Karena Aku Sibuk

Waktu ibarat pedang. Jika engkau tidak menebasnya, ialah yang akan menebasmu. Dan jiwa yang tidak kau sibukkan dalam kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan. (Imam Syafi’i)

Hiks, makjleb banget, ya? Kalau kata Aa Gym yang juga agak-agak mirip dengan ucapan Imam Syafi’i di atas, “Orang yang tidak sibuk dengan kebaikan akan mudah sibuk dengan kesia-siaan bahkan keburukan”. Na’udzubillah.

Namun, sebenarnya ungkapan sibuk itu terasa kurang pas jika ditujukan untuk diri kita sendiri. Karena sejatinya, kita ini hanyalah sok sibuk. Allah-lah yang Maha Sibuk. Dikutip dari buku Tuhan, Maaf, Saya Sedang Sibuk karya Ahmad Rifa’i Rif’an, kita ini bukan hanya “sok sibuk”, tetapi malah merasa sok sibuk (lebih nggak tahu diri lagi). Kita sering terlambat menghadap Allah, padahal Allah tidak pernah sepersekon pun terlambat memberi kita rizki. Kita sering melalaikan kewajiban, padahal Allah tidak pernah lupa menerbitkan mentari. Setiap saat keburukan kita naik ke langit, tetapi setiap saat itu pula kebaikan Allah selalu tercurah kepada kita. Ya, Allah Maha Sibuk. Karena Allah senantiasa dalam keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rizki, dan lain-lain (yang semua itu mudah saja bagi Allah).

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman [55]: 29)

Read the rest of this entry »

Advertisements