Kaki X alias Genu Valgum?

Genu Valgum adalah istilah latin untuk menggambarkan bentuk knock-knee atau bentuk kaki seperti huruf X. Bentuk kaki X ini dapat digambarkan dengan kondisi kaki bagian bawah diposisikan pada sudut luar, yaitu lutut yang saling menyentuh, sementara pergelangan kaki terpisah. Pola berjalan pada penderita ini adalah dengan melangkah tanpa menapakkan bagian tungkai kaki secara sempurna pada bidang pijakan (lantai). Tak hanya mekanisme gaya dan pola berjalannya saja yang terganggu, ciri fisiknya juga tampak cacat dan adanya rasa sakit pada bagian lutut anterior dan medial.

Pada 12 bulan pertama, kondisi kaki yang agak bengkok (tidak lurus sempurna) memang sering terjadi. Hal ini didasari pada tulang bayi atau balita yang masih lunak atau belum mengeras secara sempurna. Pada dasarnya, penyelarasan femur-tibia terjadi pada usia 12 – 14 bulan, sedangkan penyelarasan lutut normal, terjadi pada usia 3 – 3,5 tahun. Sebagian besar anak, mengalami genu valgum sekitar usia 2 atau 3 tahun, seiring dengan pemisahan pergelangan kaki dan menyatunya bagian lutut. Ini adalah perkembangan normal yang terus berlanjut sampai usia 5 atau 6 tahun, pada saat kaki mulai meluruskan sepenuhnya.

Dikutip dari The Baby Book karangan Willian dan Martha Sears, terdapat beberapa jadwal perkembangan yang normal untuk telapak kaki dan kaki balita, yaitu:
1. Bayi memiliki kaki bengkok sejak lahir hingga anak belajar berjalan.
2. Telapak kaki di putar ke dalam (seperti huruf O) hingga usia 2 tahun, jika tidak ada kelainan maka kaki akan kembali normal.
3. Telapak kaki di putar ke luar (seperti huruf X) mulai usia 3 tahun hingga maksimal anak berusia 7 tahun. Jika tidak ada kelainan, maka anak akan kembali berjalan normal.

Adapun mekanisme terbentuknya kaki X adalah sebagai berikut. Pada keadaan normal, physis dan epiphysis seharusnya terlindung dari tekanan patologis dan mempertahankan pertumbuhan serta keseimbangan kaki sehingga kaki dapat lurus. Pada Genu Valgum, terdapat gangguan pertumbuhan tulang kaki yang menyebabkan pergeseran sumbu mekanik (sumbu mekanik adalah garis lurus yang ditarik dari pusat kepala femoralis ke pusat mata kaki; ini harus membagi dua lutut) sehingga tekanan patologis ditempatkan pada lateral femur dan tibia. Akibatnya, saat anak berdiri, titik berartnya tidak terletak di antara jari kaki pertama dan kedua seperti yang terjadi pada anak normal. Hal ini tidak hanya menghambat pertumbuhan physeal, tetapi juga dengan adanya efek Hueter-Volkmann pada seluruh epiphysis yang dapat menghambat perluasan (ekspansi) tulang. Menurut prinsip Hueter-Volkmann, pasokan tekanan yang terus-menerus (berdiri, berjalan) dan berlebihan pada epiphysis, dapat menghambat pertumbuhan. Akibatnya, pertumbuhan di lateral femur terhambat, menyebabkan sulkus femur menjadi lebih pendek, dan adanya kecenderungan patella (lutut) miring ke arah lateral sehingga saling menempel. (Peter M Stevens, MD, Professor, Director of Pediatric Orthopedic Fellowship Program, Department of Orthopedics, University of Utah School of Medicine).

Selain itu, baik Genu Valgum maupun Genu Varum juga dapat berupa observasi klinis dari penyakit riketsia. Riketsia merupakan suatu gangguan mineralisasi tulang dan kartilago yang disebabkan karena defisiensi vitamin D, abnormalitas vitamin D, atau karena abnormalitas metabolisme maupun ekskresi fosfat organik.

Penyebab lain timbulnya Genu Valgum adalah :
1. Posisi tidur yang salah, misalnya tengkurap seperti katak. Jika berlangsung lama, kebiasaan ini dapat mengakibatkan gangguan rotasi dan bentuk tungkai.
2. Kebiasaan duduk yang salah, misalnya duduk dengan posisi kaki membentuk huruf W.
3. Kebiasaan menggendong yang salah, misalnya saat digendong menyamping, kaki anak dibiarkan melingkari tubuh ibu (yang menggendong) dan membentuk sudut 90 derajat.
4. Memakaian popok sekali pakai dengan cara dan pada saat yang tidak tepat, misalnya terus-menerus pada saat anak sedang belajar berjalan. Hal ini membuat anak sulit menemukan posisi kaki yang stabil.
5. Memakaian babywalker. Anak yang belum cukup kuat menopang berat tubuhnya akan memaksakan salah satu kakinya untuk menyangga seluruh berat tubuhnya. Akibatnya tungkai bawah dan pergelangan kaki saja yang terlatih, sehingga terjadi ketidakseimbangan kekuatan otot.

