Please “Don’t Cry”

Ada kalanya sesuatu yang tidak diharapkan terjadi menimpa kita. Sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu buruk, tetapi akal picik kita seakan-akan menganggapnya terburuk dalam hidup kita saat itu. Padahal setelah sekian lama berlalu, setelah diingat-ingat lagi, sesuatu yang terjadi saat itu tidak seburuk yang kita pikirkan sekarang.

Katanya, menangis adalah salah satu cara untuk meluapkan rasa sedih, kesal, atau bahkan bahagia yang menimpa. Pernah suatu ketika, baru-baru ini saya merasa begitu sedih, sampai-sampai ingin menangis, padahal saat itu saya sedang berada di (katakanlah) tempat umum, saat orang-orang cenderung akan menyadarinya. Coba mengalihkan, saya pun mengobrol dengan seseorang, sebut saja orang itu, yang sebenarnya juga sedang sama-sama sedih seperti saya.

Lantas, orang itu pada akhirnya justru berkata, “Dengerin lagu Don’t Cry aja…”

Read the rest of this entry »

Advertisements