Rangkuman: Rediscovering The Fatihah by Nouman Ali Khan

Beberapa hari lalu salah satu teman mengirimkan sesuatu di grup WhatsApp. Tertarik, saya pun mencari videonya di Youtube. Judul videonya adalah “Nouman Ali Khan Rediscovering The Fatihah” yang terdiri dari part 1 sampai 3, dengan masing-masing video berdurasi sekitar 1 jam. Rupanya, materi yang disampaikan tersebut sudah terbilang cukup lama, yaitu disampaikan oleh Ustad Nouman Ali Khan pada salah satu acara bertajuk “Rediscovering The Fatihah”, yang diselenggarakan pada Sabtu, 7 September 2013 di Suntec Singapore.

Setelah menontonnya, insya Allah saya berani mengatakan bahwa isinya sangat bagus. Saya jadi merasa sayang jika hanya sekadar menonton, merenungi, membenarkan, tetapi kemudian malah melupakannya begitu saja. Lewat tulisan ini, saya berharap bisa lebih memahami lagi materi yang disampaikan, dan mungkin juga bisa bermanfaat kelak untuk pembaca, terkhusus bagi saya pribadi yang masih sesekali iseng membaca tulisan lama milik sendiri. Semoga apa yang tertulis ini sesuai dengan isi video sebenarnya, Insya Allah, (mengingat pembicara menyampaikannya dalam bahasa Inggris yang tidak tersedia subtitle terjemahannya dan kemampuan english saya yang bisa jadi masih serba kurang). Segala kesalahan mutlak berasal dari saya pribadi, dan mohon koreksi jika memang demikian. Video lengkap bisa klik di daftar tautan link yang ada pada bagian akhir tulisan ini.

Read the rest of this entry »

Makanan Halal: Was-was di Negara Sendiri

Dari segi ilmu gizi, makanan yang baik adalah makanan yang mengandung zat gizi yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh; sehat (tidak berisiko menimbulkan atau memperparah penyakit); dan aman (bebas dari sumber kontaminan fisik [benda asing seperti batu, rambut, debu, dsb.], kimia [racun atau toksik], maupun biologis [mikroba patogen]). Namun, dari sisi akidah agama Islam, makanan yang baik adalah makanan yang halal. Halal di sini mencakup halal kandungan zatnya maupun halal dalam mendapatkannya. Adapun tulisan ini akan lebih berfokus tentang halal kandungan zatnya.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah [5]: 3)

Dari segi akidah, kita sebagai hamba sudah sepatutnya mengikuti dan menaati perintah Allah tersebut, tanpa perlu mencari tahu lebih lanjut alasan mengapa perintah dan larangan itu diturunkan. Namun, tabiat manusia modern saat ini cenderung selalu membutuhkan penjelasan logis. Oleh sebab itu, sisi kesehatan pun pada akhirnya mampu menyumbang sedikit jawaban, yaitu karena mereka itu buruk, tidak sehat, dan membahayakan bagi kita. Meskipun pada hakikatnya jawaban ini pun sudah ada di dalam Al-Qur’an, “…dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik serta mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al-A’raf [7]: 157).

Jadi, segala yang haram sudah jelas PASTI buruk, sebab itulah diharamkan. Masihkah meragu?

Read the rest of this entry »

Rahasia: Tak Sekadar Jangan Bilang Siapa-Siapa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rahasia adalah (1) sesuatu yang sengaja disembuyikan supaya tidak diketahui orang lain; (2) sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang; (3) sesuatu yang tersembunyi; (4) sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya; dan masih ada beberapa arti yang lain. Ada salah satu quote faforit saya yang pernah diucapkan oleh Vermouth, salah satu tokoh di serial Detective Conan. Katanya, “Secret makes a woman woman” yang maksudnya adalah rahasia akan membuat wanita menjadi wanita. Dan terkadang, kutipan ini ada benarnya juga. Wanita yang penuh rahasia, kadang kala akan terlihat lebih menarik dibandingkan yang tidak.

Namun, di zaman yang semakin modern ini, “password” bisa jadi merupakan salah satu rahasia besar yang kita punya. Begitu kata kunci ini terbuka atas kehendak kita, maka dengan begitu mudah rahasia kita pun bisa tersebar ke mana-mana. Sekali login Facebook, apa yang kita pikirkan dapat langsung diketahui oleh semua orang—berkat kalimat tanya sederhana, “What’s on your mind?” Masuk ke Instagram, kecantikan wajah kita langsung tersebar ke mana-mana lewat keahlian selfie dan aplikasi filter atau beauty yang oke punya. Masuk ke Path, segala macam kegiatan bisa ter-expose. Login Twitter, segala kegalauan hati mulai menumpuk di timeline. Masuk WhatsApp, malah jadi keasyikan curhat dan curcol sana-sini. Buka WordPress, malah kelupaan nulis buku harian. Belum lagi Foursquare atau aplikasi penanda lokasi yang juga terhubung ke media sosial lain; yang turut serta membeberkan lokasi-lokasi yang tengah atau pernah kita singgahi.

Jadi, jika semua hal telah tertuang di dalam sana, rahasia seperti apa yang tersisa di dalam sini? (menatap cermin dan bicara pada diri sendiri).

Read the rest of this entry »

Alasan Dia Pergi

The reason why God allowed him to walk away is because you prayed for a good man, and he wasn’t.”

IMG-20160504-WA0006

Kutipan tersebut pernah dikirimkan salah satu teman ketika saya patah hati. (Ceilee, Alhamdulillah pernah patah hati jugaaa, hahaha). Awalnya sih berasa terhibur banget. Jadi lebih menerima takdir yang emang nggak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Jadi berasa lebih ikhlas dan plong juga melepaskan seseorang yang bisa jadi memang tidak pernah tertulis untuk kita.

Namun, belakangan ini kutipan itu jadi cukup mengganggu saya. Terasa ada yang janggal. Pernah nggak, terpikir untuk membalik kata-kata itu untuk menampar diri kita sendiri?

The reason why God allowed him to walk away is because he prayed for a good woman, and you weren’t.

Jleb!!

Read the rest of this entry »

Hikmah Mangkuk Pecah

Ada salah satu mangkuk di lemari saya yang terbilang jarang digunakan. Mangkuk itu dibiarkan tersimpan bersih karena memang hanya digunakan sesekali. Namun suatu hari saya pun menggunakan mangkuk tersebut. Sayangnya, usai makan malam, saya justru tertidur kelelahan dan tidak sempat mencuci mangkuk yang baru saja digunakan itu. Parahnya, esok paginya saya malah keasyikan nyuci baju hingga lupa waktu, dan ujung-ujungnya malah lupa mencuci mangkuk tersebut. Saya biarkan dia kotor, sementara saya berangkat ke kantor. Meninggalkan dia seorang diri.

Sepulangnya dari kantor, barulah saya menyempatkan diri mencuci mangkuk tersebut. Seperti ritual mencuci peralatan makan pada umumnya, setelah diberi air dan dibiarkan basah sebentar, mangkuk itu pun dibersihkan dengan spons lembut yang sudah diberi cairan pencuci piring. Gosok-gosok sebentar, dan setelah merasa nggak ada lagi kotoran yang menempel, mangkuk itu pun siap dibilas. Namun, apa yang terjadi? Tiba-tiba mangkuk itu terlepas dari tangan dan… pecah.

Read the rest of this entry »

Semut Pemberi Hikmah

Suatu hari, saat berniat untuk membayar hutang puasa Ramadhan keesokan harinya, seperti biasa sore hari saya akan membeli lauk “kering” untuk sahur nanti. Lauk faforit untuk sahur adalah ayam goreng, dengan alasan selain bergizi (setidaknya mengandung protein sekaligus lemak yang cenderung lebih lama dicerna), juga karena lauk yang bersifat kering itu akan lebih tahan lama dan cenderung tidak mudah basi. Biasanya setelah membeli, ayam goreng tersebut akan saya amankan ke dalam tempat makan tertutup atau setidaknya diletakkan di meja kamar begitu saja tapi dalam kondisi bungkus lauk yang tertutup.

Namun, entah apa yang membuat saya begitu ceroboh. Hari itu sepulang kantor (dan membeli lauk tersebut), saya letakkan bungkusan ayam goreng tersebut begitu saja di atas meja, dalam kondisi bungkus yang terbuka. Bungkus ayam goreng yang biasa dipakai memang berupa kotak kardus mini tertutup sehingga meletakkannya begitu saja di meja setidaknya akan aman karena kondisi bungkusnya memang tertutup rapat. Namun, bungkus yang kali ini dipakai adalah bungkus kertas semacam bungkus Rotib*y dalam kondisi dibiarkan terbuka. Oh my God! Alumni gizi macam apa yang bertindak seteledor ini terhadap makanan!

Namun, malam itu keajaiban pun terjadi.

Read the rest of this entry »

Pekerjaan Hebat

Lebih berhasil dan sukses daripada dirinya adalah salah satu harapan semua orangtua di dunia ini kepada anaknya. Jika orangtua lulusan SD, setidaknya mereka ingin anak mereka berhasil menamatkan pendidikan dasar 9 tahun atau bahkan lebih. Jika orangtua lulusan SMA, mereka tentu ingin anaknya mengenyam bangku kuliah dan berhasil mengenakan toga. Namun, ternyata tidak hanya urusan pendidikan saja. Dalam hal materi, orangtua juga pasti ingin anaknya lebih mapan daripada dirinya. Buktinya mereka selalu saja mau menyediakan segala kebutuhan anaknya, mulai dari yang paling kecil, kebutuhan pokok sandang-pangan-papan, hingga kebutuhan lain seperti handphone-laptop-dsb.

Salah satu indikator kesuksesan bagi orangtua terhadap anaknya adalah pekerjaan anaknya kelak ketika dewasa. Pekerjaan anaknya (ketika ia sudah bekerja) hampir selalau ditanyakan pada setiap acara reuni atau obrolan orangtua dengan teman mereka. Orangtua yang mampu menjawab pertanyaan ini dengan bangga akan merasa telah berhasil membesarkan anaknya dengan baik. Obrolan pun berlanjut positif lantaran ada saja hal-hal menarik lain yang bisa dibanggakan mereka tentang pekerjaan dan keberhasilan anaknya. Namun, saat orangtua tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan bangga (mis., anaknya belum dapat kerja, anaknya kerja di tempat yang ‘kurang layak’, dsb.), bisa saja mereka kemudian akan merasa gagal mendidik mereka. Apalagi ketika kondisi orangtua lebih baik daripada anak. Pasti ada sedikit rasa prihatin atau bersalah terhadap anaknya. (Mungkin…)

Pemaparan di atas mungkin tidak sepenuhnya benar karena saya sendiri juga belum merasakan jadi orangtua. Namun, pada kesempatan ini saya ingin membahas masalah tersebut dari sudut pandang anak, khususnya saya sendiri.

Read the rest of this entry »

Waiting…

Pernah dengar kalimat “Menunggu adalah sesuatu yang paling menyebalkan”? Apakah memang demikian? Sebaiknya segeralah berpikir ulang untuk setuju begitu saja dengan kalimat tersebut. Pasalnya, tahukah bahwa hampir seluruh hidup kita justru dihabiskan dengan “menunggu” ?

Saat kita terlahir di dunia ini, kita bahkan lahir melalui proses “menunggu”. Selama kurang lebih 9 bulan, orangtua kita menunggu dan menanti dengan harap-harap cemas. Apakah kita akan lahir dengan sempurna? Apakah kita akan menjadi anak yang berbakti pada mereka? Mereka menunggu dan terus menunggu hingga akhirnya penantian tersebut berakhir dengan pecahnya tangisan pertama kita di dunia ini.

Namun, rupanya penantian tersebut tidak berakhir begitu saja dengan tangisan pertama kita. Orangtua kita pun terus menunggu dan menunggu, yaitu menunggu bagaimana kita tumbuh. Mereka menunggu kata-kata pertama yang keluar dari mulut kita, menunggu kapan kita bisa merangkak, menunggu kapan kita bisa berjalan, menunggu kapan kita bisa berlari, dan menunggu-menunggu yang lain.

Saat kita mulai cukup umur dan mengerti banyak hal, proses menunggu itu pun akhirnya kita rasakan sendiri. Saat kita akhirnya duduk di bangku TK, kita tidak sabar ingin segera masuk SD. Saat kita sudah masuk SD, kita ingin segera masuk SMP. Saat sudah SMP, ingin cepat-cepat SMA. Saat SMA, ingin cepat-cepat kuliah. Sudah kuliah, ingin cepat kerja, menikah, punya anak, punya cucu, dan sebagainya meskipun ada juga orang “bodoh” yang justru ingin kembali ke masa SMP atau SMA misalnya (termasuk saya). Mengapa “bodoh”? Ya karena itu semua tidak mungkin terjadi. Waktu sudah berlalu dan tidak mungkin diulang lagi. Suatu tindakan bodoh saat seseorang menghabisan waktunya untuk “menunggu masa lalu”, kan?

Read the rest of this entry »

Sebuah Teguran Manis

Saat itu seperti biasa, pukul lima sore adalah waktu yang paling ditunggu rata-rata pekerja kantoran untuk segera kembali ke rumah. Dua orang gadis berjalan beriringan menuju tempat biasa mereka menunggu angkutan umum tujuan tempat tinggal masing-masing. Saat tengah berjalan, tiba-tiba sebuah truk besar berhenti beberapa meter di depan mereka, dan sukses menghalangi langkah mereka. Jalan besar tempat mereka berjalan adalah jalan satu arah dan mereka tengah berjalan melawan arus kendaraan yang berlalu-lalang. Truk yang berhenti tepat di depan mereka, membuat mereka sempat berpikir bagaimana mereka bisa lewat di tengah lalu lintas yang cukup lengang itu. Lalu lintas lengang tersebut, justru membuat sebagian besar pengendara kurang memperhatikan kecepatannya, sehingga perlu perhatian ekstra untuk berjalan agak ke tengah. Sementara itu, trotoar jalanan di sana juga sudah tidak berfungsi lagi, sehingga mau tidak mau, kedua gadis itu memang harus berjalan agak ke tengah untuk melalui truk tersebut.

Satu di antara gadis itu, merasa ketakutan dan memperlambat langkahnya. Sedangkan gadis yang lain, dengan sombongnya berjalan santai melalui truk itu. Gadis yang ketakutan sedikit berteriak memperingatkan gadis itu supaya hati-hati sambil kemudian malah berdecak kagum atas “keberanian” temannya itu.

Namun, pujian memang seperti bumerang. Dia bisa berbalik menyerangmu ketika kau lengah.

Read the rest of this entry »

Salah Satu yang Dirindukan

“Di mana pun tempat nanti, pasti ada orang yang baik, yang cuek, yang humoris, yang suka iseng, yang lemah, bahkan yang jahat. Maka usahakanlah kamu menjadi bagian orang yang baik.”

“Orang baik akan selalu dirindukan semua orang.”

Sumber: klik pada gambar.

Dua kutipan di atas adalah kata-kata penyemangat yang diucapkan langsung oleh orang terpenting dalam hidupku, ketika diriku tengah menunaikan tugas besar yang mereka sebut dengan Internship Rumah Sakit.

Hari ini aku kembali dipaksa mengulang kembali momen-momen kegiatan itu. Bagaimana aku harus mencapai tempat yang cukup jauh dari kampus itu. Ditambah lagi, tujuan yang biasa terasa lebih dekat karena bisa ditempuh dengan kereta, hari ini terpaksa kubuat semakin rumit, hanya demi menghemat ongkos kereta yang naik terhitung bulan lalu. Kali ini aku memang tidak melewati lorong-lorong yang biasa kulalui. Namun, menginjakkan kaki kembali di tempat itu, sekilas mampu sukses mengingatkanku kembali akan memori beberapa bulan silam.

Benar kata Mama, orang baik akan selalu dirindukan.

Read the rest of this entry »

« Older entries