Adapun seorang anak mengapa menderita kaki X, bukan kaki O, disebabkan oleh dua fator berikut :
1. Faktor Jenis Kelamin
Perempuan mempunyai pelvis yang lebih luas daripada pria dan relatif mempunyai paha yang lebih pendek sehingga wanita lebih sering mengalami Genu Valgum (bentuk X) daripada pria. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa Genu Valgum biasa ditemukan pada wanita, sedangkan Genu Varum biasa ditemukan pada laki-laki.
2. Faktor Obesitas
Anak yang obesitas cenderung memiliki bentuk kaki O (Genu Varum). Hal ini dikarenakan kaki harus menopang berat badannya yang berlebih. Dalam keadaan normal, kaki anak bisa kembali normal jika anak melakukan diet sejak usia balita.

*Jawaban Tutuorial Modul Gizi Mikro tentang Kaki X*

Daftar Pustaka :
Stevens, Peter. “Genu Valgum, Pediatrics”. http://www.emedicine.medscape.com. 3 Februari 2010. Diakses tanggal 16 Oktober 2010.
Kaneshiro, Neil. “Knock Knees”. National Institutes of Health. http://www.nml.nih.gov. 14 Maret 2009. Diakses tanggal 16 Oktober 2010.
Bararah, Vera Farah. “Mencegah Anak Berkaki O dan X”. http://www.detikhealth.com. Jumat, 22 Januari 2010 pukul 16:30 WIB. Diakses tanggal 16 Oktober 2010.
Wheeless, Clifford R. “Genu Valgum”. http://www.wheelessonline.com. Diakses tanggal 16 Oktober 2010.
http://www.ayahbunda.co.id

Sumber Gambar :

 

About these ads

12 Komentar

  1. saya said,

    6 Februari 2011 at 14:51

    T_T

  2. dian sukmawati said,

    12 Agustus 2011 at 03:36

    klo tjd pd anak down syndrome, perempuan, 9thn, msh bs d perbaiki kah? apakah hrs d bedah?

    • dilla said,

      6 Mei 2012 at 09:57

      maaf mba etika rezkina numpng nimbrung :)

      mba dian : utk anak down syndrome memang terjadi flaksid (jadi sendi2nya lebih lentur daripada anak lain),sbnrnya bisa dilatih dgn fisioterapis,tp memang butuh waktu,krn memang biasanya pertumbuhan dan perkembangan anak dgn DS lebih lambat.bbrpa ada yang berkurang flaksidnya seiring dgn berjalannya waktu,tapi setau saya butuh alat bantu juga (seperti splint dan sepatu khusus),alat bantu disini ditujukan untuk mengurangi resiko terjadi deformitas (kelainan bentuk),misalnya seperti genu valgus dan genu varus seperti di atas.. smg membantu :)

      • 12 Mei 2012 at 11:59

        Jaazakumullah khairan katsir, mba dilla…
        Semoga manfaat dan terjawab, mba dian :)

  3. Anonymous said,

    15 November 2011 at 20:52

    Sangat membantu.saya wanita berusia 19 tahun dan saya baru menyadari bahwa kaki saya berbentuk x.memang saya punya kebiasaan duduk seperti huruf w dari dulu sampai sekarang.dan sampai smp saya berjalan seperti nge-perr (agak lompat 2) kata orang.dan jalan mulai normal pas saya pastikan semua telapak kaki napak di lantai pas jalan.apakah kaki x berpengaruh ke fisik dan psikis?

  4. 16 November 2011 at 15:06

    Maaf kak Dian, saya belum berkompeten menjawab pertanyaan ini. Silakan konsultasi kepada yang lebih berkompeten. Maaf ya, Kak :)

    Untuk kak ‘anonymous’, untuk pengaruh ke fisik mungkin ada jika sudah parah dan terlihat jelas bentuk X-nya. Sedangkan untuk pengaruh psikis, lebih kepada orang ybs bagaimana menyikapinya. Tapi percaya saja bahwa semua orang punya kelebihan masing-masing :)

    Maaf ya, semuanya.. Saya hanya sharing terkait deskripsi dan penyebab kaki X ini, Sementara concern saya bukan di bidang ini dan kurang mengerti, hehe. Terima kasih atas segala masukan yang diberikan :)

  5. Anonymous said,

    9 September 2012 at 14:10

    ini capa ya

  6. hero said,

    4 Januari 2013 at 05:11

    Ada pengobatannya gak????

  7. dara said,

    7 Januari 2013 at 21:51

    mw tnya nih , anak sy usia 2 thun mnderita genu valgus. dokter sy mnganjurkan ank sy pke splint. untuk menormalkan kmbali keadaan lutut ank sy. yg sy mw tnyakan, hrg splint kira ada yg tw gk nih ibu2 ? mksihh :-)

  8. 24 Agustus 2013 at 22:53

    Kalo umurnya udh 15+ masi bisa sembuh gak ya?

  9. Anonymous said,

    2 September 2014 at 19:59

    cara menyembuhkan kaki leter X gimana ya ? mohon bantuannya ya ..:)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: