata “setan” alias godaan di jalan raya itu bukan cuma masalah kemacetan ini saja. Masalah internal masing-masing pengguna jalan juga bisa menjadi “setan” tersendiri di jalan raya. Apalagi jika ditambah macet! Pengendara atau penumpang yang sejak awal memang punya masalah sendiri, pasti akan semakin emosi menghadapi kemacetan. Nah lho, hari ini buktinya. Saya cukup menyebut si pengendara motor “aneh” tadi memang punya sedikit masalah pribadi dalam dirinya =_=

Read the rest of this entry »

« Older entries